JAKARTA – Sejarah Yahudi kerap menjadi topik yang menarik sekaligus menimbulkan banyak perdebatan, khususnya di kalangan umat Islam. Banyak orang mengira Yahudi sejak awal merupakan sebuah agama, padahal dalam kajian sejarah dan tradisi keagamaan, istilah Yahudi pada mulanya merujuk pada sebuah suku yang berasal dari keturunan Nabi Yakub.
Dalam penelusuran sejarah Yahudi, istilah tersebut berasal dari Yehuda, salah satu anak Nabi Yakub. Nabi Yakub sendiri memiliki nama lain Israel, yang berarti hamba atau kekasih Allah. Dari sinilah muncul istilah Bani Israel, yakni sebutan bagi seluruh keturunan Nabi Yakub.
Nabi Yakub diketahui memiliki 12 orang anak dari beberapa istri. Dari kedua belas anak tersebut, salah satu yang menonjol adalah Yehuda, saudara Nabi Yusuf meski berbeda ibu. Keturunan Yehuda inilah yang kemudian diyakini menjadi cikal bakal munculnya bangsa Yahudi.
Awal Mula Bani Israel
Pada masa awal, Nabi Yakub dan keluarganya tinggal di wilayah Kanaan yang kini dikenal sebagai Palestina. Namun situasi berubah ketika Nabi Yusuf diangkat sebagai bendahara di kerajaan Mesir. Setelah itu, Nabi Yakub bersama seluruh keluarganya pindah ke Mesir dan hidup di sana dalam waktu yang cukup lama.
Di Mesir, Bani Israel berkembang pesat dan memiliki banyak keturunan. Salah satu garis keturunan yang berkembang cukup besar berasal dari Yehuda. Dalam sejumlah kisah disebutkan bahwa ia memiliki banyak keturunan dari sejumlah pernikahan yang dijalani.
Namun keadaan berubah setelah wafatnya Nabi Yusuf. Kekuasaan di Mesir berganti dan Bani Israel mulai mengalami penindasan serta perbudakan. Kondisi ini berlangsung hingga Allah mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk membebaskan mereka.
Perjalanan Menuju Tanah Palestina
Setelah Nabi Musa berhasil membawa Bani Israel keluar dari Mesir, mereka berniat kembali ke wilayah Palestina. Namun pada saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh kaum yang kuat sehingga untuk memasukinya diperlukan peperangan.
Sebagian besar Bani Israel merasa takut menghadapi peperangan tersebut. Akibatnya mereka tidak berani melawan dan akhirnya harus mengembara di wilayah gurun selama bertahun-tahun.
Dalam masa itu, Nabi Musa dan Nabi Harun wafat. Setelah periode kekosongan kepemimpinan, Bani Israel kembali mengalami tekanan dari seorang raja bernama Jalut.
Kisah Raja Thalut dan Nabi Daud
Dalam situasi sulit tersebut, Allah mengutus seorang nabi bernama Samuel. Bani Israel kemudian meminta agar diangkat seorang raja untuk memimpin mereka melawan Jalut.
Nabi Samuel akhirnya menunjuk Thalut sebagai raja. Meski sempat mendapat penolakan dari sebagian Bani Israel, Thalut tetap memimpin pasukan untuk berperang melawan Jalut.
Dalam peperangan itu, seorang pemuda bernama Daud berhasil membunuh Jalut. Sesuai janji Raja Thalut, Daud kemudian dinikahkan dengan putrinya dan menjadi pewaris kekuasaan. Peristiwa tersebut menandai awal kejayaan Bani Israel di wilayah tersebut.
Masa Kejayaan di Era Nabi Sulaiman
Setelah Nabi Daud wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Nabi Sulaiman. Pada masa pemerintahannya, Bani Israel mencapai masa kejayaan. Kerajaan berkembang pesat dan hukum Taurat dijalankan sebagai pedoman kehidupan masyarakat.
Dalam catatan sejarah, sejak masa Nabi Yakub hingga masa Nabi Sulaiman, istilah Yahudi belum merujuk pada agama tertentu. Istilah tersebut lebih mengarah pada identitas suku atau keturunan dari Yehuda.
Bani Israel pada masa itu masih menjalankan ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Meski demikian, sejarah mencatat bahwa sebagian dari mereka kerap melakukan pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut.
Terpecahnya Kerajaan Bani Israel
Setelah wafatnya Nabi Sulaiman, kerajaan Bani Israel mengalami perpecahan. Keturunan Yehuda dan Benyamin membentuk Kerajaan Yehuda dengan ibu kota Yerusalem. Sementara sepuluh suku lainnya mendirikan Kerajaan Israel di wilayah utara.
Perpecahan ini menjadi titik penting dalam perkembangan sejarah Yahudi. Dalam perjalanan waktu, sebagian kelompok mulai menafsirkan dan mengubah ajaran yang sebelumnya diwariskan dari para nabi.
Dari sinilah kemudian muncul perkembangan yang menjadikan Yahudi tidak hanya sebagai identitas suku, tetapi juga berkembang menjadi sistem keyakinan atau agama.
Sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa istilah Yahudi pada awalnya tidak merujuk pada agama, melainkan pada keturunan atau suku dari Yehuda, anak Nabi Yakub. Seiring waktu, identitas tersebut berkembang dan membentuk tradisi keagamaan yang dikenal hingga sekarang.
Editor : Divka Vance Yandriana