Radar Tulungagung – Bisnis kiper Atletico Madrid menjadi salah satu strategi paling sukses yang dijalankan klub asal Spanyol tersebut dalam dua dekade terakhir. Tidak hanya melahirkan penjaga gawang kelas dunia seperti David De Gea, Thibaut Courtois, dan Jan Oblak, Atletico juga memperoleh keuntungan finansial besar sekaligus menjaga stabilitas tim dalam jangka panjang.
Keberhasilan bisnis kiper Atletico Madrid bermula setelah klub kembali promosi ke La Liga pada 2002. Di bawah kepemimpinan Enrique Cerezo, Atletico tidak hanya fokus membeli pemain jadi, tetapi juga membangun sistem pengembangan talenta muda, khususnya di posisi penjaga gawang.
Hasilnya terlihat nyata. Dalam kurun lebih dari 20 tahun, bisnis kiper Atletico Madrid mampu menghasilkan sederet kiper elite yang bersinar di level tertinggi sepak bola Eropa dan membawa keuntungan besar bagi Los Colchoneros.
Mengapa Atletico Madrid Fokus Mengembangkan Kiper?
Perubahan besar terjadi ketika Enrique Cerezo resmi menjadi presiden klub pada 28 Mei 2003 menggantikan Jesus Gil. Sebagai seorang pebisnis, Cerezo melihat potensi besar dalam pengembangan pemain muda yang dapat memberikan keuntungan olahraga sekaligus finansial.
Baca Juga: Angkat Kembali Potensi Seni Jemblung di Tulungagung, Forsabda dan PPAL Gelar Sarasehan Budaya
Ia melakukan reformasi besar di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, akademi, hingga sistem pencarian bakat. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas penjaga gawang akademi Atletico Madrid.
Saat itu, Atletico dikenal sebagai penghasil penyerang berbakat seperti Fernando Torres dan gelandang berkualitas seperti Gabi. Namun, Cerezo ingin klub juga mampu mencetak kiper hebat yang dapat mengikuti jejak Abel Resino dan Jose Francisco Molina, dua penjaga gawang legendaris Atletico yang pernah meraih Trofi Zamora sebagai kiper terbaik La Liga.
Untuk mewujudkan target tersebut, Atletico merekrut pelatih-pelatih kiper terbaik dan meningkatkan standar pembinaan di akademi. Program tersebut akhirnya mulai menunjukkan hasil ketika seorang bocah bernama David De Gea bergabung dengan akademi pada usia 13 tahun pada 2003.
De Gea berkembang pesat dari tim junior hingga akhirnya menembus tim utama pada musim 2009-2010. Di usia 19 tahun, ia membantu Atletico menjuarai Liga Europa 2010 dan tercatat sebagai salah satu kiper termuda yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut.
David De Gea, Courtois, dan Oblak Jadi Bukti Kesuksesan
Kesuksesan pertama Atletico dalam bisnis kiper datang melalui David De Gea. Penampilannya yang impresif membuat Manchester United memboyongnya pada 2011 dengan nilai transfer sekitar 18,9 juta poundsterling.
Baca Juga: Atlet PTMSI Tulungagung Raih Hasil Positif Dalam Putaran Perdana Jatim Pingpong Super League 2026
Transfer tersebut menjadi salah satu penjualan kiper termahal di dunia pada masanya dan memberikan keuntungan besar bagi Atletico.
Setelah De Gea pergi, Atletico kembali menunjukkan ketajaman sistem pencarian bakat mereka. Klub mengidentifikasi potensi besar Thibaut Courtois yang saat itu masih berusia 19 tahun dan bermain untuk KRC Genk di Belgia.
Meski Chelsea lebih dahulu membeli Courtois dengan harga 7,9 juta poundsterling, Atletico berhasil mendapatkan jasa sang kiper melalui skema pinjaman. Keputusan itu terbukti sangat tepat.
Selama membela Atletico dari 2011 hingga 2014, Courtois membantu klub meraih empat gelar bergengsi dan dua Trofi Zamora secara beruntun. Penampilannya menjadikan Atletico memiliki salah satu pertahanan terbaik di Eropa tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.
Kesuksesan berlanjut ketika Atletico mendatangkan Jan Oblak dari Benfica pada musim panas 2014 dengan nilai transfer sekitar 16 juta euro. Saat itu banyak pihak meragukan harga tersebut.
Namun, Oblak menjawab semua keraguan dengan performa luar biasa. Kiper asal Slovenia itu berkembang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia dan menjadi legenda hidup Atletico Madrid dengan ratusan penampilan serta berbagai penghargaan individu.
Keuntungan Besar yang Didapat Atletico Madrid
Strategi bisnis kiper yang dijalankan Atletico memberikan setidaknya empat keuntungan utama bagi klub.
Pertama adalah keuntungan finansial. Atletico mampu mengembangkan pemain dengan biaya relatif rendah sebelum menjualnya dengan harga tinggi atau memanfaatkan performanya untuk meraih prestasi.
Kedua, klub mendapatkan kualitas skuad yang kompetitif tanpa harus mengeluarkan dana transfer besar setiap musim. Sistem scouting yang kuat memungkinkan Atletico menemukan talenta sebelum dilirik klub-klub kaya Eropa.
Ketiga, munculnya nama-nama besar seperti De Gea, Courtois, dan Oblak menciptakan reputasi bahwa Atletico Madrid merupakan tempat terbaik bagi kiper muda untuk berkembang. Reputasi tersebut memudahkan klub menarik talenta baru.
Keempat, manajemen memiliki ketenangan dalam perencanaan jangka panjang. Saat satu kiper pergi, Atletico biasanya sudah memiliki kandidat pengganti yang siap tampil sehingga terhindar dari kepanikan di bursa transfer.
Tradisi itu masih berlanjut hingga sekarang. Di tim Atletico Madrid B, terdapat kiper muda Salvador Esquivel yang mulai mencuri perhatian berkat performa impresifnya dengan tujuh clean sheet dari 15 pertandingan.
Keberhasilan mencetak kiper kelas dunia secara konsisten menunjukkan bahwa bisnis kiper bukan sekadar strategi sementara bagi Atletico Madrid, melainkan telah menjadi identitas klub yang terus menghasilkan prestasi dan keuntungan hingga saat ini.
Editor : Maylanni Diana Fitri