Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Penembakan Massal Bondi Beach Gegerkan Dunia, 15 Orang Tewas Saat Festival Yahudi, Aksi Warga Jadi Pahlawan

Zahrotul Afkarina • Senin, 15 Desember 2025 | 22:13 WIB
Tragedi penembakan massal Bondi Beach mengguncang Australia dan dunia internasional.
Tragedi penembakan massal Bondi Beach mengguncang Australia dan dunia internasional.

RADAR TULUNGAGUNG - Tragedi penembakan massal Bondi Beach mengguncang Australia dan dunia internasional.

Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dalam serangan brutal yang terjadi saat perayaan festival Yahudi Hanukkah di Sydney.

Insiden ini disebut sebagai penembakan massal terburuk di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.

Peristiwa penembakan massal Bondi Beach terjadi di kawasan Campbell Parade, tepat di area taman dan pantai yang menjadi lokasi festival Hanukkah.

Sekitar 1.000 orang saat itu tengah menikmati perayaan Festival Cahaya Yahudi yang berlangsung damai, sebelum berubah menjadi mimpi buruk pada Minggu sore waktu setempat.

Polisi Australia memastikan penembakan massal Bondi Beach merupakan aksi terorisme dan bermotif antisemitisme.

Selain korban meninggal, sekitar 40 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak dan cedera serius.

Baca Juga: Pesawat Antonov An-22 Rusia Meledak di Udara, Tujuh Awak Tewas, Investigasi Besar Diluncurkan

Kronologi Penembakan dari Rekaman Saksi Mata

Rekaman video yang diverifikasi BBC menunjukkan dua pria bersenjata berdiri di atas sebuah jembatan kecil dan menembak secara membabi buta ke arah kerumunan.

Kedua pelaku diketahui merupakan ayah dan anak yang sengaja menargetkan peserta festival Hanukkah.

Salah satu pelaku sempat berpindah posisi untuk mendekati kerumunan dan melepaskan tembakan dari jarak dekat.

Dalam video, terlihat kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri, sementara korban jatuh bersimbah darah di area taman dan jalur pejalan kaki.

Sekitar tiga menit setelah rekaman dimulai, terjadi momen dramatis ketika seorang warga nekat menerkam salah satu pelaku dari belakang dan merebut senjatanya.

Baca Juga: Jepang Diguncang Gempa Besar M 7,5 dan Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami! Berikut Fakta Lengkap, Dampak, serta Respons Cepat Pemerintah

Ahmed Al Ahmed Dipuji sebagai Pahlawan

Warga yang berani melumpuhkan pelaku penembakan itu dikenal dengan nama Ahmed Al Ahmed.

Tanpa senjata dan mempertaruhkan nyawanya, ia berhasil menjatuhkan pelaku, melucuti senjata, dan memaksa pelaku mundur.

Aksi heroik tersebut memberi jeda krusial sebelum pelaku kembali menembak menggunakan senjata lain.

Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi dan melumpuhkan kedua pelaku.

Sang ayah tewas di tempat, sementara anaknya mengalami luka kritis dan kini dirawat di rumah sakit.

Media lokal mengidentifikasi tersangka yang terluka sebagai Navidiv Aram, pria 24 tahun asal wilayah barat daya Sydney.

Baca Juga: Kebakaran Wang Fuk Court Jadi Bencana Terburuk Hong Kong di Masa Damai, Otoritas Tingkatkan Status Darurat

Polisi Sita Enam Senjata Api dan Bom Rakitan

Polisi New South Wales mengungkapkan bahwa pelaku yang lebih tua memiliki izin resmi atas enam senjata api yang ditemukan di lokasi dan di rumahnya di Campsie.

Hasil penyelidikan forensik memastikan senjata tersebut digunakan dalam penembakan.

Tak hanya itu, dua alat peledak rakitan aktif ditemukan di sekitar lokasi kejadian dan di sebuah mobil yang diduga milik pelaku.

Unit penjinak bom berhasil mengamankan seluruh perangkat tersebut.

“Ini adalah tindakan terorisme dan kejahatan antisemitisme murni,” kata pejabat kepolisian setempat.

Baca Juga: Wali Kota Dibunuh Kartel Narkoba, Gen Z Meksiko Turun ke Jalan Memprotes Lemahnya Keamanan Nasional

Korban dari Berbagai Usia, Termasuk Seorang Rabi

Korban penembakan berusia antara 10 hingga 87 tahun.

Salah satu korban tewas adalah Rabbi Ellie Schlanganger, kelahiran London, ayah lima anak, dan tokoh penting di pusat kebudayaan Yahudi Bondi.

Kematian Rabbi Ellie memicu duka mendalam di komunitas Yahudi internasional.

Keluarganya menyebut almarhum sebagai sosok penyayang yang selalu menyebarkan kebaikan.

Australia Terguncang, Dunia Bereaksi

Penembakan massal ini mengejutkan Australia, negara yang dikenal memiliki tingkat kejahatan senjata api sangat rendah.

Bondi Beach, ikon wisata Sydney, kini berubah menjadi lokasi berkabung dengan pagar polisi dan bunga penghormatan.

Baca Juga: Museum Louvre di Paris Tutup Lagi, Usut Punya Usut Bukan Imbas Kasus Perampokan Sebelumnya

Reaksi dunia pun mengalir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan itu sebagai antisemitisme murni.

Raja Charles III menyatakan duka mendalam. Polisi Australia meningkatkan pengamanan di sinagoge dan komunitas Yahudi selama perayaan Hanukkah.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam, sekaligus menunjukkan keberanian warga sipil yang memilih melawan ketakutan demi menyelamatkan nyawa orang lain. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bondi beach #Terorisme Australia #penembakan massal #australia