Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perbedaan Islam Sunni dan Syiah yang Jarang Dipahami: Dari Soal Kepemimpinan hingga Mazhab, Ini 7 Fakta Pentingnya

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:10 WIB

Perbedaan Islam Sunni dan Syiah dari kepemimpinan, mazhab hingga ajaran. Simak 7 fakta penting yang jarang diketahui umat Islam.
Perbedaan Islam Sunni dan Syiah dari kepemimpinan, mazhab hingga ajaran. Simak 7 fakta penting yang jarang diketahui umat Islam.

JAKARTA - Perbedaan Islam Sunni dan Syiah menjadi salah satu topik yang sering dibahas dalam sejarah dan perkembangan umat Islam di dunia. Meski sama-sama berpegang pada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir, kedua aliran ini memiliki sejumlah perbedaan dalam hal kepemimpinan, otoritas agama, hingga tradisi keagamaan.

Data global menunjukkan Islam merupakan agama terbesar kedua di dunia dengan jumlah umat sekitar 1,9 miliar jiwa pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, mayoritas umat Islam berasal dari aliran Sunni, sementara Syiah menjadi kelompok terbesar kedua dalam komunitas Muslim global.

Perbedaan Islam Sunni dan Syiah juga terlihat dari persebaran geografis. Indonesia tercatat sebagai negara dengan populasi Muslim Sunni terbesar di dunia, sedangkan Iran dikenal sebagai pusat terbesar komunitas Syiah.

Baca Juga: Sejarah Perpecahan Sunni dan Syiah: Dari Konflik Suksesi Nabi Muhammad hingga Tragedi Karbala yang Mengubah Dunia Islam

Secara umum, Islam memiliki beberapa aliran utama, yakni Sunni, Syiah, Ahmadiyah, dan Khawarij. Namun dalam praktiknya, dua kelompok pertama menjadi yang paling dominan dan sering menjadi rujukan dalam pembahasan sejarah serta teologi Islam.

Mayoritas Umat Islam Berasal dari Sunni

Dari sekitar 1,9 miliar umat Islam di dunia, sekitar 77 persen merupakan pengikut Islam Sunni. Sementara itu, sekitar 20 persen berasal dari kalangan Syiah.

Sisanya terdiri dari kelompok kecil lain seperti Ahmadiyah sekitar dua persen dan Khawarij sekitar satu persen. Khawarij saat ini sebagian besar dikenal melalui cabang Ibadi yang banyak tinggal di Oman.

Di Indonesia sendiri, dominasi Sunni sangat terlihat. Sekitar 98,8 persen umat Islam Indonesia mengikuti aliran Sunni. Sementara sekitar satu persen merupakan pengikut Syiah dan sekitar 0,2 persen berasal dari komunitas Ahmadiyah.

Baca Juga: Head to Head & Top Skor: Jakarta Pertamina Enduro Siap Hadapi Jakarta Elektrik PLN di Final For Proliga 2026

Perbedaan Kepemimpinan Setelah Nabi Muhammad

Salah satu akar utama perbedaan Islam Sunni dan Syiah adalah persoalan kepemimpinan umat setelah wafatnya Nabi Muhammad.

Umat Sunni meyakini bahwa penerus kepemimpinan Nabi adalah sahabat terdekat beliau, yaitu Abu Bakar, yang kemudian menjadi khalifah pertama dalam sejarah Islam.

Sebaliknya, umat Syiah percaya bahwa kepemimpinan seharusnya diwariskan kepada keluarga Nabi Muhammad, khususnya kepada sepupu sekaligus menantunya, Ali bin Abi Thalib.

Baca Juga: Liga Champions 2026: Chelsea Tumbang di Paris, MU & Arsenal Berebut Transfer Tonali, Real Madrid Kembali Tunjukkan Dominasinya

Perbedaan pandangan ini kemudian berkembang menjadi perbedaan teologis dan politik yang membentuk identitas masing-masing aliran hingga sekarang.

Perbedaan Pendekatan dalam Ajaran

Selain soal kepemimpinan, Islam Sunni dan Syiah juga memiliki perbedaan pendekatan dalam memahami ajaran Islam.

Dalam tradisi Sunni, umat Islam lebih menekankan pada mengikuti teladan Nabi Muhammad melalui hadis dan sunnah yang diriwayatkan oleh para sahabat.

Sementara itu, Syiah lebih menekankan garis keturunan keluarga Nabi atau Ahlul Bait sebagai sumber otoritas spiritual dan keagamaan.

Bagi komunitas Syiah, para imam dari garis keturunan Nabi memiliki posisi penting dalam menafsirkan ajaran Islam.

Perbedaan Mazhab dalam Sunni dan Syiah

Dalam praktik hukum Islam atau fikih, kedua aliran ini juga memiliki struktur mazhab yang berbeda.

Islam Sunni memiliki empat mazhab utama, yaitu:

Mazhab Hanafi menjadi yang terbesar dengan sekitar 30 persen pengikut Sunni, terutama di wilayah Asia Selatan dan Turki. Sementara mazhab Syafi’i banyak dianut di Indonesia, Malaysia, dan beberapa wilayah Asia Tenggara.

Di sisi lain, Islam Syiah memiliki beberapa mazhab utama seperti:

Mazhab Ja’fari merupakan mazhab terbesar dalam Syiah dengan sekitar 80 persen pengikut, terutama di Iran, Irak, Bahrain, dan Lebanon.

Perbedaan Pandangan tentang Tokoh Agama

Perbedaan lainnya juga terlihat dalam cara memandang tokoh agama.

Dalam tradisi Syiah, beberapa ulama dan imam dihormati dengan kedudukan spiritual yang sangat tinggi karena dianggap memiliki hubungan langsung dengan garis keturunan Nabi Muhammad.

Sementara itu, dalam pandangan Sunni, ulama tetap dihormati sebagai ahli ilmu agama, tetapi tidak memiliki status spiritual khusus seperti yang diyakini dalam tradisi Syiah.

Perbedaan Penekanan dalam Nilai Keagamaan

Perbedaan Islam Sunni dan Syiah juga terlihat dalam penekanan nilai-nilai keagamaan.

Sunni cenderung menekankan bagaimana umat menjalankan syariat dan kehidupan sosial sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, Syiah memberikan perhatian besar pada nilai pengorbanan, kesyahidan, serta penghormatan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah yang melibatkan keluarga Nabi.

Meski memiliki sejumlah perbedaan, kedua aliran ini tetap memiliki kesamaan fundamental dalam keyakinan kepada Allah, Nabi Muhammad, serta kitab suci Al-Qur’an.

Editor : Divka Vance Yandriana
#islam #Mazhab #sunni dan syiah