Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Atletico Madrid Siap Perpanjang Kontrak Diego Simeone hingga 2030, Ini Alasan El Cholo Tak Tergantikan di Metropolitano

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:42 WIB
Diego Simeone dikabarkan akan mendapat kontrak baru hingga 2030. Atletico Madrid menilai El Cholo masih menjadi sosok penting klub.(pinterest)
Diego Simeone dikabarkan akan mendapat kontrak baru hingga 2030. Atletico Madrid menilai El Cholo masih menjadi sosok penting klub.(pinterest)

Radar TulungagungDiego Simeone dikabarkan berpeluang mendapat perpanjangan kontrak baru dari Atletico Madrid hingga 2030. Meski sudah lebih dari satu dekade menangani Los Colchoneros dan belum mempersembahkan gelar La Liga sejak musim 2020-2021, manajemen klub tetap menaruh kepercayaan penuh kepada pelatih asal Argentina tersebut.

Kabar tersebut mencuat setelah sejumlah media Spanyol melaporkan bahwa Atletico Madrid tengah menyiapkan kontrak baru untuk Simeone. Jika terealisasi, El Cholo berpotensi memimpin klub selama hampir 19 tahun sejak pertama kali ditunjuk pada Desember 2011.

Keputusan itu memunculkan pertanyaan dari banyak pengamat sepak bola. Di saat klub-klub elite Eropa semakin sering mengganti pelatih demi hasil instan, Atletico justru terus mempertahankan sosok yang sama selama belasan tahun.

Diego Simeone Dianggap Sebagai Arsitek Kebangkitan Atletico Madrid

Alasan terbesar Atletico Madrid mempertahankan Diego Simeone adalah jasa besarnya dalam mengubah wajah klub.

Baca Juga: Ramalan Paranormal soal Kudeta dan Gempa Jogja Viral, Prediksi Politik Indonesia 2026 Jadi Sorotan

Sebelum kedatangan Simeone pada musim 2011-2012, Atletico masih berada di bawah bayang-bayang dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Klub bahkan sempat mengalami degradasi pada musim 1999-2000.

Di bawah kepemimpinan Simeone, Atletico menjelma menjadi kekuatan utama La Liga. Pelatih berjuluk El Cholo itu berhasil mempersembahkan dua gelar La Liga, dua trofi Liga Europa, satu Copa del Rey, satu Supercopa de España, serta dua trofi UEFA Super Cup.

Tak hanya itu, Atletico juga dua kali mencapai final Liga Champions pada 2014 dan 2016. Meski gagal meraih trofi, pencapaian tersebut dianggap sebagai salah satu periode terbaik dalam sejarah klub.

Selama hampir 14 tahun memimpin Atletico, Simeone juga berhasil mempertahankan klub sebagai langganan peserta Liga Champions dan pesaing tetap dalam perebutan gelar domestik.

Filosofi Simeone Sudah Menjadi Identitas Klub

Faktor lain yang membuat Atletico sulit berpisah dengan Simeone adalah filosofi permainan yang telah mengakar kuat.

Baca Juga: Ramalan Paranormal soal Kudeta dan Gempa Jogja Viral, Prediksi Politik Indonesia 2026 Jadi Sorotan

Sejak awal kedatangannya, Simeone membangun tim berdasarkan karakter yang ia miliki sebagai pemain: pekerja keras, agresif, disiplin, dan pantang menyerah.

Banyak pemain yang direkrut Atletico selama era Simeone memiliki karakter serupa. Mulai dari Diego Costa pada masa lalu hingga generasi baru seperti Julian Alvarez, Conor Gallagher, dan David Hancko.

Data Transfermarkt menunjukkan Atletico telah menginvestasikan sekitar 1,5 miliar euro untuk transfer pemain selama era Simeone. Namun manajemen menilai investasi tersebut dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan tim.

Filosofi "Cholismo" yang menekankan solidaritas, kerja keras, serta organisasi permainan yang kuat kini telah menjadi identitas Atletico Madrid. Mengganti Simeone berarti berisiko mengubah fondasi yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.

Regenerasi Skuad Jadi Alasan Tambahan Perpanjangan Kontrak

Atletico juga melihat masa depan yang menjanjikan dari generasi pemain muda yang mulai berkembang.

Nama-nama seperti Julian Alvarez dan Giuliano Simeone dianggap sebagai bagian penting proyek jangka panjang klub.

Manajemen percaya regenerasi skuad yang sedang berjalan akan lebih efektif jika tetap berada di bawah arahan pelatih yang memahami kultur klub secara mendalam.

Selain itu, mencari pelatih pengganti dengan filosofi serupa juga bukan perkara mudah. Banyak klub besar mengalami penurunan performa setelah pergantian pelatih karena perubahan sistem dan identitas permainan.

Karena alasan tersebut, Atletico lebih memilih menjaga stabilitas dibanding mengambil risiko memulai proyek baru dari awal.

Hingga saat ini memang belum ada pengumuman resmi mengenai kontrak baru Diego Simeone. Namun jika perpanjangan hingga 2030 benar-benar terwujud, hal itu menjadi bukti bahwa Atletico Madrid masih menganggap El Cholo sebagai sosok yang paling tepat untuk menjaga identitas dan ambisi klub di masa depan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Diego Simeone #Kontrak Simeone 2030 #El Cholo #atletico madrid #la liga spanyol