Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Feda Ega Pratama Bikin Geger Moto3 Thailand 2026, Rookie Indonesia Start Posisi 6 dan Siap Tantang Dominasi Spanyol-Italia

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 31 Mei 2026 | 17:30 WIB
Feda Ega Pratama tampil mengejutkan di Moto3 Thailand 2026. Rookie Indonesia start posisi 6 dan siap bersaing di barisan depan.(pinterest)
Feda Ega Pratama tampil mengejutkan di Moto3 Thailand 2026. Rookie Indonesia start posisi 6 dan siap bersaing di barisan depan.(pinterest)

Radar Tulungagung - Feda Ega Pratama mencuri perhatian dunia balap motor setelah tampil impresif pada debutnya di ajang Moto3 Thailand 2026. Pembalap muda Indonesia tersebut berhasil menembus posisi enam besar pada sesi kualifikasi dan memastikan start dari baris kedua di Sirkuit Chang International, Buriram.

Pencapaian Feda Ega Pratama ini menjadi kabar menggembirakan bagi pecinta balap Tanah Air. Pasalnya, MotoGP 2026 menjadi musim spesial karena Indonesia memiliki dua wakil di ajang Grand Prix dunia, yakni Mario Suryo Aji di Moto2 dan Feda Ega Pratama di Moto3.

Pada sesi final practice sekaligus penentuan grid start Moto3 Thailand 2026, Feda menunjukkan performa yang jauh melampaui ekspektasi. Meski berstatus rookie atau pendatang baru, pembalap asal Gunungkidul tersebut mampu bersaing dengan para pembalap berpengalaman dari Spanyol dan Italia yang selama ini mendominasi kelas Moto3.

Catatan waktu terbaik Feda mencapai 1 menit 41,856 detik. Hasil itu membuatnya hanya terpaut sekitar 0,6 detik dari pembalap tercepat, Adrian Fernandez asal Spanyol. Dengan torehan tersebut, Feda menjadi rookie terbaik pada sesi kualifikasi dan berhasil mengungguli sejumlah pembalap yang lebih berpengalaman.

Adaptasi Cepat Jadi Sorotan Honda Team Asia

Keberhasilan Feda menembus posisi enam besar tidak datang begitu saja. Sejak menjalani berbagai sesi tes pramusim, pembalap berusia 17 tahun itu sudah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Hanya P20, Tapi Mugello Diyakini Jadi Arena Kebangkitan Pembalap Indonesia

Feda mendapatkan promosi ke Moto3 setelah tampil gemilang pada ajang Red Bull Rookies Cup musim sebelumnya. Performa konsisten yang ditunjukkan membuat Honda Team Asia memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk tampil di kejuaraan dunia.

Awalnya, target tim terhadap Feda terbilang realistis. Mereka hanya berharap sang pembalap mampu beradaptasi dengan motor Moto3 dan mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin pada musim debutnya.

Namun hasil yang ditunjukkan di Buriram membuat banyak pihak mulai melirik potensinya. Feda tampil tenang saat mencari slipstream atau towing dari pembalap lain dan mampu melakukan pengereman terlambat di beberapa tikungan penting. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuatnya mampu bersaing di barisan depan.

Mampukah Feda Patahkan Dominasi Eropa?

Selama bertahun-tahun, Moto3 dikenal sebagai panggung bagi para pembalap muda asal Spanyol dan Italia. Banyak bintang MotoGP lahir dari kelas ini sebelum naik ke level yang lebih tinggi.

Baca Juga: Hasil Practice Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Langsung Lolos Q2, Mugello Kembali Jadi Harapan Podium Pembalap Indonesia

Karena itu, muncul pertanyaan besar setelah hasil mengejutkan di Thailand. Mampukah Feda Ega Pratama menjadi ancaman baru bagi dominasi pembalap Eropa?

Meski masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan, selisih waktu yang relatif tipis dengan para pembalap papan atas menunjukkan bahwa talenta Asia, khususnya Indonesia, kini semakin kompetitif. Feda dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mampu menjaga konsistensi sepanjang musim.

Sejumlah pengamat balap juga mengingatkan agar ekspektasi terhadap Feda tetap realistis. Musim pertama di Moto3 merupakan fase belajar yang tidak mudah karena persaingan sangat ketat dan setiap seri memiliki karakter lintasan berbeda.

Target yang paling masuk akal adalah menjaga ritme bersama grup depan dan secara rutin meraih poin. Jika mampu finis di jajaran 10 besar secara konsisten, maka musim debut Feda sudah bisa dianggap sukses.

Peluang Besar di Balapan Perdana

Start dari posisi keenam memberikan keuntungan penting bagi Feda saat balapan berlangsung. Ia berpeluang langsung bergabung dengan kelompok terdepan sejak lap pertama dan menghindari risiko terjebak di rombongan belakang.

Balapan Moto3 Thailand 2026 sendiri berlangsung di Sirkuit Chang International Buriram dengan panjang lintasan sekitar 4,5 kilometer. Para pembalap akan menempuh total 19 lap atau sekitar 86,5 kilometer.

Tim telah menginstruksikan Feda untuk memanfaatkan slipstream dari para pembalap senior seperti Adrian Fernandez maupun David Munoz guna menjaga kecepatan dan efisiensi sepanjang balapan.

Kini perhatian pecinta balap Indonesia tertuju ke Buriram. Apakah posisi keenam di grid start akan menjadi awal lahirnya sejarah baru bagi Indonesia di Moto3? Yang pasti, Feda Ega Pratama telah membuktikan dirinya bukan sekadar pelengkap di kejuaraan dunia. Ia datang membawa mimpi besar dan harapan untuk mengibarkan Merah Putih di panggung balap motor internasional.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Honda Team Asia #MotoGP 2026 #Feda Ega Pratama #Mario Aji #Moto3 Thailand 2026