Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Bani Israil dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Sulaiman, Kisah Panjang Bangsa Yahudi yang Jarang Dibahas

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:50 WIB

Sejarah Bani Israil dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Sulaiman, perjalanan panjang bangsa Yahudi dari Mesir menuju Palestina.
Sejarah Bani Israil dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Sulaiman, perjalanan panjang bangsa Yahudi dari Mesir menuju Palestina.

JAKARTA - Pembahasan mengenai sejarah Bani Israil kembali ramai dibicarakan setelah sebuah video edukasi di YouTube menjelaskan perjalanan panjang bangsa Yahudi sejak masa Nabi Ibrahim hingga masa Nabi Sulaiman. Video tersebut mengulas asal-usul Bani Israil, perjalanan mereka dari Mesir ke Palestina, hingga masa kejayaan yang dipimpin para nabi.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa sejarah Bani Israil berawal dari keturunan Nabi Ibrahim. Dari garis keturunan ini lahir Nabi Ishaq, kemudian Nabi Yaqub yang dikenal juga dengan nama Israel. Dari Nabi Yaqub inilah kemudian muncul istilah Bani Israil yang berarti keturunan Israel.

Istilah ini merujuk pada seluruh keturunan Nabi Yaqub yang berjumlah 12 orang anak dan berkembang menjadi sebuah bangsa besar. Dalam perjalanan sejarahnya, bangsa ini mengalami berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas mereka hingga saat ini.

Baca Juga: Tiga Janji Allah kepada Bani Israil dalam Surah Al-Isra: Tafsir Ayat 4–7, Dari Kerusakan hingga Kebangkitan

Asal Usul Bani Israil dari Nabi Yaqub

Dalam penjelasan sejarah tersebut, Nabi Yaqub memiliki dua belas anak yang kemudian menjadi cikal bakal suku-suku Bani Israil. Salah satu anak yang paling terkenal adalah Nabi Yusuf.

Kisah Nabi Yusuf sendiri cukup populer dalam tradisi Islam maupun kitab suci lainnya. Ia sempat mengalami pengkhianatan dari saudara-saudaranya hingga dibuang ke dalam sumur dan kemudian dibawa ke Mesir oleh para pedagang.

Di Mesir, Nabi Yusuf akhirnya diangkat menjadi pejabat penting kerajaan karena kecerdasannya. Ketika itu pula ia membawa keluarganya, termasuk Nabi Yaqub dan saudara-saudaranya, untuk tinggal di Mesir.

Baca Juga: Perbedaan Islam Sunni dan Syiah yang Sering Diperdebatkan: Dari Rukun Iman, Syahadat hingga Konsep Kepemimpinan

Dari sinilah Bani Israil berkembang pesat di wilayah Mesir hingga menjadi kelompok masyarakat yang cukup besar.

Penindasan di Mesir dan Munculnya Nabi Musa

Namun situasi berubah setelah Nabi Yusuf wafat. Bangsa Mesir yang dipimpin oleh Fir’aun mulai menindas Bani Israil. Mereka dipaksa bekerja keras dan hidup dalam tekanan.

Dalam kondisi inilah Allah mengutus Nabi Musa untuk membebaskan Bani Israil dari penindasan tersebut.

Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Musa memperlihatkan berbagai mukjizat yang disaksikan langsung oleh Bani Israil. Salah satu mukjizat yang paling terkenal adalah terbelahnya Laut Merah ketika Nabi Musa dan pengikutnya dikejar oleh pasukan Fir’aun.

Baca Juga: Panduan Resmi Lapor SPT Tahunan PPh Orang Pribadi via Coretax DJP, Karyawan Satu Perusahaan Wajib Tahu

Selain itu, terdapat pula mukjizat lain seperti keluarnya dua belas mata air dari batu ketika Bani Israil mengalami kekurangan air di tengah perjalanan.

Meski telah menyaksikan berbagai mukjizat tersebut, sebagian kaum Bani Israil tetap menunjukkan sikap keras kepala dan sering menolak perintah Nabi Musa.

Turunnya Kitab Taurat

Dalam perjalanan sejarah Bani Israil, peristiwa penting lainnya adalah turunnya Kitab Taurat kepada Nabi Musa. Kitab ini menjadi pedoman bagi kaum Bani Israil dalam menjalankan kehidupan dan ibadah mereka.

Kitab Taurat diturunkan di Bukit Tursina setelah Nabi Musa menjalani ibadah selama 40 hari. Namun ketika Nabi Musa kembali kepada kaumnya, ia mendapati sebagian Bani Israil menyembah patung anak sapi.

Peristiwa ini membuat Nabi Musa sangat marah karena mereka telah menyimpang dari ajaran tauhid yang dibawanya.

Kepemimpinan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Setelah masa Nabi Musa dan generasi berikutnya, Bani Israil akhirnya memasuki wilayah Palestina. Dalam perjalanan sejarahnya, bangsa ini dipimpin oleh berbagai nabi dan raja.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah Bani Israil adalah Nabi Daud. Ia dikenal sebagai nabi sekaligus raja yang memimpin bangsa tersebut dalam berbagai peperangan.

Setelah Nabi Daud wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Nabi Sulaiman.

Di masa Nabi Sulaiman inilah Bani Israil mencapai puncak kejayaan. Nabi Sulaiman dikenal memiliki kekuasaan yang sangat luas, bahkan disebut mampu memimpin manusia, jin, serta memahami bahasa hewan.

Pada masa pemerintahannya pula dibangun sebuah bangunan suci yang dikenal sebagai Haikal Sulaiman.

Perebutan Wilayah Palestina

Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa wilayah Palestina menjadi pusat penting dalam sejarah Bani Israil. Kota Baitul Maqdis menjadi salah satu wilayah yang sangat dihormati oleh bangsa tersebut.

Namun sepanjang sejarahnya, wilayah ini juga menjadi lokasi konflik yang berkepanjangan antara berbagai kelompok dan bangsa.

Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa setelah masa kejayaan Bani Israil, wilayah tersebut pernah dihancurkan oleh pasukan Raja Bukhtun Nasar dari Babilonia. Peristiwa ini bahkan menyebabkan hilangnya banyak naskah kitab Taurat yang asli.

Akibatnya, kaum Bani Israil kemudian menyusun kembali kitab Taurat berdasarkan ingatan dan catatan yang tersisa.

Sejarah Panjang yang Masih Diperdebatkan

Hingga kini, sejarah Bani Israil masih menjadi salah satu topik yang sering dibahas dalam kajian sejarah dan agama. Banyak peristiwa dalam perjalanan bangsa ini yang memiliki berbagai versi penafsiran.

Meski demikian, kisah perjalanan Bani Israil tetap menjadi bagian penting dari sejarah peradaban Timur Tengah yang berkaitan erat dengan perkembangan agama-agama besar dunia.

Editor : Divka Vance Yandriana
#nabi ibrahim #Bani Israel #Nabi Sulaiman #yahudi