Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pesawat Antonov An-22 Rusia Meledak di Udara, Tujuh Awak Tewas, Investigasi Besar Diluncurkan

Iqbal Pangestu • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:57 WIB

Tragedi An-22 tewaskan seluruh 7 awak setelah pesawat pecah di udara. Pemerintah Rusia mengusut faktor teknis dan prosedural penyebab insiden.
Tragedi An-22 tewaskan seluruh 7 awak setelah pesawat pecah di udara. Pemerintah Rusia mengusut faktor teknis dan prosedural penyebab insiden.

RADAR TULUNGAGUNG - Pesawat angkut militer Antonov An-22 Rusia mengalami kecelakaan fatal pada hari Selasa (9/12/2025). Laporan menyebut pesawat veteran ini mengalami kehancuran saat berada di udara.

Insiden tragis ini terjadi di dekat wilayah Ivanovo, sekitar 200 kilometer di timur Moskwa. Saksi mata memastikan pesawat tersebut mulai hancur di udara sebelum jatuh ke tanah.

Seluruh tujuh orang di dalamnya, terdiri dari lima kru dan dua penumpang, dilaporkan meninggal dunia. Kecelakaan ini menambah daftar panjang kecelakaan militer Rusia yang meningkat empat tahun terakhir.

Baca Juga: Empat Pesawat Hercules yang Membawa Bantuan ke Lokasi Bencana Alam di Sumatera, Ini Lokasi Pendaratannya

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa penerbangan tersebut merupakan uji terbang. Uji terbang ini dilakukan setelah pesawat menjalani serangkaian proses perbaikan rutin.

Laporan investigasi awal menduga pesawat era Soviet itu mengalami kerusakan teknis serius saat mengudara. Usia pesawat yang sudah lebih dari 50 tahun kemungkinan besar menjadi faktor risiko utama insiden ini.

Pesawat Antonov An-22 adalah jenis pesawat kargo jarak jauh berukuran sangat besar. Pesawat ini pertama kali terbang pada tahun 1965, menjadikannya veteran yang usianya melewati setengah abad.

Kapasitas dan daya angkutnya yang besar membuatnya menjadi tulang punggung angkutan militer era Soviet. Pesawat yang jatuh ini dilaporkan merupakan An-22 terakhir yang masih beroperasi di Rusia.

Meskipun telah dipensiunkan secara resmi pada tahun 2024, pesawat tersebut rupanya masih menjalani uji terbang pasca-perawatan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat pada tanggal 9 Desember 2025.

Baca Juga: Jet Tempur dan Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh Beruntun di Laut Cina Selatan, Nasib Kapal Induk USS Nimitz Disorot

Lokasi jatuhnya pesawat dipastikan berada di daerah yang tidak berpenghuni. Hal ini membuat kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa di darat.

Menurut saksi mata, pesawat mulai terdisintegrasi dan bagian-bagiannya berserakan di udara. Serpihan pesawat kemudian jatuh hingga ke Reservoir Uvodskoye dekat Desa Ivankovo.

Laporan Kommersant menyebutkan bahwa serpihan badan pesawat ditemukan di air. Serpihan-serpihan tersebut berada pada kedalaman antara tiga hingga empat meter.

Dari seluruh tujuh korban yang tewas, baru satu jasad yang berhasil ditemukan. Operasi penyelaman saat ini masih dilakukan untuk mencari korban lain yang belum ditemukan.

Penyelaman juga dilakukan guna merekam keberadaan kotak hitam pesawat yang tenggelam. Perekaman kotak hitam sangat penting untuk memastikan penyebab teknis yang membuat pesawat hancur.

Komite Investigasi Rusia telah membuka kasus kriminal terkait insiden ini. Penyelidikan ini berfokus pada dugaan pelanggaran aturan persiapan penerbangan.

Penyidik menyita seluruh dokumen operasi dan perawatan pesawat sebagai barang bukti. Mereka juga mengambil sampel bahan bakar dari pesawat untuk dilakukan analisis.

Kementerian Situasi Darurat Rusia dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Mereka membantu pengangkatan serpihan pesawat yang berada di dalam air.

Baca Juga: Prediksi Tren Penggunaan Moda Transportasi Nataru 2025/2026: Mobil Pribadi Masih Mendominasi, Moda Massal Wajib Tancap Gas

Pengangkatan serpihan di dalam air dilakukan menggunakan bantuan alat berat berupa traktor dan tank. Upaya ini mencerminkan tingkat kesulitan dan skala puing yang harus diangkat.

Pejabat Rusia menegaskan tidak ada indikasi bahwa kecelakaan ini berkaitan dengan konflik Rusia–Ukraina. Kecelakaan yang melibatkan peralatan dan transportasi militer di Rusia memang meningkat selama hampir empat tahun terakhir.

Investigasi mendalam masih berlangsung untuk memastikan penyebab teknis yang sebenarnya. Fokus utama adalah mencari tahu mengapa pesawat berusia setengah abad ini hancur saat mengudara. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kecelakaan udara #viral #Antonov An 22 Rusia terjatuh #pesawat militer