Radar Tulungagung - Feda Ega Pratama terus mencuri perhatian pada musim debutnya di Moto3 2026. Penampilan konsisten pembalap muda Indonesia itu bahkan mendapat pujian langsung dari manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, yang menilai Feda memiliki kemampuan istimewa dibandingkan rookie lainnya.
Pujian tersebut muncul setelah Feda Ega Pratama berhasil menunjukkan performa impresif dalam empat seri awal Moto3 2026. Dengan koleksi 37 poin, rider asal Gunungkidul itu berhasil menempati posisi keenam klasemen sementara sekaligus memimpin persaingan Rookie of the Year.
Prestasi Feda Ega Pratama semakin menonjol karena ia mampu bersaing di papan atas meski Honda Team Asia belum menjadi tim paling dominan di Moto3 musim ini. Konsistensi yang ditunjukkan membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda terbaik di kejuaraan dunia.
Aoyama Soroti Empat Kelebihan Feda
Dalam keterangannya, Hiroshi Aoyama menilai ada empat aspek utama yang membuat Feda tampil berbeda dibandingkan rookie lain musim ini.
Pertama adalah kemampuan manajemen balapan. Menurut Aoyama, Feda mampu mengatur ritme, menjaga kondisi ban, serta menentukan waktu yang tepat untuk menyerang lawan.
Kedua, kecepatan yang konsisten. Pembalap berusia 17 tahun tersebut dinilai mampu mempertahankan pace kompetitif sepanjang balapan, termasuk saat harus memulai dari posisi yang kurang menguntungkan.
Ketiga adalah kemampuan race craft dan overtaking. Feda dinilai memiliki insting balap yang baik dalam membaca situasi, memanfaatkan slipstream, hingga menentukan titik pengereman saat melakukan manuver menyalip.
Sementara aspek keempat yang paling mendapat sorotan adalah mentalitasnya. Aoyama melihat Feda memiliki kemampuan bangkit dengan cepat setelah menghadapi situasi sulit, termasuk ketika mengalami hasil kurang memuaskan pada seri sebelumnya.
Jadi Rookie Terbaik Honda Team Asia
Performa Feda semakin terlihat jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Zen Mitani. Meski sama-sama mengendarai Honda NSF250RW, hasil yang diraih keduanya sejauh ini berbeda cukup jauh.
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik Mulai 18 April 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Rp9.400 per Liter di Tengah Gejolak Energi GlobalSetelah empat ronde pertama Moto3 2026, Feda berhasil mengumpulkan 37 poin dan berada di posisi keenam klasemen dunia. Sementara Mitani masih berjuang untuk meraih poin pertamanya musim ini.
Perbedaan tersebut membuat banyak pengamat menilai adaptasi Feda terhadap Moto3 berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sebagian besar rookie lainnya.
Honda Masih Berjuang Lawan Dominasi KTM
Meski performa individu Feda mengesankan, Honda Team Asia masih menghadapi tantangan besar dalam persaingan konstruktor.
Sejumlah tim yang menggunakan motor KTM dan CFMoto masih mendominasi papan atas klasemen. Keunggulan tenaga mesin dan akselerasi menjadi salah satu faktor yang membuat mereka tampil kuat pada awal musim.
Namun demikian, Feda mampu memaksimalkan paket motor yang dimilikinya. Konsistensinya mengumpulkan poin membuat Honda Team Asia tetap kompetitif di tengah dominasi rival-rivalnya.
Jalan Panjang Menuju MotoGP
Penampilan menjanjikan Feda membuat banyak pihak mulai membicarakan peluangnya menembus MotoGP pada masa depan. Meski begitu, jalur menuju kelas utama masih cukup panjang.
Secara umum, pembalap muda biasanya menghabiskan beberapa musim di Moto3 sebelum naik ke Moto2. Jika perkembangan Feda terus berlanjut, peluang untuk naik kelas dalam beberapa tahun mendatang tentu terbuka lebar.
Untuk saat ini, target paling realistis adalah mempertahankan posisinya sebagai pemimpin Rookie of the Year serta terus bersaing di kelompok depan klasemen Moto3 2026.
Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus meningkat, Feda Ega Pratama menjadi salah satu harapan terbesar Indonesia di arena balap motor dunia. Musim 2026 bisa menjadi fondasi penting bagi perjalanan kariernya menuju level yang lebih tinggi.
Editor : Maylanni Diana Fitri