Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ramalan Perang Dunia ke 3 Kian Mengerikan, Ratu Ayu Sebut Haji Terakhir 2026 hingga Munculnya Yajuj Majuj

Davina Ar Raafika • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:05 WIB

Ramalan Perang Dunia ke 3 kembali viral, sebut 2026 haji terakhir hingga kemunculan Yajuj Majuj.
Ramalan Perang Dunia ke 3 kembali viral, sebut 2026 haji terakhir hingga kemunculan Yajuj Majuj.

JAKARTA - Ramalan Perang Dunia ke 3 kembali menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial Ratu Ayu dalam sebuah kanal YouTube. Dalam perbincangan tersebut, ia mengaitkan konflik global, fenomena alam, hingga tanda-tanda akhir zaman yang disebutnya mulai terlihat memasuki 2026.

Ramalan Perang Dunia ke 3 yang disampaikan kali ini bukan hanya soal geopolitik antara negara besar, tetapi juga menyentuh isu spiritual dan fenomena supranatural. Ia bahkan menyebut 2026 bisa menjadi tahun terakhir ibadah haji berlangsung seperti yang dikenal saat ini.

“Bisa jadi tahun ini adalah tahun terakhir untuk haji,” ujarnya dalam tayangan tersebut. Pernyataan itu sontak memicu perdebatan luas di media sosial.

Konflik Timur Tengah dan Peran Amerika

Dalam paparannya, Ratu Ayu menilai ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama potensi Perang Dunia ke 3. Ia menyinggung konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang disebutnya berpotensi meluas.

Menurutnya, selama Amerika masih berdiri sebagai negara adidaya dengan dukungan Israel, poros kekuatan global belum akan runtuh dalam waktu dekat. Ia mengingatkan bahwa sejak berakhirnya Perang Dunia II pada 1945, Amerika menjadi kekuatan dominan dunia dan pengaruhnya masih sangat kuat.

“Iya, masih lama,” katanya saat ditanya apakah dominasi Amerika akan segera berakhir.

Ia juga menilai Israel memiliki keunggulan teknologi dan strategi yang membuatnya berperan penting dalam peta konflik global.

Haji Disebut Terancam

Salah satu bagian paling kontroversial adalah prediksi mengenai ibadah haji. Ratu Ayu mengaku melihat fenomena cahaya sangat terang di Tanah Suci dan mengaitkannya dengan peristiwa besar yang akan datang.

Ia menyebut dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan terjadi masa yang sangat menentukan bagi umat manusia. Perang global, menurutnya, dapat mempercepat perubahan besar di kawasan Timur Tengah, termasuk di Mekah.

Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan konkret mengenai bagaimana perang bisa menghentikan ibadah haji, selain menyebut adanya eskalasi konflik besar.

Yajuj Majuj dan Eksperimen Manusia

Ramalan Perang Dunia ke 3 juga dikaitkan dengan kemunculan Yajuj Majuj. Dalam penuturannya, Ratu Ayu menyebut makhluk tersebut bukan sekadar simbol, melainkan entitas yang menurutnya sudah “dipersiapkan”.

Ia bahkan mengaitkannya dengan eksperimen teknologi dan biologis yang disebut dilakukan oleh pihak tertentu. Dalam narasinya, makhluk tersebut digambarkan menyerupai manusia yang terjangkit virus dan saling menyerang.

Klaim tersebut tentu tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih masuk dalam ranah kepercayaan pribadi. Namun, pernyataan itu tetap menarik perhatian publik karena disampaikan dalam konteks konflik global dan perkembangan teknologi militer.

Fenomena Alam dan Great Reset

Selain isu geopolitik, Ratu Ayu juga menyinggung fenomena alam seperti gerhana bulan, gerhana matahari total, dan perubahan cuaca ekstrem sebagai tanda alam yang tidak biasa. Ia mengaitkannya dengan percepatan waktu dan kondisi bumi yang disebutnya “tidak baik-baik saja”.

Tak hanya itu, ia juga menyebut istilah “great reset” yang sering diperbincangkan di berbagai teori konspirasi global. Menurutnya, ada kemungkinan dunia akan mengalami perombakan besar sebelum 2030.

Ia bahkan menyatakan bahwa peperangan modern bukan lagi sekadar manusia melawan manusia, melainkan perang teknologi, termasuk penggunaan satelit dan sistem canggih untuk menghancurkan suatu wilayah.

Respons dan Catatan Penting

Ramalan Perang Dunia ke 3 yang disampaikan Ratu Ayu memunculkan pro dan kontra. Sebagian warganet menganggapnya sebagai peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap dinamika global. Namun, banyak pula yang menilai pernyataan tersebut terlalu spekulatif dan tidak berdasar pada fakta ilmiah.

Pengamat hubungan internasional sendiri menilai bahwa meskipun ketegangan global meningkat, prediksi mengenai haji terakhir, Yajuj Majuj, atau kehancuran total dunia tidak memiliki indikator faktual yang dapat diverifikasi.

Konflik global memang berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik. Namun, penting bagi masyarakat untuk menyaring informasi secara kritis dan tidak mudah terpengaruh narasi yang belum tentu kebenarannya.

Di tengah arus informasi yang deras, literasi dan rasionalitas tetap menjadi kunci.

 

Editor : Davina Ar Raafika
#konflik timur tengah #Haji 2026 #Ratu Ayu #Ramalan Perang Dunia ke 3 #Yajuj Majuj