JAKARTA - Fakta negara Iran selalu menarik perhatian dunia. Negara di kawasan Timur Tengah ini kerap dikenal sebagai republik Islam bermazhab Syiah yang vokal menentang Amerika Serikat dan Israel. Namun di balik citra politiknya, Iran menyimpan sejarah panjang, sistem pemerintahan unik, hingga destinasi wisata kelas dunia.
Fakta negara Iran tak bisa dilepaskan dari akar sejarahnya sebagai Persia kuno. Wilayah ini telah dihuni manusia sejak 10.000 tahun sebelum Masehi. Peradaban awal seperti Elam berkembang ribuan tahun lalu, sebelum akhirnya muncul Kekaisaran Media pada 678 SM dan disusul Kekaisaran Akhemeniyah pada 550 SM yang didirikan bangsa Pars.
Nama Persia sendiri digunakan bangsa Yunani untuk menyebut wilayah tersebut. Sementara istilah Iran berasal dari kata “Eran” yang berarti tanah bangsa Arya. Nama Iran resmi digunakan secara internasional sejak 21 Maret 1935 pada masa Dinasti Pahlavi.
Dari Kekaisaran ke Republik Islam
Sejarah panjang Persia diwarnai pergantian kekuasaan, mulai dari Kekaisaran Sasania, penaklukan oleh Kekhalifahan Rasyidin pada 632 M, hingga invasi Mongol pada abad ke-13. Titik penting terjadi saat Kekaisaran Safawi berdiri pada awal abad ke-16 dan menjadikan Islam Syiah sebagai agama resmi negara.
Memasuki abad ke-20, Dinasti Qajar digulingkan oleh Reza Shah Pahlavi pada 1925. Dinasti Pahlavi kemudian runtuh dalam Revolusi Islam 1979 yang dipimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini. Sejak saat itu, Iran berubah menjadi Republik Islam Iran seperti yang dikenal sekarang.
Profil dan Kondisi Ekonomi
Iran memiliki luas wilayah sekitar 1,6 juta kilometer persegi dengan populasi lebih dari 87 juta jiwa. Ibu kotanya Teheran. Secara geografis, Iran berbatasan dengan Turki dan Irak di barat, Afghanistan serta Pakistan di timur, dan Laut Kaspia di utara.
Sebanyak 99 persen penduduk Iran memeluk Islam, dengan 90–95 persen di antaranya bermazhab Syiah. Bahasa resmi negara adalah Farsi atau Persia.
Dalam sektor ekonomi, Iran tergolong negara berkembang berpendapatan menengah ke bawah. Perekonomiannya sangat bergantung pada minyak dan gas alam. Iran tercatat sebagai produsen minyak terbesar kedelapan dunia dan produsen gas alam terbesar ketiga.
Namun, negara ini menghadapi tantangan berat berupa inflasi tinggi yang sempat menembus 60 persen pada 2023. Kenaikan harga pangan bahkan mencapai 70–100 persen, memicu tekanan ekonomi bagi masyarakat.
Sistem Pemerintahan yang Unik
Salah satu fakta negara Iran yang paling menonjol adalah sistem pemerintahannya. Iran memiliki Pemimpin Tertinggi sebagai kepala negara dengan kewenangan sangat besar. Ia mengendalikan eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga angkatan bersenjata.
Presiden dipilih langsung oleh rakyat untuk masa jabatan empat tahun. Namun setiap kebijakan strategis tetap harus mendapat persetujuan Pemimpin Tertinggi. Jabatan ini dipegang seumur hidup dan hanya bisa diganti melalui Majelis Pakar yang terdiri dari para ulama.
Kebebasan Beragama dan Batasannya
Konstitusi Iran mengakui agama minoritas seperti Kristen, Yahudi, dan Zoroaster. Bahkan masing-masing mendapat jatah kursi di parlemen. Tercatat sekitar 370 ribu umat Kristen, 8.500 Yahudi, dan 25 ribu penganut Zoroaster tinggal di Iran.
Umat Sunni yang berjumlah sekitar 5–12 persen populasi juga diperbolehkan beribadah dan memiliki ribuan masjid. Namun ada pembatasan, seperti tidak dapat mencalonkan diri sebagai presiden.
Aturan Sosial yang Ketat
Sebagai negara berbasis syariat Islam, Iran menerapkan aturan berpakaian sopan. Perempuan wajib mengenakan jilbab, sementara laki-laki dan perempuan dilarang bersentuhan di ruang publik jika bukan mahram.
Hubungan di luar nikah dilarang, termasuk tinggal satu kamar bagi pasangan belum menikah. Pengambilan foto gedung pemerintahan tanpa izin juga bisa berujung penahanan.
Hal unik lainnya, mengacungkan jempol dianggap tidak sopan di Iran. Selain itu, hari libur nasional jatuh pada Jumat, bukan Minggu seperti di banyak negara.
Pesona Kota Isfahan
Di balik aturan ketat, Iran menyimpan keindahan arsitektur luar biasa. Kota Isfahan, sekitar 340 kilometer dari Teheran, menjadi destinasi wisata utama.
Shah Square atau Naqsh-e Jahan Square yang dibangun pada 1598 merupakan situs warisan dunia UNESCO. Di sekelilingnya berdiri Masjid Shah, Masjid Sheikh Lotfollah, Istana Ali Qapu, hingga pasar tradisional yang terkenal dengan karpet Persia berkualitas tinggi.
Jembatan bersejarah seperti Khaju Bridge dan Si-o-se-pol juga menjadi ikon kota ini, terutama saat malam hari.
Fakta negara Iran menunjukkan bahwa negara ini bukan hanya soal politik dan konflik geopolitik. Sejarah panjang Persia, sistem pemerintahan unik, aturan sosial khas, serta warisan budaya megah menjadikan Iran sebagai salah satu negara paling kompleks dan menarik di dunia.
Editor : Divka Vance Yandriana