Radar Tulungagung – Novak Djokovic vs Joao Fonseca menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di Roland Garros setelah petenis muda Brasil itu bangkit dari ketertinggalan dua set untuk mengalahkan sang legenda. Djokovic mengakui bahwa Fonseca tampil lebih baik pada momen-momen krusial dan pantas meraih kemenangan.
Meski sempat unggul dua set, Djokovic gagal mempertahankan dominasinya hingga akhir laga. Petenis Serbia berusia 39 tahun itu menilai lawannya bermain luar biasa pada set keempat dan kelima, terutama saat pertandingan memasuki fase penentuan.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Djokovic di turnamen, namun ia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Fonseca yang tampil tanpa rasa takut menghadapi salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Joao Fonseca Dinilai Lebih Baik di Momen Penentuan
Djokovic tidak mencari alasan atas kekalahannya. Menurutnya, Fonseca memang tampil lebih baik ketika pertandingan memasuki titik-titik krusial.
"Saya rasa dia tanpa ragu adalah pemain yang lebih baik pada momen-momen penting. Dia menemukan pukulan-pukulan luar biasa dan bermain sangat baik," kata Djokovic.
Petenis Serbia itu mengaku tidak merasa melakukan banyak kesalahan dalam permainannya. Namun, kualitas tenis yang ditunjukkan Fonseca membuatnya kesulitan mengendalikan pertandingan setelah unggul dua set.
Djokovic juga mengungkapkan bahwa permainan agresif Fonseca menjadi faktor utama yang mengubah jalannya laga. Beberapa pukulan forehand keras serta servis kencang membuatnya kesulitan menemukan solusi.
Menurut Djokovic, petenis Brasil tersebut selalu berani mengambil risiko saat poin-poin penting datang.
Novak Djokovic Akui Kehabisan Tenaga di Set Akhir
Salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan adalah kondisi fisik Djokovic.
Baca Juga: Motor Listrik Omo X Viral di Indonesia, Bisa Jalan Sendiri dan Cas Otomatis Tanpa Pengendara
Sebelumnya, petenis Serbia itu sempat absen selama tiga bulan akibat cedera sebelum kembali tampil di Roland Garros. Ia mengaku sudah bermain dalam intensitas tinggi sepanjang turnamen.
"Saya kehabisan tenaga, jujur saja. Saya tidak merasa baik secara fisik pada beberapa set terakhir," ujarnya.
Djokovic menilai peluang terbaiknya datang pada akhir set keempat ketika memimpin 4-3 dan memiliki kesempatan penting untuk mengendalikan pertandingan.
Namun Fonseca berhasil keluar dari tekanan dengan permainan menyerang yang efektif.
Pada set kelima, Djokovic juga kehilangan servis saat unggul 3-1. Momentum tersebut menjadi titik balik yang akhirnya membawa Fonseca menuju kemenangan.
Bahkan ketika Djokovic memperoleh peluang break point untuk kembali ke pertandingan, Fonseca justru membalas dengan tiga ace beruntun yang membuat sang legenda hanya bisa memberikan tepuk tangan.
Djokovic Yakin Fonseca Bisa Jadi Bintang Masa Depan
Terlepas dari kekecewaan akibat tersingkir, Djokovic melihat masa depan cerah di depan Fonseca.
Ia mengatakan bahwa hype besar yang selama ini mengelilingi petenis Brasil tersebut terbukti bukan tanpa alasan.
"Tingkat permainan yang dia tunjukkan hari ini menjelaskan kenapa banyak orang membicarakannya," kata Djokovic.
Menurut pemilik 24 gelar Grand Slam itu, Fonseca memiliki semua modal untuk menjadi pemain elite dunia. Mulai dari bakat alami, kekuatan pukulan, profesionalisme, hingga dukungan besar dari publik Brasil.
"Dia punya talenta, punya kekuatan pukulan, dan sikap profesional. Semoga dia bisa menjadi hal besar berikutnya dalam tenis dan memenangkan Grand Slam," ujarnya.
Di tengah kekecewaan setelah tersingkir, Djokovic juga mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan kembali tampil di Roland Garros tahun depan. Namun ia belum bisa memberikan jawaban pasti.
"Saya tidak tahu," kata Djokovic singkat.
Meski demikian, petenis Serbia tersebut mengaku tetap bangga dengan perjuangannya. Ia menyebut dukungan penonton sepanjang pertandingan menjadi pengalaman emosional yang tidak akan dilupakannya.
Kekalahan dari Joao Fonseca mungkin mengakhiri langkah Novak Djokovic di Roland Garros tahun ini, tetapi juga menjadi panggung lahirnya calon bintang baru tenis dunia yang mendapat pengakuan langsung dari sang legenda.
Editor : Maylanni Diana Fitri