RADAR TULUNGAGUNG - Harga emas Antam hari ini, Senin 25 Mei 2026, kembali menguat tajam dan menjadi perhatian investor. Kenaikan harga emas dipicu melemahnya dolar Amerika Serikat serta laporan rencana kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut akan membuka kembali Selat Hormuz, sehingga mendorong penguatan harga logam mulia di pasar global.
Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram naik Rp30.000 menjadi Rp2.803.000 per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali juga ikut naik Rp35.000 menjadi Rp2.612.000 per gram.
Kenaikan harga emas hari ini tidak hanya terjadi pada Antam. Produk emas UBS, Galeri24, hingga emas batangan Cukim juga mengalami penguatan seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga Emas Antam dan UBS Kompak Menguat di Awal Pekan
Perdagangan awal pekan menunjukkan tren positif untuk pasar logam mulia nasional. Harga emas Antam menjadi sorotan utama setelah berhasil kembali menembus level psikologis Rp2,8 juta per gram.
Dalam laporan yang dikutip dari logammulia.com, harga emas Antam 1 gram dibuka di angka Rp2.803.000 per gram atau naik Rp30.000 dibanding perdagangan sebelumnya.
Tidak hanya harga jual, harga buyback Antam juga ikut menguat menjadi Rp2.612.000 per gram. Kenaikan buyback ini menjadi sinyal positif bagi investor karena menunjukkan permintaan pasar yang masih tinggi terhadap emas fisik.
Selain Antam, emas UBS juga mengalami kenaikan signifikan. Harga jual emas UBS pecahan 1 gram kini berada di level Rp2.791.000 per gram atau naik Rp27.000.
Sementara itu, harga buyback emas UBS naik lebih tinggi yakni Rp45.000 menjadi Rp2.562.000 per gram. Lonjakan harga buyback tersebut menunjukkan pasar masih aktif melakukan transaksi jual beli logam mulia di tengah kondisi global yang belum stabil.
Analis pasar menilai penguatan harga emas kali ini dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas biasanya menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga permintaan meningkat.
Faktor Geopolitik dan Selat Hormuz Dorong Harga Emas
Selain faktor mata uang, kondisi geopolitik internasional juga menjadi pemicu utama kenaikan harga emas hari ini. Laporan mengenai rencana kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat disebut memberi dampak besar terhadap pasar energi dan investasi global.
Kesepakatan tersebut dikabarkan membuka kembali akses Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia yang selama ini menjadi perhatian pasar internasional.
Situasi geopolitik yang sensitif biasanya membuat investor mencari aset aman atau safe haven seperti emas. Akibatnya, harga logam mulia cenderung mengalami kenaikan ketika ketidakpastian global meningkat.
Kondisi ini terlihat dari kenaikan serentak pada berbagai produk emas nasional. Galeri24 misalnya, turut mencatat penguatan harga jual emas 1 gram menjadi Rp2.794.000 per gram atau naik Rp21.000.
Sedangkan harga buyback Galeri24 melonjak lebih tinggi sebesar Rp43.000 menjadi Rp2.620.000 per gram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada emas batangan Cukim yang kini diperdagangkan di kisaran Rp2.370.000 per gram. Meski lebih murah dibanding emas bersertifikat resmi, emas Cukim tetap banyak diminati masyarakat karena harga yang relatif terjangkau.
Investor Mulai Pantau Peluang Investasi Emas
Naiknya harga emas hari ini membuat banyak investor kembali memantau peluang investasi logam mulia. Emas masih dianggap sebagai instrumen aman untuk menjaga nilai aset di tengah fluktuasi ekonomi dan ketidakpastian pasar global.
Produk emas Antam dan UBS tetap menjadi pilihan utama karena memiliki sertifikat resmi dan harga buyback yang mengikuti pasar nasional. Sementara Galeri24 mulai diminati karena menawarkan harga yang kompetitif.
Di sisi lain, masyarakat juga mulai melirik emas perhiasan dan emas Cukim sebagai alternatif investasi. Namun investor diingatkan untuk memperhatikan kadar kemurnian emas dan membeli dari penjual terpercaya.
Analis memperkirakan tren harga emas masih berpotensi bergerak naik apabila tekanan geopolitik global terus berlanjut dan dolar AS tetap melemah.
Meski demikian, investor tetap disarankan membeli emas secara bertahap agar dapat mengurangi risiko fluktuasi harga. Strategi pembelian berkala dinilai lebih aman dibanding membeli dalam jumlah besar saat harga sedang melonjak.
Dengan harga emas Antam yang kini kembali berada di atas Rp2,8 juta per gram, pasar logam mulia diprediksi masih akan menjadi perhatian utama investor dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Dinar Ananda Putri