Radar Tulungagung - Feda Ega Pratama kembali mencuri perhatian pada ajang Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia itu sukses melakukan comeback impresif di Sirkuit Jerez, Spanyol, setelah finis di posisi keenam meski memulai balapan dari urutan ke-17.
Hasil tersebut membuat Feda Ega Pratama menjadi salah satu sorotan utama dalam seri Moto3 Jerez 2026. Start dari barisan belakang tidak menghalangi rider Honda Team Asia itu untuk menembus rombongan depan dan mengamankan poin penting bagi perburuannya di klasemen musim ini.
Performa Feda Ega Pratama di Jerez sekaligus menunjukkan perkembangan pesat yang terus ditampilkan pembalap asal Gunungkidul tersebut pada musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Berawal dari Kualifikasi yang Sulit
Akhir pekan balap di Jerez sejatinya tidak berjalan mulus bagi Feda. Pada sesi kualifikasi, ia gagal memperoleh posisi start ideal setelah mengalami insiden yang membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-17.
Posisi tersebut menjadi tantangan besar mengingat karakter Sirkuit Jerez dikenal sempit dan teknikal. Kesempatan untuk melakukan overtaking pun jauh lebih terbatas dibandingkan beberapa sirkuit lain dalam kalender Moto3.
Banyak pengamat menilai peluang Feda untuk menembus kelompok depan cukup berat. Namun situasi di lintasan balap ternyata berbicara berbeda.
Tampil Agresif Sejak Lap Awal
Ketika lampu start padam, Feda langsung menunjukkan determinasi tinggi. Pembalap Honda Team Asia itu berhasil memperbaiki beberapa posisi hanya dalam lap-lap awal.
Keberaniannya saat pengereman dan kemampuannya menjaga momentum di tikungan menjadi salah satu kunci kebangkitan. Feda terlihat mampu memanfaatkan setiap peluang untuk menyalip rival tanpa melakukan manuver yang berisiko berlebihan.
Perlahan namun pasti, posisinya terus merangkak naik menuju zona poin hingga akhirnya masuk ke kelompok sepuluh besar.
Duel Sengit dengan Para Rival
Persaingan semakin ketat saat balapan memasuki fase pertengahan hingga akhir. Feda harus menghadapi sejumlah pembalap yang lebih berpengalaman serta beberapa rival sesama rookie.
Salah satu duel yang paling menarik perhatian terjadi ketika ia terlibat pertarungan ketat memperebutkan posisi di dalam sepuluh besar. Konsistensi menjaga ritme balap membuatnya tetap kompetitif hingga lap terakhir.
Keunggulan Feda terlihat pada kemampuannya mempertahankan performa ban dan menjaga kecepatan yang stabil sepanjang balapan.
Manuver Penentu di Lap Terakhir
Momen penting terjadi menjelang garis finis. Saat beberapa pembalap di depannya terlibat duel sengit, Feda mampu memanfaatkan celah yang terbuka untuk memperbaiki posisi.
Dengan manuver bersih dan terukur, pembalap Indonesia itu berhasil mengamankan posisi keenam. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaiknya sepanjang musim Moto3 2026.
Usai balapan, hasil finis sempat menunggu konfirmasi dari Race Direction. Namun setelah dilakukan peninjauan, tidak ditemukan pelanggaran sehingga posisi keenam Feda tetap sah.
Modal Positif untuk Seri Berikutnya
Finis keenam dari posisi start ke-17 menjadi bukti bahwa Feda Ega Pratama memiliki kemampuan bertarung yang semakin matang di level dunia.
Tambahan poin dari Jerez membuat posisinya di klasemen sementara semakin kompetitif. Hasil ini juga memperkuat optimisme Honda Team Asia terhadap perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut.
Dengan performa yang terus meningkat, Feda kini mulai disebut sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 musim 2026. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan melanjutkan tren positif pada seri-seri selanjutnya.
Jika mampu mempertahankan performa seperti di Jerez, peluang Feda untuk meraih hasil yang lebih besar, termasuk podium pertamanya di Moto3, akan semakin terbuka.
Editor : Maylanni Diana Fitri