Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

7 Perbedaan Sunni dan Syiah dalam Islam: Mulai dari Kepemimpinan, Mazhab hingga Persebaran Umat di Dunia

Novica Satya Nadianti • 2026-03-16 15:15:33
7 perbedaan Sunni dan Syiah dalam Islam mulai dari kepemimpinan, mazhab hingga persebaran umat di dunia.
7 perbedaan Sunni dan Syiah dalam Islam mulai dari kepemimpinan, mazhab hingga persebaran umat di dunia.

 

JAKARTA - Perbedaan Sunni dan Syiah dalam Islam menjadi salah satu topik yang sering dibahas ketika membicarakan keragaman umat Muslim di dunia. Meski sama-sama berpegang pada Alquran dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir, kedua kelompok ini memiliki sejumlah perbedaan dalam hal kepemimpinan, mazhab, hingga tradisi keagamaan.

Saat ini Islam merupakan agama terbesar kedua di dunia. Pada tahun 2020, jumlah umat Islam diperkirakan mencapai sekitar 1,9 miliar jiwa yang tersebar di berbagai wilayah dunia, mulai dari Afrika, Timur Tengah, Asia hingga Eropa.

Dalam komunitas Muslim global, perbedaan Sunni dan Syiah menjadi dua arus terbesar dalam Islam. Data berbagai sumber menunjukkan sekitar 77 persen umat Islam merupakan penganut Sunni, sementara sekitar 20 persen lainnya adalah Syiah. Sisanya terbagi dalam kelompok lain seperti Ahmadiyah dan Khawarij.

Indonesia sendiri tercatat sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia dan mayoritas menganut Islam Sunni.

Baca Juga: 10 HP Terbaik Harga 1 Jutaan di 2026: Ada yang Baterai 7000 mAh, RAM 8 GB, hingga Kamera 108 MP!

Komposisi Umat Islam di Indonesia

Di Indonesia, keberadaan berbagai aliran dalam Islam juga dapat ditemukan, meskipun tidak semuanya memiliki jumlah pengikut yang besar.

Sebagian besar umat Islam di Indonesia merupakan penganut Sunni. Diperkirakan sekitar 98,8 persen Muslim Indonesia mengikuti aliran ini. Sementara itu sekitar satu persen merupakan penganut Syiah dan sekitar 0,2 persen lainnya berasal dari kelompok Ahmadiyah.

Adapun aliran Khawarij yang kini dikenal sebagai Ibadi lebih banyak berkembang di negara Oman dan hampir tidak ditemukan di Indonesia.

Perbedaan Sunni dan Syiah di Indonesia sendiri relatif tidak menonjol dalam kehidupan sehari-hari karena masyarakat Muslim umumnya hidup berdampingan dalam praktik keagamaan yang hampir serupa.

Perbedaan Kepemimpinan dalam Islam

Salah satu perbedaan paling mendasar antara Sunni dan Syiah berkaitan dengan kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Pembagian Zakat Fitrah Tidak Boleh Dibagi Rata, Begini Cara Penyaluran yang Adil Menurut Ulama

Dalam pandangan Sunni, penerus Nabi adalah Abu Bakar yang dipilih melalui musyawarah para sahabat. Ia kemudian menjadi khalifah pertama umat Islam.

Sebaliknya, Syiah meyakini bahwa penerus yang sah adalah Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Syiah tidak mengakui tiga khalifah pertama dalam tradisi Sunni, yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan.

Perbedaan pandangan tentang suksesi kepemimpinan ini menjadi salah satu akar munculnya dua tradisi besar dalam Islam.

Baca Juga: Bahaya Riya dalam Islam: Amal Ibadah Bisa Habis Tak Bersisa Jika Dilakukan demi Pujian Manusia

Perbedaan Mazhab dalam Sunni dan Syiah

Selain kepemimpinan, perbedaan Sunni dan Syiah juga terlihat dalam struktur mazhab yang berkembang di masing-masing kelompok.

Dalam tradisi Sunni terdapat empat mazhab utama yang menjadi rujukan dalam hukum Islam, yaitu:

Mazhab Hanafi diperkirakan dianut sekitar 30 persen Muslim Sunni dan banyak berkembang di wilayah Asia Selatan serta Turki. Mazhab Maliki berkembang luas di Afrika Utara dan Afrika Barat.

Baca Juga: 7 HP Terbaik Harga 1 Jutaan 2026: Samsung A07 hingga Tecno Spark 40, Spek Gahar RAM 8 GB dan Baterai Jumbo

Sementara itu, Mazhab Syafi’i menjadi yang paling dominan di Indonesia, Malaysia, dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Mazhab Hanbali banyak dianut di Arab Saudi dan beberapa negara Teluk.

Di sisi lain, dalam tradisi Syiah terdapat beberapa mazhab yang berkembang, antara lain:

Mazhab Ja’fari merupakan mazhab terbesar dalam Syiah dan dianut mayoritas umat Syiah di Iran, Irak, Lebanon, serta Azerbaijan.

Perbedaan Pandangan Keagamaan

Perbedaan Sunni dan Syiah juga berkaitan dengan pendekatan terhadap ajaran agama dan figur ulama.

Baca Juga: Daftar 7 HP terbaik harga Rp1–1,5 jutaan Maret 2026 seperti Samsung A07, Poco C71 hingga Infinix Smart 20 dengan layar 120 Hz.

Sunni menekankan pada mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW melalui hadis dan tradisi sahabat. Sementara Syiah memberi perhatian besar pada garis keturunan Nabi melalui para imam dari keluarga Ahlul Bait.

Dalam praktiknya, Syiah juga menempatkan para imam dan ulama sebagai figur yang memiliki otoritas spiritual yang kuat. Sedangkan dalam tradisi Sunni, ulama dihormati sebagai ahli ilmu agama, tetapi tidak memiliki status khusus yang dianggap suci.

Selain itu, Syiah sering menekankan nilai pengorbanan dan kesyahidan yang tercermin dalam peringatan tragedi Karbala setiap tanggal 10 Muharram.

Persebaran Umat Sunni dan Syiah

Secara geografis, persebaran Sunni dan Syiah juga cukup berbeda. Indonesia menjadi negara dengan jumlah umat Sunni terbesar di dunia.

Baca Juga: Daftar 7 HP terbaik harga Rp1–1,5 jutaan Maret 2026 seperti Samsung A07, Poco C71 hingga Infinix Smart 20 dengan layar 120 Hz.

Sementara itu, Iran dikenal sebagai negara dengan mayoritas Syiah terbesar. Selain Iran, komunitas Syiah juga banyak ditemukan di Irak, Bahrain, Lebanon, Azerbaijan, serta sebagian wilayah Pakistan dan India.

Meski memiliki perbedaan dalam beberapa aspek, banyak kalangan menilai bahwa keragaman dalam Islam juga menunjukkan luasnya tradisi pemikiran dalam agama ini.

Perbedaan Sunni dan Syiah tidak hanya mencerminkan dinamika sejarah Islam, tetapi juga memperlihatkan bagaimana umat Muslim di berbagai wilayah dunia berkembang dengan tradisi dan pendekatan keagamaan yang beragam.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Mazhab Islam #islam di indonesia #sunni dan syiah