Radar Tulungagung - Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta balap motor. Kali ini bukan karena aksinya di lintasan Moto3 2026, melainkan karena cerita unik mengenai kebiasaan makan tradisional Indonesia yang disebut-sebut menarik perhatian kru Honda Team Asia di paddock Grand Prix.
Cerita mengenai Feda Ega Pratama tersebut ramai dibahas di media sosial dan sejumlah kanal penggemar MotoGP. Pembalap muda asal Gunungkidul itu dikabarkan tetap mempertahankan kebiasaan khas Indonesia meski kini berkarier di lingkungan balap internasional bersama Honda Team Asia.
Menurut narasi yang beredar, Feda Ega Pratama disebut memilih menikmati waktu istirahat dengan cara santai di area hospitality tim. Kebiasaan tersebut diklaim membuat beberapa kru asing penasaran karena berbeda dengan rutinitas yang biasa dilakukan para pembalap Eropa.
Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Honda Team Asia maupun Feda Ega Pratama terkait cerita yang beredar tersebut.
Budaya Indonesia Disebut Jadi Perhatian
Dalam cerita yang ramai dibahas penggemar MotoGP, Feda disebut tetap nyaman menjalani kebiasaan yang akrab dengan budaya Indonesia, termasuk cara menikmati makanan.
Bagi masyarakat Indonesia, makan menggunakan tangan merupakan hal yang lumrah dan telah menjadi bagian dari budaya di berbagai daerah. Namun kebiasaan tersebut dianggap berbeda dengan budaya makan yang umum diterapkan di lingkungan Eropa.
Perbedaan budaya inilah yang kemudian disebut memunculkan rasa penasaran di kalangan kru internasional yang bekerja bersama pembalap Indonesia.
Meski demikian, banyak penggemar menilai cerita tersebut justru menunjukkan bahwa Feda tetap mempertahankan identitasnya sebagai anak bangsa meski telah tampil di level Grand Prix dunia.
Feda Jadi Salah Satu Rookie yang Disorot
Terlepas dari cerita di luar lintasan, performa Feda sepanjang Moto3 2026 memang menjadi perhatian. Pembalap Honda Team Asia tersebut berhasil menunjukkan perkembangan positif pada musim debutnya.
Beberapa hasil kompetitif yang diraih membuat namanya mulai diperhitungkan di kelas Moto3. Bahkan Feda sempat menjadi pembalap rookie terbaik dalam beberapa seri awal musim.
Konsistensi yang ditunjukkan rider berusia 17 tahun itu membuat banyak pengamat melihat potensinya sebagai salah satu talenta muda Asia yang menjanjikan di masa depan.
Karakter Rendah Hati Jadi Nilai Tambah
Selain kemampuan balap, Feda juga dikenal memiliki sikap yang santun. Dalam berbagai kesempatan, pembalap asal Gunungkidul tersebut kerap menunjukkan penghormatan kepada tim, kru, maupun pihak yang lebih senior.
Karakter tersebut dinilai menjadi salah satu alasan mengapa ia cepat beradaptasi dengan lingkungan internasional yang dihuni pembalap dan kru dari berbagai negara.
Banyak penggemar berharap Feda tidak hanya mampu mengharumkan nama Indonesia lewat prestasi di lintasan, tetapi juga melalui sikap dan kepribadian yang positif.
Fokus Hadapi Persaingan Moto3 2026
Di tengah berbagai cerita yang beredar, fokus utama Feda tetap berada di lintasan balap. Persaingan Moto3 musim 2026 dikenal sangat ketat dengan banyaknya pembalap muda berbakat dari Eropa, Asia, hingga Amerika Selatan.
Bersama Honda Team Asia, Feda terus berupaya meningkatkan performa dan mengumpulkan poin demi poin dalam setiap seri yang dijalani. Dukungan publik Indonesia pun terus mengalir untuk pembalap muda yang menjadi salah satu harapan Merah Putih di ajang Grand Prix dunia tersebut.
Apakah cerita mengenai kebiasaan makan tradisional Indonesia di paddock Moto3 benar terjadi atau hanya bagian dari kisah yang berkembang di kalangan penggemar, yang pasti nama Feda Ega Pratama terus menjadi sorotan berkat kiprahnya yang semakin menjanjikan di panggung balap internasional.
Editor : Maylanni Diana Fitri