Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persiapan Ramadan 2026: Ustaz Syafiq Riza Basalamah Ingatkan 'Servis Jantung' Sebelum Berangkat, Ini Rahasia Suksesnya!

Dinar Ananda Putri • Jumat, 13 Februari 2026 | 23:35 WIB
Persiapan Ramadan 2026 harus matang! Simak pesan mendalam Ustaz Syafiq Riza Basalamah tentang "servis jantung" dan rahasia ampunan Nisfu Sya
Persiapan Ramadan 2026 harus matang! Simak pesan mendalam Ustaz Syafiq Riza Basalamah tentang "servis jantung" dan rahasia ampunan Nisfu Sya

RADAR TULUNGAGUNG – Menjelang datangnya bulan suci, umat Islam kini tengah berada dalam fase krusial persiapan Ramadan 2026. Ustaz Syafiq Riza Basalamah dalam kajian terbarunya menekankan bahwa menyambut bulan penuh berkah ini tidak bisa dilakukan dengan persiapan ala kadarnya. Ibarat menempuh perjalanan jauh ke Jakarta, kendaraan yang digunakan harus dalam kondisi prima agar tidak mogok di tengah jalan.


Dalam tausiah yang dihadiri ribuan jemaah tersebut, Ustaz Syafiq memberikan perumpamaan unik mengenai persiapan Ramadan. Beliau menyebut hati manusia sebagai "motor penggerak" utama. "Kalau kita mau ke Jakarta, mesin dicek, oli diganti, ban dipastikan baru. Begitu juga Ramadan. Jantung atau hati kita harus diservis dulu melalui tobat dan pembersihan diri," tegasnya di hadapan para jemaah.
Menurutnya, persiapan Ramadan yang paling esensial adalah memastikan tidak ada "penyakit" yang menghambat ibadah. Beliau mengingatkan bahwa banyak orang gagal memaksimalkan bulan puasa karena hati mereka masih terbelenggu oleh dosa dan kedengkian. Oleh karena itu, bulan Syakban ini harus dijadikan momentum "pemanasan" sebelum memasuki medan juang yang sebenarnya di bulan Ramadan 2026 nanti.

Baca Juga: Persija Tanpa Pelatih Saat Hadapi Bali United di BRI Super League, Mampukah Macan Kemayoran Bangkit dan Curi Tiga Poin?
Salah satu poin penting dalam persiapan Ramadan adalah memanfaatkan momentum pertengahan bulan Syakban atau Nisfu Syakban. Ustaz Syafiq menjelaskan sebuah riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Allah memandang hamba-Nya di malam tersebut dan memberikan ampunan massal kepada seluruh makhluk-Nya.


Namun, ada pengecualian yang sangat mengerikan. Ampunan tersebut tidak akan diberikan kepada dua golongan: pelaku kesyirikan (musyrik) dan orang yang menyimpan dendam atau permusuhan (musyahin). "Hati yang kotor karena dendam akan membuat amalan kita tertahan. Bagaimana mungkin kita masuk Ramadan dengan membawa beban benci kepada saudara sesama muslim?" tutur beliau dengan nada serius.

Baca Juga: Pramono Anung Yakin Persija Juara Super League Meski Kalah dari Arema, Harus Angkat Kaki dari GBK dan Ditinggal Rio Matsumura
Ustaz Syafiq juga mengkritisi fenomena "Iktikaf Kalong" yang sering terjadi di masyarakat. Istilah ini merujuk pada jemaah yang hanya datang ke masjid pada malam hari lalu pulang saat pagi, tanpa benar-benar fokus beribadah secara penuh selama 10 hari terakhir. Beliau mendorong jemaah untuk merencanakan cuti atau meluangkan waktu khusus demi memburu Lailatul Qadar.


"Apa tidak cukup kita bekerja selama 350 hari dalam setahun? Masak 10 hari saja tidak bisa fokus untuk mendapatkan bonus pahala yang lebih baik dari 1000 bulan?" tanya beliau retoris. Persiapan teknis seperti mempelajari kembali fikih Ramadan juga sangat dianjurkan agar ibadah yang dilakukan sah dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga: UAS Bongkar Strategi Persiapan Ramadan 2026: Dari Rahasia Niat hingga Cara Menyikapi Perbedaan Hilal MUI dan Muhammadiyah
Agar tidak kaget saat memasuki awal Ramadan, Ustaz Syafiq menyarankan jemaah untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan Syakban. Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW paling banyak berpuasa di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadan). Puasa Syakban berfungsi sebagai latihan fisik dan mental.


"Orang yang biasa puasa di bulan Syakban tidak akan bingung mencari takjil berlebihan di sore hari Ramadan. Mereka sudah tenang, fokusnya ibadah, bukan sekadar memindahkan jam makan," tambahnya. Beliau juga mengajak para pengajar, khususnya guru TK, untuk menjadi teladan dalam menanamkan kegembiraan menyambut Ramadan kepada generasi muda.


Sebagai penutup, beliau mengingatkan agar setiap muslim mulai memperbanyak doa Allahumma ballighna Ramadan (Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan). Dengan hati yang bersih dari syirik dan dendam, serta fisik yang terlatih dengan puasa sunnah, diharapkan setiap muslim dapat meraih derajat ketakwaan yang sempurna di tahun 2026 ini.

Baca Juga: UAS Bongkar Strategi Persiapan Ramadan 2026: Dari Rahasia Niat hingga Cara Menyikapi Perbedaan Hilal MUI dan Muhammadiyah

Editor : Dinar Ananda Putri
#lailatul qadar #Fikih Puasa #Persiapan Ramadan #Malam Nisfu Syakban #Ustaz Syafiq Riza Basalamah