Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Maximo Quiles Menang Lagi di Moto3 Catalunya 2026, Veda Ega Pratama Tembus 10 Besar Usai Duel Gila Lap Terakhir

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:44 WIB
Maximo Quiles menang dramatis di Moto3 Catalunya 2026 usai duel sengit lawan David Munoz, sementara Veda Ega Pratama finis 10 besar.(pinterest)
Maximo Quiles menang dramatis di Moto3 Catalunya 2026 usai duel sengit lawan David Munoz, sementara Veda Ega Pratama finis 10 besar.(pinterest)

Radar Tulungagung - Moto3 Catalunya 2026 kembali menghadirkan balapan dramatis penuh slipstream dan overtake ekstrem. Maximo Quiles sukses keluar sebagai pemenang usai menaklukkan duel sengit lap terakhir di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (26/5). Sementara itu, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi 10 besar setelah tampil impresif sejak awal balapan.

Kemenangan ini membuat Maximo Quiles semakin dominan di klasemen Moto3 2026. Rider CF Moto Aspar itu juga mencatat tiga kemenangan beruntun dan mempertahankan rekor selalu finis podium sepanjang musim ini.

Balapan berlangsung sangat ketat sejak start. Valentin Perrone yang memulai race dari pole position langsung mendapat tekanan dari David Munoz, Brian Uriarte, hingga Alvaro Carpe. Namun perhatian utama kembali tertuju pada Maximo Quiles yang tampil agresif meski start dari baris ketiga.

Maximo Quiles Tunjukkan Mental Juara di Barcelona

Sejak lap awal, Maximo Quiles terlihat kesulitan menembus grup depan. Bahkan beberapa kali ia tercecer hingga posisi delapan akibat duel ketat antarpembalap KTM dan Honda.

Baca Juga: Pertamina Siapkan Era B50 Lewat Biosolar Performance, BBM Baru Ini Sudah Diuji di Tambang dan Migas

Komentator Moto3 menyebut Quiles tampil seperti “cheat code” di kelas Moto3 musim ini karena selalu mampu menemukan cara untuk menang dalam situasi apa pun.

“Whatever situation he's in, he always finds a way,” ujar komentator saat lap terakhir berlangsung.

Balapan di Circuit de Barcelona-Catalunya memang terkenal sulit diprediksi. Trek lurus sepanjang hampir 1 kilometer membuat slipstream menjadi senjata utama para rider Moto3.

Pada pertengahan balapan, posisi terdepan terus berganti antara David Munoz, Adrian Fernandez, Brian Uriarte, Jesus Rios, hingga Hakim Danish. Dalam satu lap, posisi bisa berubah lebih dari lima kali.

Jesus Rios bahkan sempat mencatat fastest lap 1 menit 47,2 detik sebelum akhirnya mengalami crash keras menjelang akhir balapan. Rider Honda itu gagal melanjutkan race setelah terlempar ke gravel trap.

Memasuki empat lap terakhir, Maximo Quiles mulai menunjukkan ritme sesungguhnya. Rider asal Spanyol itu perlahan naik ke posisi tiga besar dan terus menempel David Munoz serta Brian Uriarte.

Duel Lap Terakhir Moto3 Catalunya Berlangsung Brutal

Lap terakhir Moto3 Catalunya 2026 menjadi salah satu yang paling dramatis musim ini. David Munoz mencoba melakukan manuver agresif di tikungan terakhir demi merebut kemenangan dari Maximo Quiles.

Baca Juga: Viral Mobil di Atas 1400 CC Tak Bisa Isi Pertalite per 1 Juni 2026, Ini Fakta Sebenarnya Menurut Pertamina

Duel keduanya bahkan disebut mirip pertarungan legendaris Valentino Rossi vs Jorge Lorenzo di Barcelona tahun 2009.

Munoz melakukan dive bomb di tikungan terakhir, namun Quiles berhasil menjaga racing line dan mempertahankan posisi pertama hingga garis finis.

Alvaro Carpe juga nyaris mencuri podium utama setelah memanfaatkan slipstream terakhir. Namun rider KTM itu kalah tipis hanya 0,004 detik dari posisi kedua.

Sementara Hakim Danish sempat membuat fans Malaysia berharap podium setelah naik ke posisi kedua beberapa tikungan sebelum finis. Sayangnya ia melebar di momen krusial dan harus puas tercecer dari perebutan podium.

“Barcelona brawl here in Moto3,” ucap komentator menggambarkan sengitnya duel antar rider sepanjang balapan.

Data Moto3 mencatat Maximo Quiles kini mengoleksi 115 poin dari total 125 poin maksimal musim ini. Statistik itu membuatnya semakin difavoritkan menjadi kandidat kuat juara dunia Moto3 2026.

Veda Ega Pratama Curi Perhatian, Finis Top 10

Di tengah sengitnya persaingan grup depan, Veda Ega Pratama juga tampil mencuri perhatian. Pembalap muda Indonesia itu memulai balapan dari posisi belakang, namun mampu merangsek naik secara konsisten.

Pada lap awal, Veda sudah naik tujuh posisi dan masuk ke peringkat 13 setelah menyalip beberapa rider di sektor tengah.

Komentator bahkan sempat menyoroti performa Veda yang terus mendekati grup besar di depan.

“So our Southeast Asian fans are loving this Barcelona Grand Prix,” ujar komentator saat Veda mulai masuk persaingan posisi 10 besar.

Finis di posisi 10 besar menjadi hasil penting bagi Veda Ega Pratama dalam musim rookie Moto3 2026. Sebelumnya, rider Indonesia itu juga sempat mencuri perhatian lewat podium di Brasil dan comeback impresif di Catalunya.

Karakter Barcelona yang mengandalkan slipstream serta keberanian saat pengereman keras tampak cocok dengan gaya balap agresif Veda.

Hasil ini sekaligus menjadi modal positif bagi Veda menjelang seri berikutnya di Mugello, Italia. Trek cepat Mugello diprediksi kembali menghadirkan balapan rapat khas Moto3 dengan duel slipstream hingga garis finis.

Moto3 Catalunya 2026 sekali lagi membuktikan mengapa kelas ringan selalu menjadi balapan paling sulit diprediksi. Dalam pertarungan penuh overtake dan drama itu, Maximo Quiles kembali keluar sebagai pemenang, sementara Veda Ega Pratama berhasil menunjukkan potensi besar sebagai rookie Asia yang patut diperhitungkan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Veda Ega Pratama #Moto3 Catalunya 2026 #Maximo Quiles #Moto3 2026 #hasil Moto3 Barcelona