Radar Tulungagung – Joao Fonseca mengaku sempat tidak percaya dirinya mampu mengalahkan Novak Djokovic di Roland Garros. Petenis muda asal Brasil itu bahkan mengaku sulit tidur pada malam sebelum pertandingan karena antusias menghadapi idolanya. Namun, semua berubah setelah ia berhasil menumbangkan Djokovic dalam duel lima set yang disebut banyak pihak sebagai salah satu pertandingan terbaik turnamen tahun ini.
Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting dalam karier Fonseca yang baru memasuki tahun keduanya sebagai petenis profesional. Selain mengalahkan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah tenis, ia juga menunjukkan mentalitas luar biasa dengan bangkit dalam laga yang berlangsung sengit.
Joao Fonseca Sulit Tidur Sebelum Hadapi Novak Djokovic
Fonseca mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Djokovic sudah terasa spesial bahkan sebelum dirinya menginjak lapangan.
Petenis Brasil itu mengaku gugup karena belum pernah berlatih ataupun bertanding melawan Djokovic sebelumnya. Baginya, kesempatan menghadapi legenda Serbia tersebut sudah menjadi pengalaman berharga.
"Jujur, saya sulit tidur semalam. Ini pertama kalinya saya bermain melawan Djokovic. Kami bahkan belum pernah berlatih bersama," kata Fonseca.
Ia juga kembali menegaskan rasa hormatnya kepada mantan petenis nomor satu dunia tersebut.
Menurut Fonseca, Djokovic adalah salah satu ikon terbesar olahraga tenis. Meski dirinya mengaku penggemar berat Roger Federer, ia tetap menyebut Djokovic sebagai GOAT atau pemain terbaik sepanjang masa.
"Saya penggemar Roger Federer, tetapi saya tahu Djokovic adalah GOAT," ujarnya.
Drop Shot Jadi Senjata Kunci Menumbangkan Djokovic
Salah satu momen krusial terjadi pada set kelima ketika Fonseca berhasil mematahkan servis Djokovic melalui serangkaian drop shot yang sulit dijangkau.
Petenis berusia muda itu mengaku sengaja memanfaatkan posisi Djokovic yang berdiri jauh di belakang garis baseline saat menerima bola.
"Saya melihat dia berdiri sekitar lima meter di belakang garis. Karena itu saya mencoba beberapa drop shot dan itu sangat penting," jelas Fonseca.
Selain strategi tersebut, Fonseca juga merasa kondisi fisik Djokovic mulai sedikit menurun pada fase akhir pertandingan.
Meski demikian, ia tetap memberikan penghormatan tinggi kepada lawannya dan menyebut kemenangan tersebut diraih melalui pertarungan yang sangat berat.
Data pertandingan menunjukkan duel berlangsung hingga lima set, dengan Fonseca mampu menjaga fokus pada poin-poin krusial sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Kemenangan Emosional untuk Tim dan Sang Ibu
Usai pertandingan, Fonseca terlihat emosional ketika memeluk anggota timnya di pinggir lapangan.
Ia mengatakan hanya orang-orang terdekat yang mengetahui perjuangan berat yang dilaluinya sepanjang musim ini.
Awal tahun 2026 tidak berjalan mudah bagi Fonseca. Cedera sempat mengganggu performanya, sementara ekspektasi publik meningkat setelah menjalani musim 2025 yang mengesankan.
"Saya sempat bertanya pada diri sendiri, apakah saya bisa lebih baik dari tahun lalu? Apakah saya bisa mempertahankan level ini selama 10 tahun ke depan?" ungkapnya.
Karena itu, kemenangan atas Djokovic terasa lebih bermakna bukan hanya dari sisi karier, tetapi juga secara pribadi.
Momen spesial lainnya terjadi ketika Fonseca mempersembahkan kemenangan tersebut kepada sang ibu yang sedang berulang tahun.
Menurutnya, sang ibu adalah sosok yang selalu mendampinginya sejak usia 11 tahun ketika mulai berkeliling mengikuti turnamen tenis junior.
"Dia mengirim pesan pagi ini dan berkata, cukup masuk ke lapangan, itu sudah menjadi hadiah ulang tahun untuk saya," kata Fonseca.
Setelah pertandingan berakhir, Fonseca langsung menghubungi ibunya dan mengucapkan selamat ulang tahun.
Kini, petenis muda Brasil itu akan melanjutkan perjuangannya di Roland Garros dengan kepercayaan diri yang meningkat. Setelah menyingkirkan Novak Djokovic dalam laga bersejarah, Joao Fonseca semakin membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu calon bintang besar tenis dunia di masa depan.
Editor : Maylanni Diana Fitri