Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perintah Tegas Donald Trump, Kapal Berbendera Amerika Diminta Mundur dari Selat Hormuz

Krisna Pambudi • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:40 WIB
Donald Trump memerintahkan kapal berbendera AS mundur dari Selat Hormuz.
Donald Trump memerintahkan kapal berbendera AS mundur dari Selat Hormuz.

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan perintah tegas terkait meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Donald Trump memerintahkan kapal-kapal komersial berbendera Amerika Serikat untuk menjauh dari perairan Iran dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Selat Hormuz, jalur laut strategis yang kerap menjadi titik panas konflik Timur Tengah.

Perintah tersebut dikeluarkan Donald Trump pada Senin, 9 Februari, menyusul gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Oman.

Kegagalan mencapai konsesi besar dalam diplomasi itu dinilai berpotensi memicu eskalasi di lapangan, khususnya di kawasan Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis global.

Instruksi dari Trump itu disampaikan melalui Administrasi Maritim Kementerian Perhubungan Amerika Serikat.

Otoritas maritim AS diminta segera menyampaikan peringatan kepada seluruh kapal berbendera Washington agar menyingkir sejauh mungkin dari perairan Iran dan bersikap ekstra hati-hati ketika melintas Selat Hormuz.

Trump Khawatir Kapal AS Dicegat Iran

Dalam pernyataannya, pemerintah Amerika Serikat menyebutkan kekhawatiran bahwa pasukan Iran dapat mencegat, memeriksa, menahan, bahkan menaiki kapal-kapal komersial berbendera Amerika Serikat.

Risiko tersebut dinilai meningkat seiring memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.

Trump disebut tidak ingin insiden di laut berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih luas.

Oleh karena itu, kapal-kapal AS diminta menghindari tindakan konfrontatif apa pun jika berhadapan dengan aparat Iran di perairan sensitif.

Dalam instruksi tersebut, awak kapal secara tegas diminta untuk tidak melakukan perlawanan fisik apabila pasukan Iran menaiki kapal.

Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama dibandingkan upaya mempertahankan posisi di laut.

Arah Pelayaran Dialihkan dari Perairan Iran

Sebagai bagian dari perintah Trump, kapal-kapal berbendera Amerika Serikat juga diminta mengubah jalur pelayaran mereka saat melintasi Selat Hormuz.

Armada komersial AS disarankan berlayar ke arah timur, mendekati perairan teritorial Oman.

Rute tersebut dinilai relatif lebih aman dibandingkan jalur yang berada dekat dengan perairan Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit namun vital, karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Setiap gangguan keamanan di Selat Hormuz berpotensi berdampak besar terhadap stabilitas energi dunia.

Tidak sedikit analis yang menilai keputusan Trump ini sebagai langkah preventif untuk melindungi kepentingan ekonomi dan energi Amerika Serikat.

Protokol Jika Berhadapan dengan Pasukan Iran

Selain mengatur jalur pelayaran, pemerintahan Trump juga menetapkan protokol komunikasi bagi kapal-kapal komersial AS.

Jika dihentikan atau ditanya oleh pasukan Iran, awak kapal diminta menyebutkan nama kapal serta negara benderanya secara jelas.

Kapal-kapal tersebut juga harus menegaskan bahwa mereka berlayar sesuai hukum internasional dan memiliki hak lintas damai.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk menekan kemungkinan tindakan sepihak dari pasukan Teheran.

Meski demikian, Trump tetap menginstruksikan agar awak kapal tidak memaksakan penolakan apabila situasi di lapangan berpotensi membahayakan keselamatan.

Sinyal Politik Trump ke Teheran

Langkah Trump memerintahkan kapal AS mundur dari perairan Iran dinilai sebagai sinyal politik keras kepada Teheran.

Meski tidak melibatkan kekuatan militer secara langsung, keputusan ini menunjukkan bahwa Washington menganggap situasi di Selat Hormuz berada pada level risiko tinggi.

Pengamat menilai perintah tersebut sekaligus mencerminkan pendekatan khas Trump yang mengedepankan tekanan strategis dan pencegahan konflik terbuka.

Selama belum ada kemajuan diplomatik, Selat Hormuz diperkirakan tetap menjadi kawasan rawan yang diawasi ketat oleh Amerika Serikat dan komunitas internasional.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ketegangan timur tengah #amerika serikat #iran #donald trump #selat hormuz