PRABUMULIH - Pernikahan Rara LIDA dan Aladul resmi digelar pada 6 Februari lalu di Prabumulih, Sumatera Selatan. Momen bahagia pasangan muda ini langsung menjadi perbincangan hangat, terutama karena konsep pesta rakyat yang mereka usung hingga jumlah tamu yang membludak.
Pernikahan Rara LIDA dan Aladul tak hanya menjadi hari istimewa bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar. Ribuan warga turut memadati area luar gedung demi menyaksikan langsung momen sakral tersebut. Bahkan, total tamu yang hadir disebut mencapai lebih dari 6.000 orang.
Pernikahan Rara LIDA dan Aladul juga menarik perhatian karena digelar dengan memadukan adat Sumatera Selatan serta resepsi megah dalam satu hari penuh. Prosesi akad hingga resepsi berlangsung meriah dan penuh haru.
Deg-degan Saat Ijab Kabul
Aladul mengaku merasakan ketegangan luar biasa saat mengucap ijab kabul. Meski terbiasa tampil di atas panggung hiburan, momen akad nikah disebutnya jauh lebih mendebarkan.
“Deg-degannya ngalahin ribuan panggung show yang pernah saya jalani. Tapi begitu dinyatakan sah, rasanya langsung plong,” ungkapnya.
Sementara itu, Rara memilih menunggu di dalam mobil dan menyaksikan prosesi akad melalui live streaming. Ia tak kuasa menahan air mata saat mendengar sang suami resmi mengucapkan janji suci.
Resepsi digelar di hari yang sama dengan akad. Usai prosesi sakral, dekorasi gedung langsung dirombak total untuk acara malam hari. Rara bahkan mengganti busana hingga tiga kali sepanjang rangkaian acara.
Pesta Rakyat, Ribuan Warga Hadir
Yang membuat pernikahan Rara LIDA dan Aladul semakin spesial adalah konsep pesta rakyat. Selain tamu undangan resmi, masyarakat umum juga diperbolehkan hadir di area luar.
Diperkirakan lebih dari 5.000 orang memadati bagian luar gedung. Sedangkan di dalam ballroom, tamu yang hadir mencapai sekitar 3.000 hingga 3.500 orang, melebihi perkiraan awal 2.000 undangan.
Untuk mengakomodasi warga, pasangan ini juga menggandeng pelaku UMKM setempat menyediakan makanan dan jajanan. Langkah tersebut menjadi bentuk terima kasih kepada masyarakat Prabumulih yang selama ini mendukung karier Rara.
“Rara bisa sampai di titik ini juga karena dukungan warga Prabumulih. Jadi kami ingin berbagi kebahagiaan,” kata Aladul.
Prosesi Adat dan Makna Mendalam
Salah satu momen unik dalam pernikahan Rara LIDA dan Aladul adalah prosesi adat Sumatera Selatan bernama “kandang adat”. Dalam tradisi ini, keluarga mempelai pria harus membuktikan kesiapan menafkahi dengan membawa uang koin sebelum diizinkan masuk.
Selain itu, terdapat tarian pagar pengantin yang sarat makna. Rara menari sebagai simbol permohonan izin kepada keluarga sekaligus filosofi bahwa kehidupan rumah tangga kini berada dalam tanggung jawab suami.
Mas kawin yang diberikan Aladul juga memiliki makna khusus. Ia menyerahkan logam mulia 26 gram yang melambangkan tanggal pernikahan 6 Februari 2026 (06-02-26), serta uang tunai Rp6.026.000 yang selaras dengan tanggal tersebut.
Rencana Umrah dan Fokus Ibadah
Usai resepsi megah tersebut, Rara dan Aladul belum sempat menikmati waktu santai berdua. Jadwal padat membuat keduanya mengaku masih kelelahan.
Namun, pasangan ini telah merencanakan bulan madu bernuansa religi. Mereka berencana menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat, bertepatan dengan awal Ramadan.
“Kami ingin fokus ibadah dulu. Semoga semuanya lancar,” ujar Rara.
Hadapi Hujatan dengan Saling Percaya
Di balik kebahagiaan, keduanya juga menghadapi komentar negatif dari sebagian netizen. Aladul secara terbuka mengungkap kekhawatirannya terhadap penilaian orang lain yang meremehkan dirinya.
Ia berharap Rara tetap percaya dan tidak terpengaruh omongan luar. “Aku akan buktikan bahwa semua anggapan itu salah,” tegasnya.
Rara pun menegaskan komitmennya sebagai istri untuk selalu menghormati dan mendukung suami. Ia memegang pesan orang tuanya bahwa dalam rumah tangga, suami tetap menjadi pemimpin, apa pun kondisi ekonomi dan pekerjaan.
Pernikahan Rara LIDA dan Aladul pun menjadi simbol perjalanan cinta yang berujung bahagia. Dari masa pacaran, tunangan, hingga akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri, keduanya sepakat bahwa kunci rumah tangga adalah saling percaya dan mau mengalah.
Dengan pesta yang meriah, makna adat yang kental, serta dukungan ribuan warga, pernikahan ini menjadi salah satu momen paling berkesan di awal tahun.
Editor : Divka Vance Yandriana