Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kebakaran Wang Fuk Court Jadi Bencana Terburuk Hong Kong di Masa Damai, Otoritas Tingkatkan Status Darurat

Iqbal Pangestu • Kamis, 27 November 2025 | 19:06 WIB

Kebakaran Gedung Bertingkat di Hong Kong menewaskan 44 orang dan ratusan hilang. Disebut bencana terburuk di masa damai.
Kebakaran Gedung Bertingkat di Hong Kong menewaskan 44 orang dan ratusan hilang. Disebut bencana terburuk di masa damai.

RADAR TULUNGAGUNG - Kebakaran Hong Kong yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court kini menjadi sorotan dunia. Insiden dahsyat ini telah meningkatkan jumlah Korban Tewas menjadi setidaknya 44 orang.

Otoritas setempat menyatakan kebakaran ini sebagai tragedi terburuk di masa damai dalam sejarah Hong Kong. Bencana ini melanda delapan bangunan Gedung Bertingkat di distrik Tai Po di utara kota Tiongkok itu.

Ratusan orang lainnya masih belum ditemukan, menambah daftar panjang korban tragedi ini. Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengonfirmasi data Korban Tewas dan orang hilang pada Kamis dini hari.

Baca Juga: Status Awas! Gunung Semeru Naik Level Usai Erupsi Intensif, PVMBG Keluarkan Peringatan Bencana

Setidaknya 279 orang dilaporkan masih hilang, meskipun beberapa orang telah berhasil dihubungi oleh petugas pemadam. Sebanyak 29 orang telah dilarikan ke rumah sakit, dengan tujuh di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong telah menaikkan status kebakaran ke alarm tingkat lima, status paling parah. Alarm ini adalah respons darurat tertinggi yang menunjukkan skala bencana yang luar biasa.

Api berkobar hebat setelah merobek perancah bambu yang terpasang di beberapa blok apartemen. Perancah yang berjatuhan dan puing-puing beterbangan menghambat operasi pemadam kebakaran.

Kobaran api dan asap hitam tebal membubung tinggi dari menara 31 lantai. Wang Fuk Court merupakan kompleks perumahan padat yang menampung sekitar 4.800 jiwa di hampir 2.000 apartemen.

Kegelapan malam menghambat operasi petugas dan suhu di dalam lokasi kebakaran masih sangat tinggi. Petugas pemadam kebakaran kesulitan merespons permohonan bantuan dari para penghuni yang terjebak.

Sembilan orang telah dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Salah satu korban tewas adalah seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun.

Baca Juga: Waspada Banjir Rob, Supermoon Nanti Malam Bisa Picu Potensi Peningkatan Permukaan Laut di Pesisir

Petugas pemadam kebakaran tersebut ditemukan dengan luka bakar di wajahnya setelah kehilangan kontak dengan rekannya. Pihak kepolisian juga telah menangkap tiga pria terkait kebakaran tersebut.

Ketiga pria itu ditangkap atas dugaan pembunuhan, namun rincian pelanggaran mereka tidak diberikan. Kebakaran ini adalah bencana paling mematikan di Hong Kong sejak Perang Dunia II.

Sebelum tragedi ini, kebakaran Gedung Garley tahun 1996 menempati urutan terburuk di masa damai, dengan 41 jiwa melayang. Api diyakini menyebar dari satu gedung ke gedung lain karena angin dan puing-puing.

Sebanyak 128 truk pemadam kebakaran dan 57 ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian. Otoritas juga telah membuka dua tempat penampungan sementara di pusat komunitas terdekat untuk warga yang dievakuasi.

Baca Juga: Hujan Es Bisa Terjadi di Beberapa Wilayah di Jawa Timur, Wajib Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

John Lee menyebut lebih dari 900 orang mencari perlindungan di tempat-tempat penampungan tersebut. Petugas polisi mencatat bahwa jumlah pasti orang yang hilang masih belum jelas karena warga terus berdatangan melapor.

Warga diimbau untuk tetap tenang, menutup pintu dan jendela, serta menghindari area yang terkena dampak kebakaran. Operasi penanganan kebakaran ini juga memaksa penutupan sebagian jalan raya di sekitar Tai Po. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kebakaran #hongkong #apartamen