Profil Benjamin Netanyahu: Perdana Menteri Israel Paling Lama Berkuasa yang Dikecam Dunia Usai Serangan Israel ke Gaza

Ayu Dhea Cheryl • Dipublikasikan Jumat, 13 Maret 2026 | 12:34 WIB

Profil Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh dan kontroversial dalam politik Timur Tengah.
Profil Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh dan kontroversial dalam politik Timur Tengah.

Profil Benjamin Netanyahu, PM Israel yang Jadi Sorotan Dunia Usai Serangan Israel ke Gaza

Nama Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan dunia setelah serangan militer Israel ke wilayah Jalur Gaza yang memicu korban sipil dalam jumlah besar. Kebijakan keras yang diambil Netanyahu dalam konflik dengan Hamas membuatnya menuai kecaman dari berbagai pihak internasional.

Serangan Israel ke Gaza membuat ribuan warga sipil Palestina menjadi korban. Dalam situasi tersebut, Benjamin Netanyahu disebut sebagai sosok yang berada di balik keputusan militer Israel. Banyak pihak bahkan mendesaknya mundur dari jabatan Perdana Menteri karena dinilai memperburuk konflik.

Di tengah tekanan internasional, Benjamin Netanyahu justru menegaskan sikapnya yang tegas. Ia menolak gencatan senjata dan menyatakan bahwa saat ini adalah waktu bagi Israel untuk menghancurkan kelompok militan Hamas yang dianggap sebagai ancaman utama bagi keamanan negara.

Baca juga:Awal Kehidupan Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, Israel. Ia berasal dari keluarga akademisi yang memiliki latar belakang intelektual kuat. Ayahnya, Benzion Netanyahu, dikenal sebagai profesor sejarah Yahudi sekaligus editor ensiklopedia Ibrani.

Masa kecil Netanyahu sebagian besar dihabiskan di Yerusalem. Namun saat berusia 14 tahun, keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena pekerjaan ayahnya sebagai profesor.

Ia menghabiskan masa remaja di Pennsylvania dan menempuh pendidikan di Cheltenham High School. Di sekolah tersebut, Netanyahu aktif dalam berbagai kegiatan seperti klub debat, catur, hingga olahraga.

Pengalaman tinggal di Amerika Serikat membuatnya fasih berbahasa Inggris dengan aksen Amerika yang masih terdengar hingga saat ini.

Baca juga:Karier Militer dan Pendidikan di Amerika

Setelah lulus sekolah pada 1967, Benjamin Netanyahu kembali ke Israel dan bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Ia bertugas di unit elite pasukan khusus Sayeret Matkal selama lima tahun.

Dalam karier militernya, Netanyahu terlibat dalam sejumlah operasi penting. Salah satu yang paling terkenal adalah operasi penyelamatan sandera pesawat Sabena pada 1972. Dalam operasi tersebut, ia sempat mengalami luka tembak di bahu.

Setelah menyelesaikan dinas militer, Netanyahu kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan. Ia menempuh studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan memperoleh gelar sarjana serta master dalam bidang arsitektur dan manajemen.

Selain itu, ia juga sempat belajar ilmu politik di Harvard University.

Baca juga:Awal Karier Politik dan Diplomasi

Karier politik Benjamin Netanyahu mulai menanjak ketika ia ditunjuk sebagai duta besar Israel untuk Amerika Serikat pada awal 1980-an. Kemampuannya berbicara di media serta penguasaan bahasa Inggris membuatnya menjadi wajah diplomasi Israel di televisi Amerika.

Pada 1984 hingga 1988, ia menjabat sebagai duta besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di forum internasional tersebut, Netanyahu dikenal sebagai pembela kuat kepentingan Israel.

Setelah kembali ke Israel, ia bergabung dengan partai sayap kanan Likud dan terpilih sebagai anggota parlemen pada 1988.

Baca juga:Menjadi Perdana Menteri Israel

Puncak karier politik Benjamin Netanyahu terjadi pada 1996 ketika ia terpilih sebagai Perdana Menteri Israel pada usia 47 tahun. Ia menjadi salah satu pemimpin termuda yang pernah memimpin negara tersebut.

Sepanjang masa kepemimpinannya, Netanyahu dikenal memiliki kebijakan keamanan yang keras terhadap Palestina. Ia juga sering mengkritik berbagai perjanjian damai yang dianggap merugikan Israel.

Netanyahu beberapa kali kembali menjabat sebagai Perdana Menteri, termasuk pada 2009 dan 2015. Pada 2022, ia kembali memenangkan pemilu dan mencetak rekor sebagai pemimpin Israel dengan masa jabatan terlama.

Baca juga:Kontroversi dan Kasus Hukum

Di balik karier politiknya yang panjang, Benjamin Netanyahu juga tidak lepas dari berbagai kontroversi. Pada 2019, ia didakwa dalam sejumlah kasus yang berkaitan dengan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Meski menghadapi proses hukum, Netanyahu menolak semua tuduhan tersebut. Ia menyebut kasus tersebut sebagai upaya politisasi dari lawan-lawan politiknya.

Bahkan saat menjalani persidangan pada 2020, Netanyahu tetap menjabat sebagai Perdana Menteri. Hal ini menjadikannya pemimpin Israel pertama yang menghadapi tuntutan pidana saat masih menjabat.

Baca juga:Sosok yang Kontroversial di Mata Dunia

Dalam konflik Israel dan Palestina yang terus memanas, sosok Benjamin Netanyahu menjadi figur yang sangat kontroversial. Pendukungnya menilai ia sebagai pemimpin kuat yang mampu menjaga keamanan Israel.

Namun bagi para pengkritiknya, kebijakan Netanyahu justru dianggap memperburuk konflik di Timur Tengah dan menghambat upaya perdamaian.

Di tengah situasi geopolitik yang terus memanas, nama Benjamin Netanyahu diperkirakan masih akan terus menjadi pusat perhatian dunia.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
perdana menteri israel benjamin netanyahu Profil Benjamin Netanyahu Israel Palestina serangan israel ke gaza