Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Atletico Madrid Kontroversial? Sudah Habiskan Rp32 Triliun tapi Hanya Raih Tiga Gelar, Diego Simeone Jadi Sorotan

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:39 WIB
Atletico Madrid kontroversial kembali disorot setelah menghabiskan 1,7 miliar euro dalam 10 tahun tetapi hanya meraih tiga gelar utama.(pinterest)
Atletico Madrid kontroversial kembali disorot setelah menghabiskan 1,7 miliar euro dalam 10 tahun tetapi hanya meraih tiga gelar utama.(pinterest)

Radar Tulungagung – Label Atletico Madrid kontroversial kembali menjadi perbincangan setelah muncul sorotan terhadap performa klub dalam satu dekade terakhir. Meski telah menghabiskan dana transfer sekitar 1,7 miliar euro atau lebih dari Rp32 triliun untuk mendatangkan pemain, Los Colchoneros hanya mampu meraih tiga trofi utama dalam kurun waktu tersebut.

Data tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan efektivitas proyek jangka panjang yang dipimpin oleh Diego Simeone. Di sisi lain, Atletico Madrid juga kerap dikaitkan dengan berbagai kontroversi baik di dalam maupun di luar lapangan.

Meski demikian, berbeda dengan klub-klub besar Liga Inggris yang sering menjadi sasaran kritik media, Atletico Madrid relatif jarang mendapat sorotan negatif dengan intensitas serupa.

Gaya Bermain Atletico Madrid Kerap Memicu Kontroversi

Salah satu alasan munculnya label Atletico Madrid kontroversial adalah gaya bermain khas Diego Simeone yang dikenal dengan sebutan "Cholismo".

Baca Juga: 6 Zodiak Beruntung Hari Ini 29 Mei 2026, Leo hingga Pisces Diprediksi Dapat Rezeki dan Energi Positif

Filosofi tersebut mengedepankan pertahanan rapat, intensitas tinggi, disiplin taktik, dan semangat bertarung yang luar biasa. Namun, kritik muncul karena Atletico sering dituduh bermain terlalu defensif dan mengandalkan berbagai cara untuk mengganggu ritme lawan.

Dalam berbagai pertandingan penting, Atletico beberapa kali mendapat sorotan karena dianggap sering melakukan pelanggaran keras, provokasi, hingga strategi mengulur waktu.

Catatan disiplin klub juga cukup mencolok. Dalam satu dekade terakhir, Atletico termasuk tim elite Eropa dengan jumlah kartu merah yang sangat tinggi. Situasi tersebut memperkuat citra bahwa tim asuhan Simeone bermain dengan intensitas yang berada di batas agresivitas.

Selain insiden di lapangan, beberapa pemain Atletico juga pernah terlibat ketegangan dengan lawan seusai pertandingan. Salah satu yang paling dikenal adalah insiden yang melibatkan Stefan Savic dan Jack Grealish setelah laga melawan Manchester City pada 2022.

Diego Simeone Tetap Dipertahankan Meski Bergaji Fantastis

Sorotan lain mengarah kepada Diego Simeone yang selama bertahun-tahun menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia sepak bola.

Baca Juga: Heboh Ramalan Hard Gumay Usai Raffi Ahmad Haji di Makkah, Video Cium Hajar Aswad Viral dan Banjir Komentar Netizen

Pelatih asal Argentina tersebut disebut menerima gaji sekitar 34 juta euro per tahun. Angka itu bahkan melampaui beberapa pelatih top dunia seperti Pep Guardiola dan Mikel Arteta.

Namun dalam 10 tahun terakhir, Atletico hanya meraih satu gelar La Liga, satu gelar Liga Europa, dan satu Piala Super Eropa. Prestasi tersebut dianggap tidak sebanding dengan besarnya investasi yang dikeluarkan klub.

Meski begitu, posisi Simeone tetap sangat kuat di Atletico Madrid. Alasannya bukan hanya karena prestasi sebagai pelatih, tetapi juga statusnya sebagai legenda klub.

Simeone pernah menjadi pemain penting Atletico pada era 1990-an dan berperan dalam kesuksesan klub meraih gelar La Liga serta Copa del Rey musim 1995-1996. Faktor emosional inilah yang membuat hubungan Simeone dan Atletico berbeda dibanding hubungan pelatih dengan klub lain.

Transfer Mahal yang Tak Sesuai Harapan

Selain persoalan prestasi, Atletico Madrid juga mendapat kritik karena sejumlah transfer bernilai besar yang gagal memenuhi ekspektasi.

Kasus paling terkenal adalah Joao Felix yang didatangkan dengan nilai sekitar 127 juta euro. Meski digadang-gadang menjadi bintang masa depan, kontribusinya dinilai tidak sebanding dengan biaya transfer yang dikeluarkan.

Nama lain adalah Thomas Lemar yang direkrut dari AS Monaco dengan harga sekitar 72 juta euro. Kariernya di Atletico lebih banyak terganggu cedera dibanding kontribusi di lapangan.

Begitu pula dengan Diego Costa yang kembali didatangkan pada 2018 dengan nilai sekitar 60 juta euro. Periode keduanya di Atletico tidak semegah masa pertama hingga akhirnya dilepas tanpa biaya transfer.

Meski demikian, Atletico Madrid tetap menjadi salah satu klub paling kompetitif di Spanyol. Di bawah kepemimpinan Simeone, mereka terus mampu bersaing dengan raksasa seperti Real Madrid dan Barcelona. Namun perdebatan mengenai efektivitas investasi besar dan berbagai kontroversi yang menyertai klub tampaknya akan terus menjadi bahan diskusi di dunia sepak bola.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Diego Simeone #Atletico Madrid Kontroversial #Joao Felix #atletico madrid #la liga spanyol