Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saudi Aramco Diserang Drone! Kilang Minyak Ras Tanura Lumpuh, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Tajam

Muhammad Rusdian Nuzula • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:45 WIB

Saudi Aramco diserang drone di 2026, kilang Ras Tanura sempat tutup dan harga minyak dunia melonjak hingga 10 persen.
Saudi Aramco diserang drone di 2026, kilang Ras Tanura sempat tutup dan harga minyak dunia melonjak hingga 10 persen.

RADAR - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah fasilitas milik Saudi Aramco menjadi target serangan drone. Insiden ini menyebabkan kilang minyak Ras Tanura sempat ditutup sementara dan memicu lonjakan harga minyak global.

Serangan terhadap Saudi Aramco terjadi pada awal Maret 2026 dan langsung berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan energi terbesar di dunia tersebut. Kilang Ras Tanura, yang merupakan salah satu pusat pengolahan dan ekspor minyak terbesar, mengalami gangguan serius akibat serangan pesawat tak berawak.

Dalam perkembangan terbaru, Saudi Aramco mengonfirmasi bahwa operasional kilang telah kembali dibuka setelah sempat dihentikan untuk alasan keamanan dan evaluasi kerusakan. Meski demikian, dampak dari serangan tersebut masih terasa di pasar energi global.

Baca Juga: Saudi Aramco Diserang Drone, Selat Hormus Ditutup Iran, Dunia Panik! Harga Minyak Terancam Meledak di 2026

Serangan Drone Picu Ketegangan Kawasan

Serangan drone yang menghantam fasilitas Saudi Aramco disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target strategis di wilayah Teluk.

Aksi ini disebut sebagai respons terhadap serangan yang sebelumnya dilakukan oleh Israel dengan dukungan dari Amerika Serikat. Konflik yang melibatkan sejumlah negara ini membuat situasi keamanan kawasan menjadi semakin tidak stabil.

Selain Arab Saudi, sejumlah kota penting di Teluk seperti Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, hingga wilayah komersial di Oman juga dilaporkan terkena dampak serangan.

Dampak ke Distribusi dan Harga Minyak

Serangan terhadap Saudi Aramco tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga mengganggu rantai pasokan energi global. Beberapa pusat distribusi minyak di kawasan Teluk dilaporkan mengalami gangguan aktivitas.

Akibatnya, harga minyak mentah dunia langsung meroket. Data awal menunjukkan harga minyak jenis Brent mengalami kenaikan hingga sekitar 10 persen dalam waktu singkat setelah serangan terjadi.

Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama minyak dunia.

Para analis energi menilai bahwa serangan terhadap fasilitas vital seperti milik Saudi Aramco berpotensi memicu volatilitas berkepanjangan di pasar global, terutama jika konflik terus bereskalasi.

Saudi Aramco Pastikan Operasional Kembali Normal

Pihak Saudi Aramco bergerak cepat untuk memulihkan operasional kilang Ras Tanura. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, perusahaan memastikan bahwa fasilitas tersebut kini kembali beroperasi secara bertahap.

Meski tidak ada laporan kerusakan permanen yang signifikan, langkah penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari protokol keamanan perusahaan.

Saudi Aramco juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

Ancaman Baru bagi Stabilitas Energi Global

Serangan drone ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur energi tetap menjadi target strategis dalam konflik modern. Ketergantungan dunia terhadap minyak dari Timur Tengah membuat setiap gangguan kecil sekalipun dapat berdampak besar.

Peristiwa ini juga mempertegas bahwa keamanan energi kini tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada stabilitas politik dan keamanan kawasan.

Dengan meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, risiko serangan lanjutan masih terbuka. Hal ini membuat pasar global terus waspada terhadap perkembangan situasi.

Saudi Aramco kini menjadi simbol bagaimana konflik geopolitik dapat langsung berdampak pada ekonomi global. Dunia pun menunggu langkah selanjutnya dari para pihak terkait dalam meredakan ketegangan yang terus meningkat.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Selat Hormus #saudi aramco #konflik iran