Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Berbagai Macam White Balance pada Kamera

Yoga Dany Damara • Minggu, 11 Mei 2025 | 12:20 WIB

 

Ilustrasi mengenal White balance pada kamera @azerbaizan_stockers (freepik.com)
Ilustrasi mengenal White balance pada kamera @azerbaizan_stockers (freepik.com)

Radar Tulungagung - White balance (WB) adalah salah satu fitur penting dalam dunia fotografi. Fitur ini bertujuan untuk menyesuaikan warna agar objek dalam foto terlihat alami, meskipun cahaya di sekitar kita bisa memiliki warna yang berbeda. Tanpa white balance yang tepat, foto bisa terlihat terlalu biru, kuning, atau bahkan hijau. Di bawah ini adalah berbagai macam setting white balance yang sering ditemukan di kamera, beserta penjelasan singkat mengenai penggunaannya:

 

1. Auto White Balance (AWB)

 

Auto White Balance adalah pengaturan otomatis yang digunakan oleh kamera untuk mendeteksi sumber cahaya sekitar dan menyesuaikan warna foto secara real-time. Ini adalah pilihan yang sangat berguna untuk pemula atau saat kamu tidak ingin repot mengatur white balance secara manual. Namun, meskipun AWB bekerja dengan baik dalam banyak kondisi, kadang-kadang bisa menghasilkan warna yang kurang akurat di bawah sumber cahaya tertentu, seperti lampu neon.

 

2. Fluorescent

 

Setting Fluorescent digunakan untuk kondisi pencahayaan dengan lampu fluorescent, yang sering kali menghasilkan cahaya dengan rona hijau atau biru. Dengan menggunakan pengaturan ini, kamera akan menyesuaikan warna foto agar tampak lebih alami dan menghilangkan nuansa dingin yang dihasilkan oleh cahaya tersebut.

 

3. Daylight

 

Jika kamu sedang mengambil gambar di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung, pengaturan Daylight adalah pilihan yang ideal. Pengaturan ini akan memberikan warna yang akurat dan natural, karena dirancang untuk mengimbangi cahaya matahari yang bersifat netral. Foto akan tampak cerah dan warna objek terlihat lebih jernih.

 

4. Tungsten

 

Tungsten cocok digunakan ketika memotret di dalam ruangan dengan pencahayaan dari lampu pijar atau bohlam. Lampu-lampu ini cenderung menghasilkan cahaya berwarna kuning hangat. Dengan pengaturan Tungsten, kamera akan mengimbangi cahaya kuning tersebut, menciptakan tampilan yang lebih seimbang dan tidak terlalu kekuningan pada hasil foto.

 

5. Shade

 

Jika kamu mengambil foto di bawah bayangan, misalnya di bawah pohon atau di tempat yang tertutup, cahaya yang masuk biasanya lebih dingin dan berwarna biru. Setting Shade dirancang untuk mengimbangi nuansa dingin tersebut, memberikan kesan yang lebih hangat dan natural pada foto. Ini sangat berguna ketika kamu memotret di luar ruangan pada hari yang cerah namun objek berada dalam bayangan.

 

6. Cloudy

 

Pengaturan Cloudy digunakan saat cuaca mendung atau berawan. Cahaya yang masuk dalam kondisi ini biasanya sedikit lebih dingin dan kurang cerah dibandingkan dengan sinar matahari langsung. Dengan memilih mode Cloudy, kamera akan menambah kehangatan pada foto untuk menciptakan kesan yang lebih cerah dan menyenangkan.

 

 

Memahami dan memanfaatkan berbagai pengaturan white balance ini dapat membantu kamu mengambil gambar yang lebih akurat dan memiliki warna yang natural. Meski kamera dapat memilih setting yang paling cocok melalui mode Auto White Balance, terkadang pengaturan manual memberikan hasil yang lebih tepat, terutama dalam kondisi pencahayaan yang kompleks atau tidak biasa. Eksperimen dengan setting white balance yang berbeda, dan kamu akan menemukan cara terbaik untuk memotret di berbagai situasi pencahayaan!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Yoga Dany Damara
#kamera #fotografi #memotret #foto