JAKARTA - Perbedaan Islam Sunni dan Syiah menjadi salah satu topik yang sering dibahas dalam sejarah dan perkembangan umat Islam di dunia. Meski sama-sama berpegang pada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir, kedua aliran ini memiliki sejumlah perbedaan dalam hal kepemimpinan, otoritas agama, hingga tradisi keagamaan.
Data global menunjukkan Islam merupakan agama terbesar kedua di dunia dengan jumlah umat sekitar 1,9 miliar jiwa pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, mayoritas umat Islam berasal dari aliran Sunni, sementara Syiah menjadi kelompok terbesar kedua dalam komunitas Muslim global.
Perbedaan Islam Sunni dan Syiah juga terlihat dari persebaran geografis. Indonesia tercatat sebagai negara dengan populasi Muslim Sunni terbesar di dunia, sedangkan Iran dikenal sebagai pusat terbesar komunitas Syiah.
Secara umum, Islam memiliki beberapa aliran utama, yakni Sunni, Syiah, Ahmadiyah, dan Khawarij. Namun dalam praktiknya, dua kelompok pertama menjadi yang paling dominan dan sering menjadi rujukan dalam pembahasan sejarah serta teologi Islam.
Mayoritas Umat Islam Berasal dari Sunni
Dari sekitar 1,9 miliar umat Islam di dunia, sekitar 77 persen merupakan pengikut Islam Sunni. Sementara itu, sekitar 20 persen berasal dari kalangan Syiah.
Sisanya terdiri dari kelompok kecil lain seperti Ahmadiyah sekitar dua persen dan Khawarij sekitar satu persen. Khawarij saat ini sebagian besar dikenal melalui cabang Ibadi yang banyak tinggal di Oman.
Di Indonesia sendiri, dominasi Sunni sangat terlihat. Sekitar 98,8 persen umat Islam Indonesia mengikuti aliran Sunni. Sementara sekitar satu persen merupakan pengikut Syiah dan sekitar 0,2 persen berasal dari komunitas Ahmadiyah.
Perbedaan Kepemimpinan Setelah Nabi Muhammad
Salah satu akar utama perbedaan Islam Sunni dan Syiah adalah persoalan kepemimpinan umat setelah wafatnya Nabi Muhammad.
Umat Sunni meyakini bahwa penerus kepemimpinan Nabi adalah sahabat terdekat beliau, yaitu Abu Bakar, yang kemudian menjadi khalifah pertama dalam sejarah Islam.
Sebaliknya, umat Syiah percaya bahwa kepemimpinan seharusnya diwariskan kepada keluarga Nabi Muhammad, khususnya kepada sepupu sekaligus menantunya, Ali bin Abi Thalib.
Perbedaan pandangan ini kemudian berkembang menjadi perbedaan teologis dan politik yang membentuk identitas masing-masing aliran hingga sekarang.
Perbedaan Pendekatan dalam Ajaran
Selain soal kepemimpinan, Islam Sunni dan Syiah juga memiliki perbedaan pendekatan dalam memahami ajaran Islam.
Dalam tradisi Sunni, umat Islam lebih menekankan pada mengikuti teladan Nabi Muhammad melalui hadis dan sunnah yang diriwayatkan oleh para sahabat.
Sementara itu, Syiah lebih menekankan garis keturunan keluarga Nabi atau Ahlul Bait sebagai sumber otoritas spiritual dan keagamaan.
Bagi komunitas Syiah, para imam dari garis keturunan Nabi memiliki posisi penting dalam menafsirkan ajaran Islam.
Perbedaan Mazhab dalam Sunni dan Syiah
Dalam praktik hukum Islam atau fikih, kedua aliran ini juga memiliki struktur mazhab yang berbeda.
Islam Sunni memiliki empat mazhab utama, yaitu:
-
Mazhab Hanafi
-
Mazhab Maliki
-
Mazhab Syafi’i
-
Mazhab Hanbali
Mazhab Hanafi menjadi yang terbesar dengan sekitar 30 persen pengikut Sunni, terutama di wilayah Asia Selatan dan Turki. Sementara mazhab Syafi’i banyak dianut di Indonesia, Malaysia, dan beberapa wilayah Asia Tenggara.
Di sisi lain, Islam Syiah memiliki beberapa mazhab utama seperti:
-
Mazhab Ja’fari
-
Mazhab Ismailiyah
-
Mazhab Zaidiyah
Mazhab Ja’fari merupakan mazhab terbesar dalam Syiah dengan sekitar 80 persen pengikut, terutama di Iran, Irak, Bahrain, dan Lebanon.
Perbedaan Pandangan tentang Tokoh Agama
Perbedaan lainnya juga terlihat dalam cara memandang tokoh agama.
Dalam tradisi Syiah, beberapa ulama dan imam dihormati dengan kedudukan spiritual yang sangat tinggi karena dianggap memiliki hubungan langsung dengan garis keturunan Nabi Muhammad.
Sementara itu, dalam pandangan Sunni, ulama tetap dihormati sebagai ahli ilmu agama, tetapi tidak memiliki status spiritual khusus seperti yang diyakini dalam tradisi Syiah.
Perbedaan Penekanan dalam Nilai Keagamaan
Perbedaan Islam Sunni dan Syiah juga terlihat dalam penekanan nilai-nilai keagamaan.
Sunni cenderung menekankan bagaimana umat menjalankan syariat dan kehidupan sosial sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaliknya, Syiah memberikan perhatian besar pada nilai pengorbanan, kesyahidan, serta penghormatan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah yang melibatkan keluarga Nabi.
Meski memiliki sejumlah perbedaan, kedua aliran ini tetap memiliki kesamaan fundamental dalam keyakinan kepada Allah, Nabi Muhammad, serta kitab suci Al-Qur’an.
Editor : Divka Vance Yandriana