Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Negara Iran: Sejarah Persia, Sistem Republik Islam Iran, hingga 20 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Divka Vance Yandriana • Senin, 2 Maret 2026 | 18:05 WIB

Mengenal negara Iran dari sejarah Persia, sistem Republik Islam Iran, hingga 20 fakta menarik yang jarang diketahui.
Mengenal negara Iran dari sejarah Persia, sistem Republik Islam Iran, hingga 20 fakta menarik yang jarang diketahui.

JAKARTA - Negara Iran selalu menarik perhatian dunia. Bukan hanya karena isu geopolitik dan nuklir, tetapi juga karena sejarah Persia yang panjang serta sistem Republik Islam Iran yang unik. Mengenal negara Iran berarti menelusuri ribuan tahun peradaban, perubahan dinasti, hingga transformasi menjadi negara teokrasi modern.

Negara Iran atau yang secara resmi disebut Republik Islam Iran merupakan salah satu kekuatan penting di kawasan Asia Barat. Dengan luas sekitar 1.648.195 kilometer persegi, Iran menjadi negara terbesar kedua di Asia Barat setelah Arab Saudi dan terbesar ke-17 di dunia. Secara geografis, negara Iran berada di persimpangan Asia Barat, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Letak strategis negara Iran membuatnya berbatasan langsung dengan tujuh negara: Armenia, Azerbaijan, dan Turkmenistan di utara; Afghanistan serta Pakistan di timur; serta Irak dan Turki di barat. Selain itu, Iran memiliki garis pantai panjang di Teluk Persia dan Laut Kaspia yang menambah nilai strategisnya.

Baca Juga: Serangan Balasan Iran Mengguncang Timur Tengah: Rudal Hantam Pangkalan AS di Teluk Arab, Sirene Perang Meraung di Israel

Geografi Iran: Pegunungan, Gurun, dan Laut

Secara topografi, Iran memiliki bentang alam yang sangat beragam. Di utara, Pegunungan Alborz membentang megah dengan puncak tertinggi Gunung Damavand setinggi 5.610 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga dikenal sebagai salah satu gunung berapi tertinggi di Asia Barat.

Di barat daya, Pegunungan Zagros membentang sepanjang sekitar 1.500 kilometer dan menjadi batas alami antara Iran dan Irak. Wilayah ini tidak hanya kaya biodiversitas, tetapi juga menjadi tempat tinggal berbagai kelompok etnis dan suku nomaden.

Sementara itu, kawasan tengah dan tenggara Iran didominasi gurun ekstrem seperti Dasht-e Kavir dan Dasht-e Lut. Bahkan, Gurun Lut tercatat sebagai salah satu tempat terpanas di dunia dengan suhu permukaan yang bisa melampaui 70 derajat Celsius.

Baca Juga: Diduga Membuat Petasan, Tiga Remaja Asal Tulungagung Diamankan Polisi

Dari Persia ke Republik Islam Iran

Secara historis, Iran dikenal dunia Barat sebagai Persia hingga tahun 1935. Nama Iran sendiri berasal dari bahasa Persia Tengah “Eran” yang berarti “tanah bangsa Arya”. Pergantian nama secara resmi diminta oleh Reza Shah Pahlavi agar dunia internasional menggunakan nama Iran.

Sejarah Persia mencatat bahwa wilayah ini telah dihuni sejak lebih dari 6.000 tahun lalu. Bangsa Elam menjadi salah satu peradaban awal, disusul bangsa Media dan Kekaisaran Akhemeniyah yang didirikan Cyrus Agung pada abad ke-6 sebelum Masehi.

Iran kemudian mengalami berbagai invasi, mulai dari Yunani, Arab, hingga Mongol. Titik balik penting terjadi pada abad ke-7 ketika penaklukan Islam mengakhiri Kekaisaran Sasania. Proses Islamisasi berlangsung bertahap hingga Iran menjadi pusat peradaban Islam.

Baca Juga: Saham Sektor Minyak Berpotensi Naik Usai Konflik Timur Tengah, Ini Analisis ENRG, ELSA, MEDC hingga AKRA

Pada 1514, Dinasti Safawi menetapkan Syiah sebagai mazhab resmi negara. Keputusan ini membentuk identitas keagamaan Iran hingga saat ini. Iran tetap berbentuk monarki hingga Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam Iran pada 1 April 1979.

Sistem Pemerintahan dan Struktur Politik

Sebagai Republik Islam Iran, sistem pemerintahannya merupakan gabungan republik dan teokrasi. Pemimpin tertinggi atau Rahbar memegang otoritas paling besar, termasuk atas militer, kebijakan luar negeri, dan hukum.

Presiden Iran dipilih langsung oleh rakyat setiap empat tahun dan bertanggung jawab atas kebijakan domestik dan ekonomi. Namun, kewenangannya tetap berada di bawah pemimpin tertinggi.

Dalam aspek demografi, populasi Iran pada 2023 diperkirakan mencapai sekitar 87 juta jiwa. Sekitar 95 persen penduduknya menganut Islam Syiah, sementara sisanya terdiri dari Sunni dan minoritas agama seperti Kristen, Yahudi, dan Zoroastrianisme.

Etnis Persia menjadi mayoritas dengan kisaran 60–65 persen populasi, disusul etnis Kurdi, Azerbaijan, Lur, Arab, dan lainnya. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Persia (Farsi), salah satu bahasa Indo-Eropa tertua yang masih bertahan.

Ekonomi, Minyak, dan Sanksi Internasional

Dalam bidang ekonomi, negara Iran dikategorikan sebagai negara berkembang berpendapatan menengah ke bawah. Perekonomiannya bertumpu pada sektor minyak dan gas. Iran memiliki cadangan minyak terbesar ketiga di dunia dan cadangan gas alam terbesar kedua secara global.

Selain energi, sektor pertanian juga penting dengan komoditas seperti gandum, jelai, kapas, delima, anggur, dan kurma. Namun, sanksi internasional terutama dari Amerika Serikat dan Uni Eropa menjadi tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi Iran.

Sanksi tersebut membatasi akses teknologi, investasi asing, serta jaringan keuangan internasional. Mata uang Iran, rial (IRR), pun mengalami tekanan berat akibat isolasi ekonomi tersebut.

Warisan Budaya dan Pariwisata

Iran memiliki 27 situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk Persepolis dan kota kuno Susa yang dihuni sejak 4.200 SM. Ibu kota Teheran menjadi pusat politik dan budaya dengan ikon seperti Menara Azadi dan Menara Milad.

Pariwisata Iran sempat tumbuh pesat sebelum pandemi dengan hampir 9 juta wisatawan pada 2019. Dari pegunungan bersalju hingga gurun eksotis dan pantai Teluk Persia, Iran menawarkan lanskap yang kontras dan memikat.

Dengan sejarah panjang, kekayaan budaya, serta posisi strategisnya, negara Iran tetap menjadi salah satu negara paling berpengaruh dan menarik untuk dipelajari di kawasan Asia Barat.

Editor : Divka Vance Yandriana
#sejarah Persia #iran #Republik Islam Iran