Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perkara Jodoh Fotografer Antara Lensa, Waktu, dan Cinta

Yoga Dany Damara • Minggu, 11 Mei 2025 | 13:22 WIB

 

Ilustrasi jodoh fotografer (freepik.com)
Ilustrasi jodoh fotografer (freepik.com)

Radar Tulungagung - Menjadi fotografer bukan cuma soal membidik momen lewat lensa. Ada hal-hal lain yang kadang lebih rumit dari settingan manual kamera salah satunya perkara jodoh.

 

Buat sebagian orang, fotografer mungkin terlihat keren. Bawa kamera ke mana-mana, punya galeri penuh karya visual, dan akrab dengan cahaya sore yang hangat. Tapi di balik itu, ada cerita lain yang nggak semua orang tahu.

 

 

1. Waktu yang Tak Biasa

 

Jadwal fotografer sering nggak kenal waktu. Ada yang kerja dari pagi sampai malam, apalagi kalau sedang musim wedding. Weekend? Lupa. Tanggal merah? Justru itu hari panen. Jadi, jodoh yang ideal kadang bukan soal siapa yang cantik atau tampan, tapi siapa yang bisa paham kalau malam minggu harus standby di venue pernikahan orang lain.

 

 

2. Pekerjaan Passion

 

Fotografer sering jatuh cinta dua kali. Pertama, pada orang. Kedua dan ini sering lebih dalampada dunia visual. Kamera bisa jadi teman curhat, editing jadi pelarian, dan hunting foto jadi healing. Nah, pasangan fotografer harus siap berbagi cinta dengan lensa, bukan cemburu karena waktu lebih banyak habis di Lightroom daripada WhatsApp.

 

 

3. Jodoh Itu Butuh Fokus Sama Seperti Motret

 

Nggak semua orang bisa tahan dengan dunia kreatif yang penuh ketidakpastian. Tapi justru di situ menariknya. Ketika ada seseorang yang bisa menerima proses, memahami dedikasi, dan nggak keberatan diajak motret sunrise jam 5 pagi itu rasanya lebih dari sekadar "klik". Itu udah level soulmate.

 

 

4. Dari Klien Bisa Jadi Jodoh? Bisa Aja

 

Banyak kisah bermula dari lensa. Klien yang awalnya minta foto prewedding, ternyata malah jadi pasangan hidup. Karena saat seseorang nyaman di balik kamera kita, bukan nggak mungkin dia juga nyaman dalam hidup kita.

 

Perkara jodoh buat fotografer itu mungkin sedikit rumit, tapi juga penuh warna. Seperti foto kadang blur, kadang underexposure, tapi dengan waktu dan teknik yang tepat, bisa jadi karya yang indah. Sama kayak cinta perlu timing, perlu kesabaran, dan tentu saja perlu orang yang fit in the frame.

 

Kalau kamu fotografer, atau sedang dekat dengan fotografer, satu pesan penting jangan cuma cari yang cantik di depan kamera. Cari yang bisa tahan capeknya, dukung passion-nya, dan mau ikut lari-lari nyari golden hour bareng.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Yoga Dany Damara
#motret #fotografer #jodoh #foto