Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Serangan Balasan Iran Mengguncang Timur Tengah: Rudal Hantam Pangkalan AS di Teluk Arab, Sirene Perang Meraung di Israel

Krisna Pambudi • Senin, 2 Maret 2026 | 14:05 WIB

Serangan balasan Iran hantam pangkalan AS. (Sumber: Jawa Pos)
Serangan balasan Iran hantam pangkalan AS. (Sumber: Jawa Pos)

RADAR TULUNGAGUNG - Ketegangan kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik kritis setelah serangan balasan Iran menghantam sejumlah wilayah strategis yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk Arab.

Rentetan ledakan dilaporkan terjadi hampir bersamaan pada Sabtu siang waktu setempat, memicu kekhawatiran konflik terbuka berskala besar.

Aksi militer tersebut disebut sebagai respons langsung Teheran atas operasi gabungan yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap fasilitas militer dan infrastruktur nuklir Iran.

Situasi dengan cepat berkembang menjadi eskalasi regional yang menyeret sejumlah negara lain.

Dalam gelombang awal serangan balasan Iran, beberapa negara Teluk Arab langsung meningkatkan status keamanan nasional.

Wilayah udara ditutup sementara guna mengantisipasi ancaman lanjutan serta menghindari risiko terhadap penerbangan sipil.

Ledakan di Pangkalan AS Picu Kepanikan Negara Teluk

Kerajaan Bahrain mengonfirmasi bahwa markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat menjadi salah satu sasaran rudal.

Fasilitas tersebut merupakan pusat operasi strategis Washington di kawasan Teluk.

Selain Bahrain, ledakan keras juga terdengar di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab.

Laporan awal menyebutkan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat objek yang diduga rudal atau drone serang.

Negara lain seperti Qatar dan Kuwait turut meningkatkan kewaspadaan tinggi karena keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Langkah darurat pun diambil cepat. Bandara internasional membatasi aktivitas penerbangan, sementara otoritas keamanan meminta masyarakat menghindari area militer.

Sirene Perang Meraung di Yerusalem

Di sisi lain, situasi di Israel juga memanas.

Sirene peringatan udara terdengar di berbagai wilayah termasuk kota suci Yerusalem setelah militer melaporkan adanya gelombang rudal dari Teheran.

Warga diminta segera menuju bunker bawah tanah. Pemerintah Israel menetapkan status siaga tertinggi serta menutup sekolah, tempat kerja non-esensial, hingga wilayah udara sipil.

Media lokal The Jerusalem Post melaporkan sirene pertama terdengar sekitar pukul 10 pagi waktu setempat.

Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mencegat proyektil yang masuk.

Menurut laporan Al Jazeera, ledakan awal di Israel utara diduga berasal dari roket pencegat yang menghancurkan perangkat serangan sebelum mencapai target.

Militer Israel menyatakan gelombang rudal masih berlangsung dan meminta masyarakat tetap berada di tempat perlindungan.

Garda Revolusi Iran Klaim Serangan Terkoordinasi

Korps Garda Revolusi Islam atau Korps Garda Revolusi Islam mengonfirmasi telah meluncurkan rudal serta pesawat nirawak menuju wilayah Israel.

Dalam pernyataan resminya, kelompok elite tersebut menyebut operasi ini sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap fasilitas strategis Iran.

Iran diketahui memiliki berbagai jenis rudal jarak jauh yang mampu menjangkau Israel hanya dalam hitungan menit.

Ketegangan meningkat karena sebagian jalur lintasan rudal melewati negara-negara kawasan seperti Irak dan Yordania.

Baca Juga: Perang Iran Israel Bikin Selat Hormus Sepi, Saham Emas dan Minyak di BEI Diprediksi Volatile Senin Besok

Situasi domestik Iran sendiri dilaporkan terganggu. Pemantau lalu lintas internet NetBlocks menyebut koneksi nasional sempat hampir terputus.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikabarkan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman sebelum operasi berlangsung.

Operasi Militer Disebut Direncanakan Berbulan-bulan

Laporan investigasi media Amerika, The New York Times, mengungkap bahwa operasi militer terhadap Iran disebut telah dipersiapkan selama berbulan-bulan dan dikoordinasikan bersama Washington.

Serangan awal menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran. Ledakan dilaporkan terdengar di Teheran sejak dini hari, menandakan dimulainya operasi tersebut.

Kini, dunia internasional menyoroti potensi konflik lebih luas.

Dengan keterlibatan langsung Iran, Israel, dan Amerika Serikat, sejumlah analis menilai eskalasi dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik regional terbuka jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi.

Editor : Krisna Pambudi
#Timur Tengah Memanas #pangkalan militer amerika serikat #Serangan balasan iran #konflik Iran Israel #rudal iran ke israel