Radar Tulungagung – Jay Idzes dipastikan absen membela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik akibat cedera yang belum pulih sepenuhnya. Kehilangan sang kapten menjadi pukulan bagi skuad Garuda, namun pelatih diperkirakan telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengisi posisi bek tengah yang ditinggalkan pemain Sassuolo tersebut.
Kepastian absennya Jay Idzes sebenarnya sudah mulai terlihat sejak laga terakhir Sassuolo di Serie A saat menghadapi Parma. Dalam pertandingan itu, bek berusia 25 tahun tersebut meminta diganti pada menit ke-53 karena merasakan masalah pada kondisi fisiknya.
Cedera tersebut membuat Jay akhirnya tidak masuk dalam agenda Timnas Indonesia yang akan menjalani dua pertandingan internasional pada 5 dan 9 Juni mendatang.
Jay Idzes Pilih Fokus Pemulihan Cedera
Jay Idzes sebelumnya sempat mengalami masalah fisik saat menghadapi AC Milan. Cedera itu membuatnya melewatkan beberapa pertandingan Sassuolo sebelum akhirnya kembali dimainkan oleh pelatih Fabio Grosso.
Namun kondisi sang pemain ternyata belum benar-benar pulih. Saat diturunkan menghadapi Parma, Jay kembali merasakan gangguan yang memaksanya meninggalkan lapangan lebih awal.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Jay mengaku kecewa tidak bisa bergabung dengan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday kali ini.
Ia menyebut keputusan untuk mundur sementara merupakan langkah terbaik demi proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuhnya untuk agenda yang lebih panjang ke depan.
"Terkadang keputusan terbaik adalah mundur selangkah untuk pencegahan dan memastikan siap untuk tantangan yang akan datang," tulis Jay dalam unggahannya.
Absennya pemain yang menjadi kapten Timnas Indonesia tersebut tentu menjadi kehilangan besar. Selain memiliki kualitas bertahan yang baik, Jay juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan dan sosok yang mampu mengorganisasi lini belakang Garuda.
Elkan Baggott dan Kevin Diks Jadi Kandidat Utama
Dengan absennya Jay Idzes, perhatian kini tertuju pada siapa yang akan mengisi posisi bek tengah Timnas Indonesia.
Beberapa nama muncul sebagai kandidat utama. Elkan Baggott menjadi opsi paling kuat mengingat posturnya yang ideal dan pengalamannya bermain di level internasional.
Baca Juga: Ramalan Paranormal soal Kudeta dan Gempa Jogja Viral, Prediksi Politik Indonesia 2026 Jadi Sorotan
Jika pelatih tetap menggunakan formasi tiga bek, Elkan berpeluang ditempatkan sebagai bek tengah utama dengan didampingi Rizky Ridho di sisi kanan dan Justin Hubner di sisi kiri.
Alternatif lain adalah menempatkan Kevin Diks sebagai bagian dari trio bek tengah. Pemain yang memiliki pengalaman bermain di Eropa itu dinilai cukup fleksibel untuk mengisi beberapa posisi di lini pertahanan.
Dalam skema tersebut, Kevin Diks dapat berduet dengan Rizky Ridho dan Justin Hubner atau Elkan Baggott sesuai kebutuhan taktik tim.
Selain itu, nama Sandy Walsh juga berpotensi mendapatkan peran lebih besar apabila Kevin Diks dimainkan lebih ke dalam.
Opsi Formasi dan Susunan Tim Garuda
Jika menggunakan formasi 3-4-3, sektor pertahanan kemungkinan akan diisi oleh Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner. Sementara Kevin Diks atau Sandy Walsh dapat beroperasi sebagai wing-back kanan.
Di lini tengah, duet Joey Pelupessy dan Ivar Jenner diprediksi menjadi pilihan utama untuk menjaga keseimbangan permainan.
Sementara di lini depan, beberapa opsi tersedia seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Yakob Sayuri, hingga Eliano Reijnders.
Selain itu, Jordi Amat juga disebut bisa menjadi alternatif berharga, terutama karena pengalamannya bermain di level internasional. Kombinasi Jordi Amat dan Elkan Baggott pernah mendapat sorotan positif saat Timnas Indonesia menghadapi Argentina pada 2023.
Kini keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih kepala yang akan menentukan komposisi terbaik menghadapi Oman dan Mozambik.
Meski kehilangan Jay Idzes, Timnas Indonesia masih memiliki sejumlah pemain berkualitas di lini belakang. Fokus utama saat ini adalah memastikan sang kapten pulih sepenuhnya agar bisa kembali memperkuat Garuda pada agenda internasional berikutnya, termasuk kompetisi Asia yang akan datang.
Editor : Maylanni Diana Fitri