Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Serangan Drone Guncang Saudi Aramco! Kilang Ras Tanura Ditutup, Harga Minyak Dunia Melonjak 10 Persen

Muhammad Rusdian Nuzula • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:50 WIB

Saudi Aramco diserang drone 2026, kilang Ras Tanura sempat tutup dan harga minyak dunia melonjak drastis.
Saudi Aramco diserang drone 2026, kilang Ras Tanura sempat tutup dan harga minyak dunia melonjak drastis.

RADAR - Serangan drone yang menghantam fasilitas Saudi Aramco kembali mengguncang industri energi global. Kilang minyak Ras Tanura sempat ditutup sementara akibat insiden tersebut, memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada 2026. Saudi Aramco sebagai perusahaan minyak terbesar di dunia menjadi target strategis dalam konflik yang melibatkan sejumlah negara besar.

Penutupan sementara kilang Ras Tanura menunjukkan betapa rentannya infrastruktur energi terhadap serangan modern seperti drone. Meski kini telah kembali beroperasi, dampaknya sudah terasa luas di pasar global.

Baca Juga: Saudi Aramco Diserang Drone, Selat Hormus Ditutup Iran, Dunia Panik! Harga Minyak Terancam Meledak di 2026

Eskalasi Konflik Jadi Pemicu Utama

Serangan terhadap Saudi Aramco tidak terjadi secara terpisah. Insiden ini merupakan bagian dari rangkaian konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Iran disebut melancarkan serangan balasan terhadap berbagai target di kawasan Teluk setelah meningkatnya ketegangan dengan Israel. Situasi ini membuat kawasan menjadi semakin tidak stabil.

Sejumlah wilayah penting seperti Abu Dhabi, Dubai, Doha, hingga Manama ikut terdampak oleh gelombang serangan.

Gangguan Distribusi Energi Global

Dampak langsung dari serangan ini adalah terganggunya distribusi minyak dari kawasan Teluk. Beberapa pusat logistik energi dilaporkan mengalami gangguan operasional.

Hal ini membuat pasar bereaksi cepat. Harga minyak mentah dunia melonjak hingga sekitar 10 persen dalam waktu singkat, menandakan tingginya kekhawatiran investor terhadap pasokan global.

Lonjakan harga ini juga dipicu oleh ketidakpastian yang masih menyelimuti kawasan. Jika konflik terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga energi akan terus mengalami fluktuasi tajam.

Baca Juga: Saham-Saham Dividen Menarik untuk Dibeli di Tengah Ketidakpastian Pasar: Tips Investasi STS di Maret 2026

Respons Cepat Saudi Aramco

Saudi Aramco bergerak cepat untuk mengatasi dampak serangan. Kilang Ras Tanura yang sempat ditutup kini telah kembali beroperasi setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Perusahaan memastikan bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga keselamatan fasilitas dan pekerja, sekaligus memastikan tidak ada kerusakan serius yang dapat mengganggu produksi jangka panjang.

Dengan pengalaman menghadapi berbagai ancaman sebelumnya, Saudi Aramco menunjukkan kesiapan dalam menangani situasi darurat.

Risiko Jangka Panjang bagi Pasar Energi

Serangan ini memperlihatkan bahwa konflik geopolitik memiliki dampak langsung terhadap stabilitas energi global. Ketergantungan dunia terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah membuat setiap gangguan menjadi sangat krusial.

Selain itu, penggunaan drone sebagai alat serangan menunjukkan perubahan pola konflik modern yang lebih sulit diprediksi dan diantisipasi.

Para analis menilai bahwa kejadian ini bisa menjadi awal dari ketidakstabilan yang lebih luas jika tidak segera ada upaya meredakan konflik.

Saudi Aramco kini berada di garis depan dalam menghadapi tantangan ini. Dunia pun terus memantau perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi ekonomi global secara signifikan.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#saudi aramco #konflik iran