Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prabowo Terima KSAU Pakistan di Istana, Bahas Kerja Sama Pertahanan Jelang Rapim TNI-Polri 2026

Ingge Nayla Ayu Karina • Minggu, 15 Februari 2026 | 15:40 WIB
Prabowo terima KSAU Pakistan di Istana, bahas kerja sama pertahanan jelang Rapim TNI-Polri 2026.
Prabowo terima KSAU Pakistan di Istana, bahas kerja sama pertahanan jelang Rapim TNI-Polri 2026.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan atau KSAU Pakistan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.

Pertemuan antara Prabowo dan KSAU Pakistan ini menjadi sorotan karena berlangsung menjelang agenda Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang juga digelar di kompleks yang sama.

Isu kerja sama pertahanan dan kolaborasi industri dirgantara disebut menjadi fokus utama dalam rangkaian agenda strategis tersebut.

Baca Juga: Ali Khamenei Tantang Donald Trump: Iran Tak Takut Perang, Kekuatan Rakyat Jadi Senjata Utama Jelang Revolusi Islam

KSAU Pakistan, Zahir Ahmad Babar Sidhu, tiba di Istana sekitar pukul 16.03 WIB dengan mengenakan seragam dinas lengkap.

Ia terlihat memasuki kompleks Istana Kepresidenan menggunakan kendaraan berpelat TNI.

Belum ada keterangan resmi terkait detail pembahasan dalam pertemuan tersebut.

 

Namun sebelumnya, Sidhu juga telah bertemu dengan Menteri Pertahanan RI serta jajaran pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Agenda itu mempertegas arah hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan di sektor pertahanan, khususnya angkatan udara.

 

Penguatan Kerja Sama Angkatan Udara

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan KSAU Pakistan diyakini menjadi bagian dari langkah konkret memperkuat kerja sama militer kedua negara.

Fokus pembahasan disebut mengarah pada implementasi program kolaboratif di bidang angkatan udara dan industri dirgantara nasional.

 

Indonesia dan Pakistan sepakat mendorong pembentukan working group bersama.

Kelompok kerja ini diharapkan menjadi instrumen percepatan realisasi berbagai kesepakatan strategis yang telah dirintis sebelumnya.

 

Kerja sama pertahanan Indonesia-Pakistan memang bukan hal baru.

Kedua negara selama ini memiliki hubungan baik dalam bidang pendidikan militer, latihan bersama, hingga pertukaran teknologi pertahanan.

 

Dengan pembentukan working group, implementasi kerja sama tidak lagi berhenti pada nota kesepahaman, tetapi langsung mengarah pada proyek konkret dan kolaborasi industri.

 

Rapim TNI-Polri 2026 Jadi Momentum Arahan Presiden

Di hari yang sama, sejumlah pejabat tinggi TNI dan Polri juga hadir di Istana untuk mengikuti Rapim TNI-Polri 2026.

Agenda tahunan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyampaian arahan strategis Presiden kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri.

 

Beberapa perwira tinggi yang ditemui awak media menyebut Rapim TNI-Polri merupakan agenda rutin.

Evaluasi kinerja dan penjabaran langkah ke depan menjadi fokus utama.

 

“Ada pengarahan dari Bapak Presiden,” ujar salah satu pejabat saat memasuki lokasi acara.

Ia menegaskan bahwa arahan yang diberikan biasanya bersifat strategis dan menjadi pedoman turunan bagi masing-masing matra maupun institusi.

 

Rapim TNI-Polri tahun ini disebut akan menitikberatkan pada penguatan stabilitas nasional serta dukungan terhadap agenda pembangunan Indonesia.

Setelah arahan Presiden, masing-masing matra TNI akan menggelar rapat pimpinan lanjutan untuk menerjemahkan instruksi tersebut ke dalam kebijakan operasional.

 

Sinkronisasi Strategi Pertahanan dan Keamanan

Momentum kunjungan KSAU Pakistan yang bertepatan dengan Rapim TNI-Polri dinilai bukan kebetulan semata.

Langkah ini mencerminkan upaya sinkronisasi antara diplomasi pertahanan luar negeri dan strategi keamanan dalam negeri.

 

Indonesia tengah mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan serta penguatan industri pertahanan nasional.

Kolaborasi dengan negara sahabat seperti Pakistan menjadi bagian dari strategi diversifikasi mitra pertahanan.

 

Di sisi lain, arahan Presiden dalam Rapim TNI-Polri diyakini akan menekankan pentingnya soliditas TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.

Sinergi antarlembaga menjadi kunci menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika global yang terus berkembang.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana belum merilis pernyataan resmi terkait isi pertemuan Presiden Prabowo dan KSAU Pakistan.

Namun sinyal penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Pakistan semakin menguat, terutama di sektor angkatan udara dan industri dirgantara.

Baca Juga: BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon Tropis Sekaligus di Sekitar Indonesia, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem

Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia.

Kerja sama pertahanan yang terstruktur dan implementatif diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri militer nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal negara.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#KSAU Pakistan #Rapim TNI Polri #Prabowo Subianto #kerja sama pertahanan #industri dirgantara