Radar Tulungagung – Novak Djokovic mengakui kehabisan tenaga saat kalah dari Joao Fonseca pada laga dramatis yang berlangsung lima set. Petenis Serbia itu tetap memberikan pujian tinggi kepada lawannya dan menyebut Fonseca layak menang karena tampil lebih baik pada momen-momen krusial pertandingan.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di turnamen. Djokovic sempat unggul dua set lebih dahulu, tetapi Fonseca berhasil bangkit dan membalikkan keadaan. Meski kecewa, Djokovic menegaskan dirinya tidak merasa bermain buruk, melainkan berhadapan dengan lawan yang tampil luar biasa.
“Dia tanpa diragukan lagi adalah pemain yang lebih baik pada momen-momen penting di set keempat dan kelima. Dia menemukan pukulan-pukulan luar biasa dan benar-benar pantas menang,” ujar Djokovic seusai pertandingan.
Joao Fonseca Bangkit Setelah Tertinggal Dua Set
Pertandingan berjalan sesuai prediksi pada awal laga. Djokovic yang berstatus unggulan dan memiliki pengalaman jauh lebih banyak mampu mengontrol permainan serta merebut dua set pertama.
Namun, Fonseca menunjukkan mental luar biasa. Petenis muda asal Brasil itu mulai menemukan ritme permainan dan meningkatkan agresivitasnya. Pukulan forehand keras serta servis bertenaga menjadi senjata utama untuk menekan Djokovic.
Dalam konferensi pers, Djokovic mengakui bahwa lawannya tampil sangat berani ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
“Saat momen-momen penting datang, dia terus menyerang. Dia tidak ragu mengambil risiko. Itu yang membuat perbedaan,” kata Djokovic.
Fonseca bahkan mampu menyelamatkan tekanan pada gim-gim akhir pertandingan. Saat menghadapi break point krusial, petenis muda tersebut mencetak tiga ace beruntun yang membuat Djokovic tidak memiliki banyak jawaban.
Kemenangan ini sekaligus memperkuat reputasi Fonseca sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia tenis saat ini.
Djokovic Akui Kehabisan Energi di Set Penentuan
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah kondisi fisik Djokovic. Petenis berusia 39 tahun itu mengaku mulai kehilangan energi ketika pertandingan memasuki set-set akhir.
Menurutnya, pertandingan panjang yang telah dijalani sepanjang turnamen membuat tubuhnya tidak lagi berada pada kondisi terbaik.
“Sejujurnya saya kehabisan tenaga. Saya tidak merasa baik di lapangan pada beberapa set terakhir,” ungkap Djokovic.
Ia menyebut peluang terbaiknya hadir pada akhir set keempat ketika memiliki kesempatan mematahkan servis lawan. Namun Fonseca mampu menghasilkan poin-poin luar biasa untuk keluar dari tekanan.
Djokovic juga menilai kecepatan pukulan lawannya menjadi faktor yang sangat sulit diantisipasi.
“Forehand-nya sangat cepat. Dia memukul bola dengan tempo ekstrem dan sangat sulit dibaca,” katanya.
Meski tersingkir, Djokovic tetap merasa puas dengan level permainan yang ditunjukkannya. Ia mengingat bahwa dirinya baru kembali setelah mengalami cedera dan tidak memiliki banyak pertandingan sebelum tampil di turnamen tersebut.
Isyarat Masa Depan dan Pujian untuk Fonseca
Momen menarik terjadi ketika Djokovic ditanya apakah dirinya akan kembali bermain pada edisi berikutnya. Jawaban singkatnya langsung memunculkan spekulasi.
“Saya tidak tahu,” ujar Djokovic.
Pernyataan itu membuat banyak pihak mulai bertanya-tanya mengenai masa depan sang juara Grand Slam. Namun Djokovic belum memberikan keputusan pasti terkait kelanjutan kariernya.
Di sisi lain, ia memberikan dukungan penuh kepada Fonseca. Menurutnya, petenis muda Brasil tersebut memiliki semua syarat untuk menjadi bintang besar tenis dunia.
“Dia punya talenta, kekuatan pukulan, profesionalisme, dan dukungan besar dari negaranya. Semua hal yang dibutuhkan untuk sukses ada pada dirinya,” kata Djokovic.
Djokovic berharap Fonseca mampu terus berkembang dan suatu hari nanti memenangkan gelar Grand Slam.
Meski pulang dengan kekalahan, petenis Serbia itu tetap mendapat apresiasi besar dari penonton. Ia mengaku dukungan suporter membantu dirinya bertahan saat kondisi fisik mulai menurun pada akhir pertandingan.
“Ketika saya merasa hampir tidak bisa berdiri lagi, dukungan penonton benar-benar mengangkat semangat saya,” tutup Djokovic.
Editor : Maylanni Diana Fitri