Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Diplomasi Prabowo Main Dua Kaki AS–Rusia: Tarif Ekspor RI Dipangkas, Akses Mineral Jadi Senjata Ekonomi Baru

Siti Fadhilah Salsabila • Kamis, 25 Desember 2025 | 05:10 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri forum internasional, memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri forum internasional, memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat dan Rusia.

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah memanasnya rivalitas geopolitik global, diplomasi Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan arah dan hasil konkret.

Presiden Prabowo Subianto memposisikan Indonesia secara strategis di antara dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan Rusia, demi mengamankan kepentingan ekonomi nasional.

Pendekatan bebas aktif versi Prabowo ini bukan sekadar menjaga jarak, melainkan aktif mengambil peluang dari kedua poros kekuatan global.

Hasil nyata dari diplomasi Prabowo terlihat dari Washington. Pemerintah Amerika Serikat akhirnya sepakat menurunkan tarif resiprokal produk Indonesia secara signifikan.

Dari sebelumnya 32 persen, tarif tersebut kini dipangkas menjadi 19 persen. Negosiasi krusial ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan menjadi angin segar bagi ekspor nasional.

Namun, penurunan tarif tersebut tidak datang tanpa konsekuensi. Pemerintahan Presiden Donald Trump meminta akses khusus terhadap mineral kritis Indonesia.

Mineral strategis ini menjadi bahan baku utama dalam pengembangan teknologi energi hijau dan industri kendaraan listrik yang tengah digenjot Amerika Serikat.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 23 Desember 2025 Naik Serempak, Antam, UBS, dan Galeri 24 Bikin Investor Penasaran

Tarif Turun, Produk Unggulan RI Diuntungkan

Sebagai imbal balik dari kerja sama tersebut, Amerika Serikat memberikan perlakuan khusus bagi sejumlah produk unggulan Indonesia.

Komoditas seperti minyak sawit, kopi, teh, dan kakao kini mendapatkan akses pasar yang lebih longgar dengan tarif preferensial.

Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Amerika yang selama ini dikenal ketat dan protektif.

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Gedung Putih masih mengatur jadwal pertemuan langsung antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Pertemuan tingkat kepala negara itu ditargetkan berlangsung sebelum akhir Januari 2026, sekaligus untuk meresmikan dokumen kesepakatan dagang secara formal.

Dalam konteks ini, menjadikan kekayaan mineral Indonesia sebagai kartu tawar utama. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan aktor penting dalam rantai pasok global energi bersih.

Baca Juga: Harga Emas Diprediksi Tembus USD 4.900, Goldman Sachs Tetap Optimistis meski Pasar Berfluktuasi

Tak Hanya ke Barat, Prabowo Aktif ke Timur

Kedekatan Jakarta dengan Washington tidak membuat Prabowo mengendurkan hubungan dengan Moskwa.

Di St. Petersburg, Rusia, Indonesia terus mematangkan langkah strategis melalui kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Blok ekonomi yang dipimpin Rusia ini mencakup sejumlah negara penting di kawasan Eurasia.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 21 Desember lalu mengungkapkan bahwa perjanjian perdagangan bebas Indonesia–EAEU akan mencakup lebih dari 90 persen jenis produk.

Bahkan, sekitar 95 persen nilai perdagangan timbal balik akan masuk dalam skema bebas tarif. Kesepakatan ini membuka pasar luas bagi produk Indonesia di kawasan Eurasia yang selama ini belum tergarap maksimal.

Putin menyebut kerja sama ini sebagai peluang besar untuk memperdalam hubungan ekonomi multipihak antara negara-negara anggota EAEU dan Indonesia, yang dinilai sebagai salah satu ekonomi terbesar dan paling dinamis di Asia.

Baca Juga: Kenaikan UMK Tulungagung 2026 Sebesar 5,93 Persen Dinilai Moderat oleh Kalangan Akademisi, Begini Alasannya

Aliansi Yurasia Jadi Jawaban Tantangan Global

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menilai perjanjian perdagangan bebas dengan Aliansi Yurasia sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.

Indonesia melihat potensi besar kerja sama lintas sektor, mulai dari energi, ketahanan pangan, manufaktur, hingga layanan digital.

Perjanjian yang dikenal dengan skema IAIFTA itu dirancang untuk memperkuat rantai pasok global, mendorong transisi energi, serta mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional.

Indonesia membuka akses pasar domestik yang besar, sementara negara-negara EAEU memberikan peluang ekspor yang lebih luas bagi produk Indonesia.

Melalui pola diplomasi ini, Indonesia menunjukkan diri sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi dunia. Tidak berpihak secara ekstrem, namun aktif meraih manfaat dari setiap peluang.

Strategi ini menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam percaturan global, melainkan pemain yang mulai menentukan arah. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#geopolitik global #amerika serikat #rusia #bebas aktif #Prabowo Subianto