Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026 Jadi Sorotan Dunia: Crash Dua Kali Tak Halangi Comeback Gila ke Posisi 6 di Jerez

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 24 Mei 2026 | 15:36 WIB

Mentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026 jadi sorotan setelah comeback dari crash ke P6 di Jerez dan dipuji Hiroshi Aoyama.(pintereest)
Mentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026 jadi sorotan setelah comeback dari crash ke P6 di Jerez dan dipuji Hiroshi Aoyama.(pintereest)

Radar TulungagungMentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026 kembali menjadi perbincangan hangat setelah aksi comeback luar biasa di Moto3 Spanish GP Jerez. Pembalap Indonesia itu bangkit dari start posisi ke-17 usai dua kali crash dan sukses finis di posisi ke-6 dengan 11 kali overtaking, memicu pujian langsung dari manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Aksi tersebut tidak hanya viral di paddock Moto3, tetapi juga menjadi sorotan global karena dianggap menunjukkan mentalitas di atas rata-rata seorang rookie. Dari tekanan besar hingga ekspektasi tinggi, Feda tetap mampu tampil agresif tanpa kehilangan fokus sepanjang balapan.

Dalam empat seri awal musim 2026, Feda kini tercatat sebagai rookie paling menonjol dengan konsistensi masuk 10 besar dan mengoleksi poin penting untuk Honda Team Asia. Performa ini membuatnya semakin diperhitungkan sebagai calon bintang masa depan MotoGP.

Comeback dari Crash: 11 Overtake dan Bukti Mental Baja Feda

Balapan di Jerez menjadi panggung pembuktian mentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026. Start dari posisi 17 akibat insiden kualifikasi dan crash sebelumnya, Feda justru tampil tanpa rasa ragu sejak lap awal.

Baca Juga: Banyak Tempat Sampah Rusak di Jalan Protokol Tulungagung, Peremajaan Disiapkan Tahun Ini

Dalam catatan balapan, ia berhasil menyalip sedikitnya 11 pembalap melalui berbagai manuver agresif seperti late braking dan pemanfaatan slipstream di sektor cepat Jerez. Hasil akhir posisi 6 disebut sebagai salah satu comeback paling impresif di kelas Moto3 musim ini.

Menurut Aoyama, performa ini bukan hanya soal kecepatan. Ia menilai Feda mampu menjaga ketenangan setelah dua kali crash yang biasanya berdampak pada psikologis pembalap muda. “Dia tidak bermain aman, dia justru menyerang,” menjadi salah satu sorotan evaluasi tim Honda.

Aoyama Ungkap 4 Kekuatan Mentalitas Feda yang Jarang Dimiliki Rookie

Dalam evaluasi pasca balapan, Feda Ega Pratama mendapat pujian khusus dari Aoyama yang menyebutnya memiliki mentalitas tidak biasa. Ada empat aspek utama yang menjadi sorotan tim Honda Team Asia.

Baca Juga: Ramalan Shio Tikus 2026: Menguak Misteri Benturan Unsur Air dan Kuda Api yang Memicu Lonjakan Karir Radikal, Rezeki Nomplok, hingga Rahasia Aktivasi Fengshui Penguras Cuan!

Pertama, kemampuan bangkit setelah crash tanpa kehilangan kepercayaan diri. Kedua, keberanian mengambil risiko dalam situasi tekanan tinggi. Ketiga, konsistensi menjaga ritme balapan meski start dari posisi belakang. Keempat, sikap evaluatif di paddock dengan fokus pada solusi, bukan menyalahkan keadaan.

Aoyama bahkan menyebut bahwa banyak pembalap lain cenderung menurunkan ritme setelah insiden, namun Feda justru meningkatkan agresivitasnya. Hal ini dianggap sebagai pembeda utama antara rookie biasa dan calon pembalap elite.

“Dia datang ke pit untuk berdiskusi, bukan mencari alasan,” ungkap Aoyama dalam evaluasi internal tim, menegaskan kedewasaan mental Feda di usia muda.

Honda Team Asia Terpacu, Feda Jadi Tumpuan Utama Poin

Di tengah ketatnya persaingan Moto3 2026, Honda Team Asia masih tertinggal dari dominasi KTM dan CF Moto yang unggul dalam power dan akselerasi. Namun hampir seluruh poin tim sejauh ini berasal dari Feda, menjadikannya tulang punggung utama.

Situasi ini membuat performa Feda semakin vital, terutama setelah ia berhasil konsisten finis di zona poin pada empat seri awal musim. Dibandingkan rekan setimnya yang masih kesulitan beradaptasi, Feda terlihat jauh lebih matang dalam membaca situasi balapan.

Meski motor Honda masih kalah secara teknis, kemampuan Feda memaksimalkan paket yang ada membuatnya tetap kompetitif di papan tengah klasemen dunia. Banyak pengamat menilai mentalitasnya menjadi faktor pembeda terbesar dibandingkan rookie lain di grid.

Penutup: Mentalitas Jadi Senjata Utama Menuju Masa Depan MotoGP

Aksi di Jerez menegaskan bahwa mentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026 bukan sekadar cerita hype, melainkan realitas di lintasan. Dari crash hingga comeback ke posisi 6 dengan 11 overtaking, Feda membuktikan dirinya bukan hanya cepat, tetapi juga kuat secara mental.

Pujian dari Aoyama memperkuat keyakinan bahwa pembalap muda Indonesia ini memiliki potensi jangka panjang menuju kelas tertinggi balap motor dunia. Jika konsistensi ini terjaga, Feda bukan hanya akan menjadi rookie terbaik, tetapi juga kandidat kuat masa depan MotoGP.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Hiroshi Aoyama Honda Team Asia #Feda Ega Pratama Moto3 2026 #hasil Moto3 Jerez 2026 #mentalitas pembalap Moto3 #rookie terbaik Moto3 2026