Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saudi Aramco Lumpuh Usai Diserang, Iran Tutup Selat Hormus! Dunia Terancam Krisis Minyak Global 2026

Muhammad Rusdian Nuzula • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:40 WIB

Saudi Aramco diserang dan Selat Hormus ditutup Iran, ancaman krisis minyak global 2026 picu lonjakan harga energi dunia.
Saudi Aramco diserang dan Selat Hormus ditutup Iran, ancaman krisis minyak global 2026 picu lonjakan harga energi dunia.

RADAR TULUNGAGUNG - Dunia kembali dikejutkan oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang berdampak langsung pada sektor energi. Saudi Aramco menjadi sorotan setelah fasilitas kilang minyaknya diserang drone, memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan minyak.

Serangan ini memaksa Saudi Aramco menghentikan sementara operasional kilang Ras Tanura. Meski berhasil dikendalikan, dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak mulai menunjukkan tanda kenaikan akibat gangguan produksi dari salah satu pemasok terbesar dunia.

Situasi semakin kompleks ketika Iran menutup Selat Hormus. Langkah ini menjadi sinyal eskalasi konflik yang lebih luas dan berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia secara besar-besaran.

Baca Juga: Saham-Saham Dividen Menarik untuk Dibeli di Tengah Ketidakpastian Pasar: Tips Investasi STS di Maret 2026

Kilang Saudi Aramco Jadi Target Serangan

Kilang Ras Tanura dikenal sebagai salah satu fasilitas penting milik Saudi Aramco. Serangan drone terhadap fasilitas ini menunjukkan bahwa infrastruktur energi global kini menjadi target strategis dalam konflik modern.

Penghentian operasional, meski sementara, cukup untuk mengguncang pasar. Investor dan pelaku industri langsung bereaksi terhadap potensi terganggunya pasokan minyak dalam jumlah besar.

Hal ini memperlihatkan betapa krusialnya peran Saudi Aramco dalam menjaga keseimbangan energi global. Gangguan kecil saja dapat berdampak besar pada harga dan distribusi.

Penutupan Selat Hormus Picu Kepanikan

Langkah Iran menutup Selat Hormus menjadi titik krisis berikutnya. Jalur ini merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Penutupan ini dilakukan sebagai respons atas serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan ini membuat kapal tanker tidak dapat melintas, sehingga distribusi energi global terhambat.

Insiden tambahan berupa serangan terhadap kapal tanker memperkuat kekhawatiran akan keamanan jalur pelayaran. Situasi ini meningkatkan risiko gangguan pasokan yang lebih luas.

Baca Juga: Strategi Investasi Saham di Tengah Ketegangan Global: Pilih Saham Sektor Emas, Minyak, atau Perkapalan?

Dampak Besar ke Harga Minyak Dunia

Dengan terganggunya produksi Saudi Aramco dan ditutupnya Selat Hormus, harga minyak dunia berada dalam tekanan kuat untuk naik. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut.

Jika kondisi ini berlangsung lama, bukan tidak mungkin harga minyak akan melonjak tajam. Dampaknya akan dirasakan secara global, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi industri.

Negara-negara pengimpor minyak akan menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar. Inflasi berpotensi meningkat seiring naiknya harga energi.

Baca Juga: THR 2026 PNS dan Pensiunan Cair ? Ini Hitungan Satu Kali Gaji dan Pensiun Pokok

Konflik Meluas, Dunia Waspada

Eskalasi konflik juga terlihat dari serangan di Iran, khususnya di Teheran. Serangan tersebut menimbulkan korban dan memicu gelombang duka di masyarakat.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap korban. Ribuan warga turun ke jalan, menunjukkan solidaritas dan kesedihan mendalam.

Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya berdampak pada sektor militer dan politik, tetapi juga sosial dan ekonomi. Dunia kini menghadapi ketidakpastian yang tinggi.

Krisis Saudi Aramco dan Selat Hormus menjadi peringatan bahwa stabilitas energi global sangat rentan terhadap konflik geopolitik. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah ekonomi dunia di tahun 2026.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#harga minyak dunia #Selat Hormus #saudi aramco