RADAR TULUNGAGUNG - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada sektor penerbangan internasional.
Sejumlah jemaah umrah tertahan di Bandara Jeddah setelah gelombang pembatalan penerbangan terjadi menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Gangguan operasional tidak hanya terjadi di Arab Saudi.
Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab yang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia juga sempat menghentikan operasional sementara setelah adanya serangan yang dilaporkan menyebabkan korban luka.
Dampak domino langsung terasa pada jadwal penerbangan regional, termasuk rute yang mengangkut jemaah asal Indonesia.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah jemaah umrah tertahan di Bandara Jeddah menunggu kepastian keberangkatan menuju Tanah Air.
Informasi pembatalan penerbangan terus berubah sehingga memicu antrean panjang dan penumpukan penumpang di area keberangkatan.
Salah satu jemaah asal Jakarta, Henny Ilestari, membagikan kondisi terkini melalui rekaman video yang memperlihatkan ramainya ruang tunggu bandara.
Ia bersama ratusan penumpang lain harus menunggu tanpa kepastian jadwal penerbangan.
“Kami masih menunggu informasi penerbangan tujuan Jakarta pukul 18.30. Beberapa tujuan lain sudah dikonfirmasi batal,” ujarnya dalam video yang beredar.
Di layar informasi penerbangan Bandara King Abdul Aziz, sejumlah rute internasional terlihat berstatus cancel atau dibatalkan.
Beberapa di antaranya penerbangan menuju Dubai, Singapura, Doha, Qatar, hingga Abu Dhabi.
Dampak Konflik Regional pada Penerbangan Internasional
Gangguan operasional penerbangan ini dipicu meningkatnya tensi keamanan di kawasan Timur Tengah setelah rangkaian serangan yang melibatkan sejumlah negara.
Maskapai penerbangan memilih menunda atau membatalkan penerbangan sebagai langkah mitigasi keselamatan.
Penutupan sementara ruang udara di beberapa wilayah turut memperparah situasi. Maskapai harus mengatur ulang rute penerbangan agar menghindari area berisiko tinggi.
Kondisi tersebut membuat bandara transit utama seperti Jeddah mengalami lonjakan penumpang secara tiba-tiba.
Banyak penerbangan lanjutan tertunda karena pesawat tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.
Bagi jemaah umrah asal Indonesia, keterlambatan ini menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar dari mereka telah menyelesaikan rangkaian ibadah dan bersiap kembali ke Tanah Air.
Penerbangan dari Soekarno-Hatta Ikut Terdampak
Dampak konflik juga terasa di Indonesia.
Tercatat sebanyak 17 jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju sejumlah kota di Timur Tengah mengalami pembatalan.
Rute yang terdampak meliputi penerbangan keberangkatan maupun kedatangan dari Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, hingga Madinah.
Pembatalan dilakukan maskapai setelah mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan.
Situasi ini membuat calon penumpang yang hendak berangkat umrah maupun perjalanan bisnis harus menjadwalkan ulang perjalanan mereka.
Operator bandara bersama maskapai disebut terus melakukan koordinasi guna memastikan penumpang memperoleh informasi terbaru terkait perubahan jadwal.
Penumpukan Penumpang dan Ketidakpastian Jadwal
Kondisi paling terasa terjadi di ruang tunggu keberangkatan Bandara King Abdul Aziz.
Dalam video yang beredar, terlihat kursi tunggu penuh oleh penumpang yang membawa koper serta perlengkapan perjalanan.
Sebagian jemaah memilih tetap berada di bandara untuk menunggu kepastian penerbangan berikutnya. Ada pula yang diarahkan maskapai menuju hotel transit.
Ketidakpastian jadwal menjadi keluhan utama para penumpang. Informasi pembatalan sering muncul mendadak sehingga menyulitkan mereka menentukan langkah selanjutnya.
Meski demikian, otoritas bandara disebut terus memperbarui informasi melalui layar digital dan pengumuman resmi.
Imbauan Maskapai kepada Penumpang
Maskapai penerbangan mengimbau para penumpang, khususnya jemaah umrah, agar rutin memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi atau menghubungi agen perjalanan masing-masing.
Penumpang juga diminta tetap mengikuti arahan petugas bandara demi menjaga ketertiban di tengah situasi padat.
Hingga kini belum ada kepastian kapan operasional penerbangan kembali normal sepenuhnya.
Maskapai masih menunggu perkembangan situasi keamanan regional sebelum membuka kembali seluruh rute secara penuh.
Sementara itu, para jemaah umrah tertahan di Bandara Jeddah berharap jadwal penerbangan menuju Indonesia segera kembali berjalan normal agar mereka dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air.
Editor : Krisna Pambudi