Radar Tulungagung – Novak Djokovic mengakui kehabisan tenaga setelah kalah dalam pertandingan lima set yang melelahkan melawan bintang muda Brasil, Joao Fonseca, di Roland Garros. Meski sempat unggul dua set lebih dahulu, Djokovic akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya yang tampil luar biasa pada momen-momen krusial.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Djokovic memberikan pujian tinggi kepada Fonseca. Petenis Serbia berusia 39 tahun itu menilai lawannya memang layak meraih kemenangan berkat permainan agresif dan keberaniannya mengambil risiko di saat-saat penting.
Kekalahan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Djokovic di Roland Garros, mengingat sang juara Grand Slam berkali-kali itu belum bisa memastikan apakah akan kembali tampil di Paris tahun depan.
Joao Fonseca Tampil Luar Biasa di Momen Penentuan
Djokovic mengaku sebenarnya tidak bermain buruk sepanjang pertandingan. Namun menurutnya, Fonseca tampil lebih baik ketika pertandingan memasuki fase-fase krusial.
"Saya tidak merasa melakukan banyak kesalahan. Dia hanya bermain lebih baik," ujar Djokovic.
Menurutnya, petenis muda Brasil itu mampu menghasilkan pukulan-pukulan luar biasa, menemukan sudut-sudut sulit, serta tampil sangat agresif saat kesempatan datang.
Djokovic bahkan menyebut penampilan Fonseca menjawab seluruh hype yang selama ini mengelilinginya.
"Semua orang bisa melihat hari ini mengapa ada begitu banyak hype tentang dirinya. Level permainannya luar biasa," katanya.
Fonseca yang masih berusia muda dinilai memiliki modal lengkap untuk menjadi salah satu pemain besar di masa depan. Selain talenta alami, Djokovic juga menyoroti profesionalisme sang pemain sebagai salah satu kunci kesuksesannya.
Djokovic Akui Kehabisan Energi Setelah Pertandingan Panjang
Salah satu pengakuan paling jujur dari Djokovic datang ketika ia membahas kondisi fisiknya selama pertandingan.
Setelah sempat unggul dua set, Djokovic mengaku mulai kehilangan tenaga saat laga memasuki set keempat dan kelima.
Baca Juga: Atlet PTMSI Tulungagung Raih Hasil Positif Dalam Putaran Perdana Jatim Pingpong Super League 2026
"Sejujurnya saya kehabisan bensin," ungkapnya.
Petenis yang baru pulih dari cedera itu merasa Roland Garros menjadi turnamen yang sangat menguras energi. Ia mengaku belum memainkan banyak pertandingan sepanjang musim akibat masalah kebugaran yang dialaminya dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, Djokovic tetap puas dengan level permainan yang ditunjukkannya selama turnamen.
"Saya pikir level permainan saya sangat baik jika mempertimbangkan semua kondisi yang ada," jelasnya.
Momen penting menurut Djokovic terjadi pada set keempat ketika ia memiliki peluang mematahkan servis lawan dalam kedudukan 4-3. Namun Fonseca berhasil keluar dari tekanan dengan servis-servis keras dan permainan menyerang yang sulit dihentikan.
Pada pertandingan tersebut, Fonseca juga beberapa kali mencatat servis di atas 215 km/jam hingga 220 km/jam yang membuat Djokovic kesulitan memberikan perlawanan.
Masa Depan Djokovic di Roland Garros Masih Tanda Tanya
Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam konferensi pers adalah ketika Djokovic ditanya apakah ia akan kembali bermain di Roland Garros tahun depan.
Jawaban petenis Serbia itu cukup singkat.
"Saya tidak tahu," ujarnya.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Djokovic tetap mendapat dukungan luar biasa dari penonton Paris. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan secara fisik di penghujung pertandingan, tetapi atmosfer stadion membantunya terus berjuang hingga poin terakhir.
"Saya melihat penonton dan mereka mengangkat semangat saya. Itu sesuatu yang sangat spesial," kata Djokovic.
Saat ini Djokovic memang memasuki fase akhir kariernya. Namun performanya yang masih mampu bertarung dalam pertandingan lima set melawan pemain generasi baru menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu sosok paling kompetitif di dunia tenis.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi langkah besar bagi Joao Fonseca. Dengan permainan agresif, mental kuat, dan dukungan besar dari publik Brasil, banyak pihak mulai melihatnya sebagai salah satu calon bintang masa depan tenis dunia
Editor : Maylanni Diana Fitri