Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Settingan Kamera di Malam Hari Cara Mendapatkan Foto yang Tajam dan Jelas dalam Gelap

Yoga Dany Damara • Selasa, 20 Mei 2025 | 20:25 WIB
fotografer sedang memotret pada malam hari (Freepik.com )
fotografer sedang memotret pada malam hari (Freepik.com )

Tulungagung - Memotret di malam hari bisa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak fotografer, terutama bagi pemula. Cahaya yang minim membuat kamera kesulitan menangkap gambar dengan baik, sehingga hasil foto sering kali buram, gelap, atau penuh noise. Namun, dengan pengaturan yang tepat, kamu bisa menghasilkan foto malam hari yang tajam, cerah, dan penuh detail. Berikut ini beberapa tips settingan kamera yang wajib kamu coba saat memotret di kondisi minim cahaya.

1. Gunakan Mode Manual (M)

Memotret di malam hari paling ideal menggunakan mode manual. Dengan mode ini, kamu bisa mengatur secara penuh exposure, ISO, shutter speed, dan aperture. Hal ini penting untuk mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera.

2. Atur ISO dengan Bijak

ISO berfungsi untuk mengatur sensitivitas sensor terhadap cahaya. Di malam hari, kamu perlu menaikkan ISO supaya kamera lebih peka terhadap cahaya yang minim. Namun, perlu diingat, semakin tinggi ISO, semakin besar noise yang muncul pada foto. Sebagai patokan awal, coba mulai dengan ISO 800 hingga 1600. Jika hasil masih kurang terang, kamu bisa naikkan sedikit, tapi jangan terlalu tinggi agar noise tidak mengganggu kualitas foto.

3. Gunakan Aperture Terbuka Lebar (f/1.8 - f/2.8)

Aperture atau bukaan lensa mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke sensor. Untuk foto malam hari, gunakan aperture yang lebar (angka f kecil), seperti f/1.8 atau f/2.8. Dengan bukaan besar, cahaya bisa masuk lebih banyak sehingga foto lebih terang dan fokus pada objek utama lebih baik.

4. Perhatikan Shutter Speed

Shutter speed menentukan lamanya sensor kamera terbuka untuk menangkap cahaya. Di malam hari, shutter speed biasanya dibuat lebih lambat (lebih lama), misalnya 1/10 detik atau bahkan beberapa detik, agar cahaya yang masuk cukup. Namun, semakin lama shutter speed, semakin besar risiko foto blur akibat goyangan tangan. Karena itu, sangat disarankan menggunakan tripod agar kamera stabil saat exposure lama.

5. Manfaatkan Tripod

Tripod adalah teman terbaik saat memotret malam hari. Dengan tripod, kamu bisa menggunakan shutter speed lama tanpa khawatir foto blur karena tangan bergoyang. Ini sangat membantu untuk foto pemandangan malam, cityscape, atau bintang di langit.

6. Fokus Manual

Sering kali, autofocus di kondisi gelap tidak bekerja optimal. Untuk itu, aktifkan fokus manual agar kamu bisa mengatur fokus dengan tepat, terutama saat memotret objek yang minim cahaya atau jauh seperti bintang.

7. Gunakan Mode RAW

Sebaiknya ambil foto dalam format RAW, bukan JPEG. File RAW menyimpan data gambar secara lebih lengkap, sehingga kamu bisa melakukan editing exposure, warna, dan detail lebih maksimal di komputer tanpa kehilangan kualitas.

Contoh Settingan Kamera Malam Hari untuk Pemula:

Mode : Manual (M)

ISO    : 800-1600 

Aperture : f/1.8 - f/2.8

Shutter Speed : 1/10 detik - beberapa detik (sesuaikan)

Fokus : Manual

Format Foto : RAW 

 

Dengan memahami dan mencoba berbagai settingan di atas, kamu akan semakin percaya diri mengambil foto malam hari yang keren dan artistik. Jangan lupa juga eksplorasi kreativitas seperti memotret light trails kendaraan, pemandangan kota dengan lampu-lampu, atau objek cahaya kecil seperti lilin dan lampu hias.

Selamat mencoba dan bereksperimen dengan setting kamera malam hari!

 

Editor : Yoga Dany Damara
#tulungagung #fotografer #cahaya #malam #memotret