Radar Tulungagung - Penghasilan Feda Ega Pratama di Moto3 2026 menjadi salah satu topik yang menarik perhatian penggemar balap motor Indonesia. Setelah naik kelas ke Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia, pembalap muda asal Gunungkidul itu diperkirakan memiliki potensi pendapatan yang terus meningkat seiring dengan performanya di lintasan.
Meski nilai kontrak resmi Feda Ega Pratama tidak pernah dipublikasikan, keberhasilannya bergabung dengan Honda Team Asia membuat banyak pihak penasaran mengenai besaran gaji yang diterimanya. Apalagi, pembalap yang sebelumnya bersinar di Red Bull Rookies Cup tersebut kini membawa nama Indonesia di panggung balap dunia.
Struktur penghasilan pembalap Moto3 memang berbeda dengan MotoGP. Sebagian besar rider muda tidak langsung mendapatkan kontrak bernilai besar. Bahkan, tak sedikit pembalap yang masih mengandalkan dukungan sponsor demi mendapatkan tempat di tim kompetitif.
Status Pembalap Honda Team Asia Jadi Nilai Tambah
Berbeda dengan pembalap yang berstatus pay rider, Feda Ega Pratama bergabung dengan Honda Team Asia yang merupakan bagian dari program Honda Racing Corporation (HRC).
Kondisi tersebut membuat pembalap Indonesia itu berpeluang mendapatkan dukungan penuh berupa motor, teknisi, kru balap, hingga kompensasi finansial berupa gaji dasar. Besarannya sendiri bergantung pada prestasi, pengalaman, serta nilai komersial yang dimiliki seorang pembalap.
Pengalaman Feda Ega Pratama di berbagai ajang junior internasional menjadi modal penting yang meningkatkan daya tawarnya di dunia balap.
Sponsor Pribadi Bisa Menjadi Sumber Pendapatan Utama
Selain gaji dari tim, sumber penghasilan lain yang tidak kalah penting berasal dari sponsor pribadi. Justru di sinilah potensi pendapatan seorang pembalap dapat meningkat drastis.
Eksposur Moto3 yang menjadi bagian dari rangkaian MotoGP membuat para pembalap memiliki nilai promosi yang tinggi. Kehadiran Feda Ega Pratama sebagai satu-satunya wakil Indonesia di Moto3 juga menjadi daya tarik bagi perusahaan yang ingin memperkenalkan produknya ke pasar internasional.
Bukan tidak mungkin nilai kerja sama dengan sponsor dapat menyamai atau bahkan melebihi pendapatan utama dari kontrak tim.
Bonus Prestasi Turut Menambah Pemasukan
Selain gaji dan sponsor, pembalap Moto3 juga berpeluang memperoleh bonus tambahan dari hasil balapan. Raihan poin, podium, hingga kemenangan biasanya memiliki nilai tersendiri yang diberikan oleh tim maupun sponsor.
Artinya, semakin konsisten Feda Ega Pratama meraih hasil positif, semakin besar pula potensi penghasilannya setiap musim.
Meski demikian, seluruh angka yang beredar sejauh ini masih sebatas estimasi berdasarkan pola kontrak umum di Moto3. Honda Team Asia maupun manajemen Feda Ega Pratama tidak pernah mengungkap nilai kontrak secara terbuka kepada publik.
Peluang Naik ke Moto2 dan MotoGP
Karier Feda Ega Pratama masih sangat panjang. Jika mampu tampil konsisten dan terus berkembang, peluang untuk naik ke Moto2 bahkan MotoGP dalam beberapa tahun mendatang terbuka lebar.
Kenaikan kelas tersebut tentu akan berdampak besar terhadap nilai kontrak dan potensi pendapatan yang bisa diterimanya. Tak hanya menjadi kebanggaan Indonesia di lintasan balap, Feda Ega Pratama juga berpotensi menjadi salah satu atlet dengan nilai ekonomi terbesar dari cabang olahraga otomotif Tanah Air.
Perjalanan pembalap asal Gunungkidul itu pun menjadi salah satu kisah menarik yang patut terus diikuti oleh para pecinta balap Indonesia.
Editor : M. Helmi Nurhisam