Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Feda Ega Pratama Jadi Proyek Emas Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama Ungkap Alasan Pembalap Indonesia Ini Dianggap Mampu Ubah Sejarah MotoGP

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB
Feda Ega Pratama disebut proyek emas Honda Team Asia. Hiroshi Aoyama yakin pembalap Indonesia ini bisa ubah sejarah MotoGP.(pinterest)
Feda Ega Pratama disebut proyek emas Honda Team Asia. Hiroshi Aoyama yakin pembalap Indonesia ini bisa ubah sejarah MotoGP.(pinterest)

Radar Tulungagung - Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap motor internasional. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu disebut sebagai proyek emas Honda Team Asia yang dipersiapkan untuk menjadi penantang serius di ajang Grand Prix dunia.

Nama Feda Ega Pratama bahkan disebut-sebut sebagai kepingan terakhir yang dibutuhkan Honda Team Asia untuk menyempurnakan program pembinaan pembalap Asia yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade. Di tengah dominasi pembalap Eropa, khususnya Spanyol dan Italia, kemunculan Feda dinilai membawa harapan baru bagi kawasan Asia.

Selama bertahun-tahun, Honda Team Asia berupaya menciptakan jalur pembinaan mandiri bagi talenta Asia agar mampu bersaing di level tertinggi. Program tersebut resmi dimulai pada 2013 di bawah kepemimpinan Hiroshi Aoyama, mantan juara dunia GP250 yang kini menjadi manajer tim.

Menurut Aoyama, tujuan utama Honda Team Asia bukan hanya mencari pembalap cepat, tetapi juga menemukan sosok yang memiliki mental juara dan kemampuan berkembang di tengah tekanan kompetisi Eropa yang sangat ketat.

Dominasi Feda Ega Pratama Jadi Perhatian HRC

Perjalanan Feda menuju Moto3 tidak terjadi secara instan. Salah satu pencapaian yang membuat Honda tertarik adalah performanya di Asia Talent Cup.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Iker Casillas, dari Bocah Móstoles hingga Jadi Legenda Real Madrid dan Pahlawan Spanyol yang Menangis Saat Berpisah

Saat itu, Feda mencatatkan sembilan kemenangan dari 12 balapan. Statistik tersebut dianggap sebagai anomali karena menunjukkan dominasi yang jarang terjadi di ajang pembinaan pembalap muda Asia.

Keunggulan terbesar Feda terlihat dari gaya balapnya yang agresif namun terukur. Banyak pengamat menilai teknik late braking yang dimilikinya mengingatkan pada gaya balap juara dunia MotoGP, Marc Marquez.

Dominasi tersebut membuat Honda Racing Corporation (HRC) mulai memberikan perhatian khusus. Feda tidak lagi dipandang sebagai prospek jangka panjang, melainkan aset penting yang harus dipersiapkan untuk bersaing di level dunia.

Sukses Beradaptasi di Eropa

Tantangan terbesar bagi pembalap Asia selama ini adalah proses adaptasi di Eropa. Banyak talenta berbakat gagal berkembang karena harus menghadapi cuaca, karakter sirkuit, hingga tekanan persaingan yang jauh berbeda dibandingkan kompetisi Asia.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Mei 2026, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Melonjak, Ini Daftar Tarif Terbarunya

Namun Feda menunjukkan perkembangan yang menjanjikan ketika tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Ia mampu bersaing dengan para pembalap Spanyol dan Italia yang selama ini mendominasi kelas junior.

Keberhasilannya tampil konsisten di grup depan menjadi bukti bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan cepat. Selain kecepatan, Feda juga dinilai memiliki kemampuan membaca situasi balapan dan mengelola tekanan dengan baik.

Faktor tersebut menjadi salah satu alasan Honda Team Asia akhirnya mempromosikannya ke ajang Moto3 musim 2026.

Jadi Kunci Kebangkitan Honda Team Asia

Masuknya Feda ke Honda Team Asia bukan sekadar hadiah atas prestasi yang diraih. Keputusan itu disebut sebagai langkah strategis yang telah dipertimbangkan secara matang oleh tim.

Honda saat ini menghadapi tantangan besar di kelas Moto3 karena harus bersaing dengan dominasi motor KTM dan GasGas yang dikenal memiliki keunggulan kecepatan di lintasan lurus.

Dalam situasi tersebut, kemampuan pembalap menjadi faktor yang sangat menentukan. Honda membutuhkan sosok yang mampu menutupi kekurangan teknis motor melalui kualitas individu di atas lintasan.

Feda dianggap memenuhi kriteria tersebut. Beberapa sumber di lingkungan paddock bahkan menyebut Honda memiliki keyakinan besar bahwa pembalap Indonesia itu bisa menjadi fondasi kebangkitan tim dalam beberapa musim mendatang.

Target Rookie of the Year

Memasuki musim Moto3 2026, ekspektasi terhadap Feda terus meningkat. Hasil tes pramusim menunjukkan adaptasinya terhadap motor Grand Prix berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

Data telemetri disebut memperlihatkan kecepatan menikung Feda berada di jajaran terbaik dibandingkan sejumlah rivalnya. Fakta itu membuat banyak pihak mulai memasukkan namanya sebagai kandidat kuat peraih gelar Rookie of the Year.

Meski jalan menuju level tertinggi masih panjang, kehadiran Feda Ega Pratama telah membuka harapan baru bagi dunia balap Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memiliki pembalap yang dianggap mampu bersaing secara konsisten di level dunia.

Kini perhatian publik tertuju pada perjalanan Feda bersama Honda Team Asia. Jika perkembangan positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia suatu hari akan melihat Merah Putih berkibar di podium tertinggi Grand Prix dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Moto3 2026 #Feda Ega Pratama #Rookie of the Year 2026