Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ramalan Perang Dunia ke 3 Menggema, Ratu Ayu Sebut Indonesia Jadi Target dan Terancam Berubah Jadi Kerajaan

Davina Ar Raafika • Selasa, 3 Maret 2026 | 18:55 WIB

Ramalan Perang Dunia ke 3 kembali viral, Indonesia disebut jadi target dan terancam berubah jadi kerajaan.
Ramalan Perang Dunia ke 3 kembali viral, Indonesia disebut jadi target dan terancam berubah jadi kerajaan.

JAKARTA - Ramalan Perang Dunia ke 3 kembali menjadi perbincangan hangat setelah pernyataan kontroversial Ratu Ayu Losari dalam sebuah podcast viral di YouTube.

Dalam perbincangan tersebut, ia memprediksi konflik global akan memuncak dan menyeret Indonesia ke dalam pusaran geopolitik dunia pada periode 2026 hingga 2030.

Ramalan Perang Dunia ke 3 itu disebutnya bukan sekadar isu, melainkan proses yang disebut sudah mulai terlihat tanda-tandanya.

Ratu Ayu menyinggung eskalasi ketegangan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, termasuk dinamika konflik di Venezuela.

Dalam podcast tersebut, Ratu Ayu menyebut Indonesia berada dalam posisi “maju kena, mundur kena”.

Ia menilai tekanan terhadap pemerintahan saat ini bukan lagi sebatas persoalan bencana alam atau polemik domestik, tetapi lebih kepada tekanan geopolitik dan negosiasi politik luar negeri yang tidak terekspos ke publik.

Indonesia Disebut Jadi Target Perebutan Sumber Daya

Menurut Ratu Ayu, kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa negara ini berpotensi terseret dalam konflik global. Ia menyebut beberapa wilayah strategis seperti Papua, Aceh, dan Kalimantan sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya besar dan dinilai menjadi incaran kekuatan asing.

“Indonesia adalah ancaman terbesar. Sesungguhnya tujuan mereka adalah Indonesia,” ujarnya dalam tayangan tersebut.

Ia juga mengaitkan situasi global dengan dugaan embargo dan intervensi yang terjadi di Venezuela. Dalam narasinya, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Rusia di kawasan Amerika Latin dianggap sebagai bagian dari pemanasan menuju konflik yang lebih besar.

Prediksi Indonesia Berubah Jadi Kerajaan

Yang lebih mengejutkan, Ratu Ayu kembali mengulang prediksi lamanya bahwa Indonesia akan berubah sistem pemerintahan menjadi kerajaan dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyebut perubahan itu bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan transformasi sistem ketatanegaraan.

“Indonesia akan menjadi negara kerajaan dan kembali seperti zaman kerajaan,” katanya.

Dalam pernyataannya, ia bahkan menyebut kemungkinan bahwa pemimpin di masa mendatang bukan berasal dari bangsa sendiri, melainkan figur yang dikendalikan kepentingan asing. Pernyataan ini pun memicu pro dan kontra di kalangan warganet.

Ia juga menyinggung isu yang beredar di media sosial bahwa Presiden terpilih disebut-sebut akan menjadi presiden terakhir Indonesia sebelum sistem berubah total. Meski demikian, tidak ada bukti atau data konkret yang disampaikan untuk mendukung klaim tersebut.

Tanda-Tanda Alam dan Gunung Meletus

Selain konflik geopolitik, Ratu Ayu juga mengaitkan ramalan Perang Dunia ke 3 dengan tanda-tanda alam. Ia menyebut akan ada tujuh hingga sembilan gunung yang meletus sebagai pertanda besar.

Namun, ia tidak merinci gunung mana yang dimaksud maupun waktu pastinya. Ia hanya menyebut bahwa periode 2026 hingga 2030 akan menjadi masa berat bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut diiringi ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak doa dan istighasah agar potensi konflik global tidak benar-benar terjadi.

Respons Publik Terbelah

Video podcast tersebut langsung menuai respons beragam. Sebagian warganet menganggapnya sebagai peringatan agar masyarakat waspada terhadap dinamika geopolitik global. Namun, tidak sedikit pula yang menilai ramalan tersebut terlalu spekulatif dan berpotensi menimbulkan ketakutan berlebihan.

Pengamat geopolitik sendiri menilai bahwa ketegangan global memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait rivalitas Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok. Namun, menyimpulkan bahwa Perang Dunia ke 3 akan pecah dalam waktu dekat dinilai terlalu prematur tanpa indikator militer dan diplomatik yang jelas.

Yang pasti, isu ramalan Perang Dunia ke 3 selalu menarik perhatian publik, apalagi jika dikaitkan dengan masa depan Indonesia. Di tengah dinamika global yang terus berubah, masyarakat diimbau tetap bijak menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi.

Editor : Davina Ar Raafika
#Indonesia 2026 #Konflik Geopolitik #Ramalan Perang Dunia ke 3 #Ratu Ayu Losari #perang dunia ketiga