Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Haji Her Sultan Madura Gelar Acara Selawat dan Bagi-bagi Uang, Istana 3 Hektar Jadi Sorotan Publik

Divka Vance Yandriana • 2026-03-14 19:58:02

Haji Her Sultan Madura gelar selawat dan bagi-bagi uang di istana 3 hektar, tunjukkan kepedulian sosial dan filantropi bagi publik Pamekasan.
Haji Her Sultan Madura gelar selawat dan bagi-bagi uang di istana 3 hektar, tunjukkan kepedulian sosial dan filantropi bagi publik Pamekasan.

PAMEKASAN - Ribuan warga dan pengunjung berkesempatan hadir langsung dalam acara selawat yang digelar oleh Haji Her, pengusaha ternama sekaligus pengusaha tembakau dari Madura. Kegiatan ini berlangsung di kompleks istana Haji Her yang luasnya mencapai sekitar 3 hektar di Jalan Raya Terasak, Pamekasan.

Acara tersebut menarik perhatian publik karena selain selawat bersama, Haji Her juga membagikan uang tunai secara spontan kepada para pengunjung. Suasana semakin meriah saat para tamu berinteraksi dengan bos PT Bawang Mas Group ini, yang dikenal luas sebagai figur dermawan dan sukses bisnis. Banyak pengunjung mengambil kesempatan untuk berfoto di taman-taman yang indah dan koleksi bonsai mahal yang menghiasi halaman istana.

Baca Juga: Perdebatan Tuhan, Mesias, dan Kitab Suci: Dialog Islam–Yahudi Ungkap Perbedaan Besar Antara Yudaisme, Kristen, dan Islam

Istana Haji Her: Sultan Madura

Haji Her, atau Haji Khairul Umam, disebut sebagai “Sultan Madura” oleh masyarakat setempat karena kekayaan dan kepeduliannya. Rumah megahnya berdiri empat lantai, dilengkapi villa, taman luas, dan gudang yang menampung berbagai aset usaha. Bahkan, bagian halaman istana sering dijadikan tempat untuk acara umum maupun selawat rutin setiap pekan.

Menurut Kepala Gudang PT Bawang Mas, Anan Maulana, kompleks seluas tiga hektar ini mampu menampung ribuan tamu. “Untuk acara ini, kami mempersiapkan konsumsi sekitar 25.000 orang, meski kapasitas tempat masih memungkinkan untuk lebih banyak pengunjung,” ungkap Anan.

Acara selawat yang diadakan Haji Her bersifat terbuka untuk publik. Tidak ada undangan khusus, sehingga siapa pun bisa menghadiri kegiatan tersebut. Dalam acara pekanannya, Haji Her rutin mengundang para habaib dan ulama, termasuk Habib Lufi dan Habib Abidin, untuk memimpin selawat bagi seluruh masyarakat Pamekasan.

Baca Juga: Perbedaan Islam Sunni dan Syiah yang Sering Diperdebatkan: Dari Rukun Iman, Syahadat hingga Konsep Kepemimpinan

Filantropi dan Kepedulian Sosial

Selain acara keagamaan, Haji Her juga dikenal karena aksi filantropinya. Ia kerap membagikan uang tunai secara spontan pada berbagai kesempatan, termasuk di kegiatan sosial dan pendidikan. Pada kesempatan ini, pembagian uang dilakukan untuk para pengunjung acara selawat, menegaskan komitmen Haji Her untuk berbagi rezeki secara ikhlas tanpa memandang status.

Sosok Haji Her menjadi sorotan publik tidak hanya karena kekayaannya, tetapi juga karena kepedulian sosialnya yang nyata. Sebelumnya, ia pernah membangun 1.000 rumah untuk warga miskin di Pamekasan tanpa syarat rumit. Ia juga aktif meningkatkan kesejahteraan petani tembakau melalui PT Bawang Mas Group, perusahaan yang membeli tembakau langsung dari petani untuk memastikan harga adil.

Baca Juga: Panduan Resmi Lapor SPT Tahunan PPh Orang Pribadi via Coretax DJP, Karyawan Satu Perusahaan Wajib Tahu

Keberhasilan Bisnis dan Inspirasi

Haji Her lahir di Pamekasan pada 25 November 1981. Sejak muda, ia menekuni bisnis tembakau, yang kemudian berkembang menjadi usaha besar yang mencakup minuman, makanan cepat saji, serta operator kafe melalui Bento Grup Indonesia. Bisnisnya tidak hanya menumbuhkan ekonomi pribadi, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat Madura.

Dalam wawancara singkat, Haji Her menekankan bahwa sukses bagi dirinya bukan sekadar kekayaan, tetapi menjadi orang baik dan memperlakukan orang lain dengan adil. “Sukses bagi saya adalah menjadi orang baik dan memberi manfaat bagi orang banyak,” ujarnya. Filosofi inilah yang mendorong Haji Her membangun istana luas sekaligus menjadikannya tempat acara sosial dan keagamaan untuk publik.

Acara selawat dan pembagian uang yang digelar Haji Her menjadi bukti nyata bagaimana seorang pengusaha sukses dapat menggabungkan bisnis, spiritualitas, dan kepedulian sosial. Kompleks istana yang megah, pengelolaan acara terbuka, dan aksi filantropi Haji Her menegaskan posisinya sebagai figur inspiratif dan Sultan Madura yang dihormati oleh masyarakat.

Editor : Divka Vance Yandriana