Karena itulah, penting menjaga kesehatan. Cuaca ekstrem juga dapat menyebabkan penyakit ISPA. Yakni, infeksi saluran pernapasan akut. “Bahkan, cuaca saat ini juga dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, Jumat (5/5).
Ada beberapa gejala yang akan muncul ketika tubuh dehidrasi. Di antaranya, keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, serta kulit terlihat pucat. Selain itu, akan muncul rasa berdebar pada jantung dan sedikit urine yang berwarna kulit pekat. “Biasanya juga disertai rasa mual, muntah, dan pusing,” papar perempuan berkacamata ini.
Christine menjelaskan, jika muncul gejala tersebut dapat melakukan beberapa cara. Tubuh dapat didinginkan dengan kain basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya. Selain itu, harus diimbangi dengan minum banyak air mineral. “Jika masih bergejala bisa mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat,” paparnya.
Adapun beberapa cara untuk menghindari dampak cuaca panas, di antaranya, memperbanyak konsumsi air mineral. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi. “Jangan menunggu haus baru minum,” kata perempuan ramah ini.
Perlu menghindari minuman berkafein, berenergi, alkohol, dan manis. Selain itu, hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung. Hal ini dapat dilakukan dengan mengenakan topi atau payung untuk melindungi diri. Tak kalah penting, gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup. “Sunscreen dapat digunakan sebelum keluar rumah,” ucapnya.
Saat keluar rumah, lanjut dia, menggunakan baju berbahan ringan dan longgar. Selain itu, gunakan baju berwarna terang. “Sebab, warna gelap dapat menyerap panas,” bebernya.
Christine menambahkan, sebisa mungkin berteduh di antara jam 11 pagi hingga 3 siang. Sebab, sinar matahari pada jam tersebut sangat panas. Selain itu, sebaiknya menyediakan botol semprot air dingin di dalam kendaraan. “Tujuannya untuk melembapkan kulit,” tandasnya. (mg1/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni