Radar Tulungagung – Feda Ega Pratama harus menerima kenyataan pahit pada sesi kualifikasi Moto3 Catalunya 2026 setelah gagal menembus Q2 dan dipastikan memulai balapan dari posisi ke-21. Pembalap muda Indonesia itu sebenarnya memiliki peluang besar untuk lolos ke sesi kualifikasi kedua sebelum insiden di Tikungan 12 menghancurkan peluangnya.
Hasil tersebut langsung menjadi sorotan penggemar balap motor. Banyak spekulasi bermunculan terkait penyebab gagalnya Feda Ega Pratama mengamankan posisi yang lebih baik di grid start. Mulai dari isu masalah teknis pada motor Honda NSF250RW hingga dugaan adanya gangguan dari pembalap lain saat sesi penentuan berlangsung.
Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Feda memang mengalami kesulitan menemukan performa terbaik. Menurut keterangan tim Honda Team Asia, kendala utama bukan berasal dari kerusakan mesin maupun sistem kelistrikan, melainkan setup motor yang belum sesuai dengan karakteristik lintasan Catalunya.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengungkapkan bahwa pembalap asal Gunungkidul tersebut belum mendapatkan kepercayaan diri penuh karena belum menemukan feeling yang tepat saat mengendarai motornya. Situasi itu membuat tim harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki keseimbangan motor.
Performa Meningkat di FP2
Kerja keras mekanik Honda akhirnya membuahkan hasil pada sesi FP2. Feda berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dengan mencatatkan waktu 1 menit 48,152 detik dan menempati posisi ke-13.
Catatan tersebut membuat optimisme kembali muncul di kubu Honda Team Asia. Selisih waktu Feda dengan pemuncak sesi juga tidak terlalu jauh sehingga peluang untuk menembus Q2 masih terbuka lebar.
Memasuki sesi Q1, pembalap bernomor 54 itu langsung tampil agresif. Pada percobaan awal, ia sempat menempati posisi keempat dengan waktu 1 menit 47,687 detik, sebuah posisi yang cukup untuk mengamankan tiket menuju Q2.
Insiden Tikungan 12 Jadi Penentu
Drama terjadi ketika sesi menyisakan sekitar tiga menit. Feda kembali turun ke lintasan untuk menjalani flying lap terakhir yang berpotensi menjadi putaran terbaiknya sepanjang akhir pekan.
Data sektor menunjukkan performanya sangat menjanjikan. Sektor pertama dan kedua berjalan sesuai rencana dengan catatan waktu yang kompetitif. Namun saat memasuki Tikungan 12, jalur ideal yang seharusnya digunakan Feda justru tertutup oleh beberapa pembalap yang melaju lambat.
Situasi tersebut memaksa Feda membatalkan upayanya demi menghindari tabrakan. Ia harus mengangkat motor dan keluar dari racing line yang sedang dibangunnya.
Akibat gangguan itu, waktu terbaiknya gagal dipertajam dan hanya bertahan di angka 1 menit 47,636 detik. Hasil tersebut membuatnya finis di posisi keenam Q1 dan harus memulai balapan dari urutan ke-21.
FIM Beri Sanksi Pelanggar
Insiden yang dialami Feda kemudian menjadi perhatian FIM Stewards. Setelah melakukan investigasi, pihak pengawas balapan menilai tindakan menghalangi pembalap yang sedang menjalani putaran cepat atau impeding merupakan pelanggaran serius.
Beberapa pembalap yang terlibat akhirnya mendapatkan hukuman sesuai regulasi yang berlaku. Sanksi yang dijatuhkan bervariasi, mulai dari penalti posisi start hingga hukuman tambahan lainnya.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak mampu mengembalikan peluang Feda untuk mengulang putaran terakhirnya. Posisi start tetap tidak berubah dan pembalap Indonesia itu harus menerima kenyataan memulai balapan dari barisan belakang.
Sikap Dewasa Feda Dapat Pujian
Di tengah kekecewaan yang besar, Feda menunjukkan sikap yang mendapat banyak apresiasi. Ia tidak meluapkan emosi secara berlebihan dan memilih kembali ke pit dengan tenang.
Sikap profesional tersebut justru mendapat pujian dari berbagai pengamat balap internasional. Mereka menilai Feda memiliki mentalitas yang kuat dan kemampuan bersaing di level tertinggi Moto3.
Kini harapan Honda Team Asia tertuju pada balapan utama. Meski start dari posisi ke-21 bukan tugas mudah, Feda dikenal sebagai pembalap yang kerap tampil lebih kompetitif saat race berlangsung.
Dengan performa yang sempat ditunjukkan sepanjang sesi latihan dan kualifikasi, peluang untuk meraih poin masih terbuka. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan setiap lap secara maksimal dan menghindari insiden di tengah ketatnya persaingan Moto3 Catalunya 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri