Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perbedaan Sunni dan Syiah: Sejarah, Akar Konflik, hingga Perbedaan Mazhab dalam Islam yang Jarang Dijelaskan

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:40 WIB

Perbedaan Sunni dan Syiah dalam Islam: sejarah perpecahan, konsep kepemimpinan, hingga perbedaan mazhab dan ibadah.
Perbedaan Sunni dan Syiah dalam Islam: sejarah perpecahan, konsep kepemimpinan, hingga perbedaan mazhab dan ibadah.

JAKARTA - Perbedaan Sunni dan Syiah menjadi salah satu isu penting dalam sejarah Islam yang masih sering dibahas hingga saat ini. Dua kelompok besar dalam dunia Islam tersebut memiliki kesamaan dalam banyak aspek ajaran, namun berbeda dalam beberapa hal mendasar terutama terkait kepemimpinan umat setelah wafatnya Nabi Muhammad.

Islam sendiri merupakan agama terbesar kedua di dunia. Diperkirakan ada sekitar 1,9 miliar umat Muslim yang tersebar di berbagai negara. Dalam perjalanan sejarahnya yang panjang, perbedaan pandangan di antara umat Islam mulai muncul terutama setelah Nabi Muhammad wafat.

Ketika Rasulullah masih hidup, setiap perbedaan pendapat di kalangan umat biasanya dapat langsung dikonsultasikan kepada beliau. Namun setelah wafatnya Nabi pada tahun 632 Masehi, tidak ada lagi figur otoritatif yang dapat menjadi rujukan tunggal. Kondisi ini membuat berbagai perbedaan pandangan berkembang hingga akhirnya melahirkan beberapa aliran dalam Islam, termasuk Sunni dan Syiah.

Baca Juga: Update Transfer Pemain Asing Putri: Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Beban Berat di Final For Proliga 2026

Sunni Menjadi Mayoritas Umat Islam

Dalam perkembangan sejarahnya, kelompok Sunni menjadi aliran yang dianut mayoritas umat Islam di dunia. Diperkirakan sekitar 77 persen Muslim merupakan pengikut Sunni.

Kelompok ini tersebar di banyak wilayah seperti negara-negara Arab, Turki, Pakistan, India, Malaysia, hingga Indonesia. Bahkan Indonesia disebut sebagai negara dengan populasi Muslim Sunni terbesar di dunia.

Sementara itu, kelompok Syiah diperkirakan memiliki sekitar 20 persen pengikut dari total populasi Muslim global. Mayoritas pengikut Syiah berada di Iran, meskipun komunitasnya juga tersebar di berbagai negara lain.

Baca Juga: Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax DJP Terbaru 2026, Panduan Lengkap Online Anti Ribet untuk Wajib Pajak

Selain kedua kelompok besar tersebut, terdapat juga aliran lain seperti Khawarij, Muktazilah, hingga Ahmadiyah. Namun jumlah pengikutnya relatif kecil dibandingkan Sunni dan Syiah.

Persamaan Dasar Sunni dan Syiah

Meski sering disebut berbeda, sebenarnya Sunni dan Syiah memiliki banyak kesamaan dalam ajaran dasar Islam. Kedua kelompok sama-sama meyakini konsep tauhid atau keesaan Tuhan.

Mereka juga sepakat bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhammad merupakan utusan terakhir. Selain itu, keduanya juga memiliki keyakinan yang sama terhadap konsep kenabian serta hari kebangkitan di akhir zaman.

Kesamaan ini menunjukkan bahwa perbedaan Sunni dan Syiah tidak sepenuhnya terkait dengan prinsip dasar keimanan, tetapi lebih pada persoalan tafsir sejarah dan kepemimpinan umat Islam.

Baca Juga: Jadwal Pekan ke-30 Liga Inggris 2025-2026: Arsenal vs Everton Hingga Liverpool Hadapi Tottenham Hotspur

Akar Perbedaan: Suksesi Kepemimpinan

Perbedaan utama antara Sunni dan Syiah bermula dari persoalan suksesi kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad.

Sebagian besar sahabat Nabi berpendapat bahwa pemimpin umat Islam atau khalifah harus dipilih melalui musyawarah atau konsensus di antara para sahabat. Pandangan ini kemudian menjadi dasar bagi kelompok Sunni.

Sebaliknya, kelompok yang kemudian dikenal sebagai Syiah meyakini bahwa Nabi Muhammad telah memberikan petunjuk bahwa penerus kepemimpinan seharusnya berasal dari keluarga dekat beliau, yaitu Ali bin Abi Thalib.

Ali sendiri merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad. Ia juga dikenal sebagai salah satu sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah.

Namun dalam proses musyawarah setelah wafatnya Nabi, Abu Bakar akhirnya dipilih sebagai khalifah pertama umat Islam. Sementara Ali baru menjadi khalifah keempat dalam sejarah Islam.

Perbedaan pandangan mengenai legitimasi kepemimpinan inilah yang kemudian menjadi akar perpecahan antara Sunni dan Syiah.

Perbedaan Konsep Kepemimpinan

Perbedaan lain antara Sunni dan Syiah terlihat dalam konsep kepemimpinan agama.

Dalam pandangan Syiah, Ali dan para keturunannya dianggap sebagai Imam yang memiliki kedudukan spiritual tinggi. Para Imam ini diyakini sebagai pemimpin yang ditunjuk langsung oleh Allah dan memiliki otoritas dalam membimbing umat.

Sebaliknya, dalam tradisi Sunni, khalifah dipandang sebagai pemimpin politik dan administratif umat Islam. Jabatan ini tidak dianggap sebagai bagian dari rukun iman atau keyakinan teologis.

Dengan kata lain, bagi Sunni kepemimpinan lebih bersifat politik, sedangkan bagi Syiah memiliki dimensi spiritual yang sangat penting.

Perbedaan Mazhab dan Praktik Ibadah

Selain soal kepemimpinan, perbedaan Sunni dan Syiah juga terlihat dalam mazhab dan praktik ibadah.

Dalam tradisi Sunni terdapat empat mazhab fikih utama, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Keempat mazhab ini memiliki metode penafsiran hukum Islam yang berbeda namun tetap berada dalam kerangka yang sama.

Sementara dalam tradisi Syiah terdapat beberapa mazhab seperti Imamiyah (dua belas imam), Ismailiyah, dan Zaidiyah.

Perbedaan juga dapat terlihat dalam beberapa praktik ibadah, seperti tata cara wudu, penggunaan hadis, hingga sistem rukun iman dan rukun Islam yang dirumuskan para ulama.

Perbedaan yang Bertahan Hingga Kini

Meski memiliki sejarah panjang perbedaan, Sunni dan Syiah tetap menjadi bagian dari komunitas besar umat Islam dunia.

Banyak ulama menekankan bahwa perbedaan tersebut lebih bersifat historis dan interpretatif. Dalam kehidupan sehari-hari, umat dari kedua kelompok tetap menjalankan ajaran dasar Islam yang sama seperti salat, puasa, zakat, dan haji.

Namun hingga kini, perbedaan sejarah dan pandangan teologis antara Sunni dan Syiah masih menjadi salah satu topik penting dalam memahami dinamika dunia Islam.

Editor : Divka Vance Yandriana
#islam #perbedaan mazhab #sunni dan syiah