Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Subianto Peringatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga: Ekonomi Global Terancam, Indonesia Siapkan Langkah Fundamental!

Natasha Eka Safrina • Senin, 2 Maret 2026 | 21:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto ingatkan bahaya Perang Dunia Ketiga & siapkan langkah fundamental ekonomi RI hadapi ancaman nuklir global. Klik di sini!
Presiden Prabowo Subianto ingatkan bahaya Perang Dunia Ketiga & siapkan langkah fundamental ekonomi RI hadapi ancaman nuklir global. Klik di sini!

JAKARTA - Situasi geopolitik global yang kian memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Rusia menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga yang dapat dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Menurutnya, ketegangan ini bukan sekadar gertakan politik, melainkan ancaman nyata yang bisa berdampak sistemik terhadap perekonomian dunia.

Dalam sebuah pernyataan terbaru, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persaingan hegemoni antarnegara besar saat ini berada pada titik yang sangat berbahaya. Beliau mengaku terus memantau perkembangan situasi internasional setiap malam untuk memastikan langkah antisipasi bagi Indonesia. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat struktur ekonomi nasional agar tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global yang diakibatkan oleh ancaman Perang Dunia Ketiga.

"Saya lihat dan saya yakini dalam 5, 6, hingga 8 bulan ke depan, kita akan membuat langkah-langkah fundamental dan terobosan yang akan memperkokoh ekonomi Indonesia. Ini penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian," ujar Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki fondasi yang kuat saat badai ekonomi global menghantam akibat konflik bersenjata berskala besar.

Baca Juga: Board of Peace Versi Trump Disebut Jebakan di Davos, Indonesia Bisa Mundur? Ini Analisis Pasal 11 dan Ancaman Perang Global

Ancaman Perang Nuklir dan Posisi Non-Blok

Prabowo menyoroti dinamika antara Amerika Serikat yang menunjukkan kesiapan menyerang Iran, sementara Rusia berdiri di garda depan untuk membela sekutunya tersebut. Jika benturan ini terjadi, dunia akan dihadapkan pada situasi yang disebutnya sebagai very dangerous time atau waktu yang sangat berbahaya. Prabowo mengingatkan bahwa keterlibatan kekuatan nuklir akan membawa bencana bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

Meskipun Indonesia secara konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif atau non-blok, Prabowo menilai hal itu bukan jaminan Indonesia akan selamat dari dampak radiasi atau keruntuhan ekonomi jika perang nuklir benar-benar pecah. Beliau memberikan analogi yang cukup tajam mengenai dampak serangan nuklir: negara-negara pemilik nuklir mungkin akan hancur seketika, namun negara lain akan mengalami penderitaan yang panjang sebelum akhirnya terdampak hal yang sama.

Strategi Ekonomi di Tengah Ketegangan Global

Untuk menghadapi risiko tersebut, Presiden menekankan pentingnya persatuan nasional. Menurutnya, kerukunan di dalam negeri adalah kunci utama agar Indonesia mampu mengatasi persoalan bersama. Di sektor ekonomi, pemerintah tengah merancang strategi untuk memitigasi gangguan rantai pasok global yang mungkin terjadi jika jalur perdagangan internasional terganggu oleh peperangan di kawasan strategis.

Baca Juga: Prabowo Subianto Soroti Perang Iran–Israel dan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Singgung Dampak ke Ekonomi Indonesia

Terobosan ekonomi yang dijanjikan dalam beberapa bulan ke depan diharapkan mampu menekan angka inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Presiden optimis bahwa dengan manajemen yang tepat, Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang tetap stabil secara ekonomi meskipun peta kekuatan dunia sedang berguncang. Kemandirian pangan dan energi menjadi salah satu pilar utama yang terus didorong oleh kabinet di bawah kepemimpinannya.

Ajakan Untuk Rukun dan Waspada

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada namun tidak panik. Beliau menekankan bahwa "dangerous time" yang kita huni saat ini menuntut kedewasaan politik dan soliditas sosial. Perselisihan internal di dalam negeri hanya akan memperlemah posisi Indonesia dalam menghadapi ancaman luar yang jauh lebih besar dan destruktif.

Dengan persiapan yang matang dan fokus pada penguatan ekonomi domestik, pemerintah berharap Indonesia dapat melewati fase kritis ini. Kewaspadaan terhadap dinamika Amerika, Iran, dan Rusia tetap menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri Indonesia demi menjaga kepentingan nasional dan keselamatan rakyat dari bayang-bayang kelam perang global.

Baca Juga: Indonesia Bisa Keluar dari Board of Peace Versi Trump? Polemik Pasal 11, Ancaman Perang Dunia Ketiga, dan Dampaknya bagi Politik Luar Negeri RI

Editor : Natasha Eka Safrina
#presiden prabowo subianto #ekonomi indonesia #perang dunia ketiga