TULUNGAGUNG – Sebagai bentuk aksi sosial kepada masyarakat, YHP Foundation bersama TNI, Polri, dan rakyat bersinergi melayani masyarakat menuju sehat, dengan menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya yang mengalami gangguan kesehatan.
Yuli Hendro Priyono selaku pendiri YHP Foundation mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan yang keempat di Tulungagung. Yuli -sapaannya- menjelaskan, pengobatan di Tulungagung kali pertama ia lakukan pada bulan Maret lalu ketika pulang kampung ke Kepatihan untuk sungkem kepada orang tua sebelum memasuki Ramadan. Dia melakukan pengobatan kepada tetangga rumah yang mengalami gangguan kesehatan, kemudian sembuh. Dari situ, Yuli kembali menggelar bakti sosial mulai hari ini sampai besok (20-21 Mei) yang bertempat di rumahnya, di Jalan Letjend Suprapto Nomor 29 H, Kelurahan Kepatihan (sebelah gang Masjid Al-Fattah). “Sebenarnya, agenda akan digelar bulan Juli. Namun karena bulan ini ada agenda lain di Tulungagung, akhirnya kegiatan tersebut dimajukan,” tutur Yuli.
Yuli menambahkan, teknis pendaftaran pasien bisa dilakukan pada saat kegiatan berlangsung dan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Penanganan dilakukan melalui metode terapi, mulai dari gangguan saraf kejepit, kista, miom, vertigo, migrain, ambeien, lemah syahwat, ejakulasi dini, autoimun, asam lambung, sinusitis, asma, TBC, mata rabun atau katarak, dan penyakit lainnya. “Semua ditangani oleh tim YHP Foundation yang terdiri delapan orang,” katanya.
Yuli menceritakan bahwa kegiatan bakti sosial pengobatan gratis kepada masyarakat selama ini lebih sering dilakukannya di Jakarta. Itu memang karena dirinya berdomisili di sana, di bawah naungan organiasasi YHP Foundation yang didirikannya sejak tahun 2007 silam. YHP Foundation didirikan atas dasar rasa prihatinnya terhadap sulitnya akses kesehatan murah dan gratis pada waktu itu. Apalagi, semakin maraknya tindak penipuan oleh oknum pelaku pengobatan tradisional, ditambah dengan semakin banyaknya masyarakat tidak sehat di kalangan orang kurang mampu. Dari situasi itulah, dia tergerak untuk melakukan bakti sosial di bawah YHP Foundation yang berfokus pada kegiatan bakti sosial. Di antaranya, pengobatan gratis dan beasiswa pendidikan bagi anak berprestasi dari kalangan kurang mampu. “Layanan ini merupakan wujud kontribusi warga negara bagi pemenuhan kebutuhan dasar,” tandasnya.
Dia menambahkan, bahwa YHP Foundation selama 17 tahun memang tanpa publikasi, dan sekarang ini berencana mulai mempublikasikan kegiatannya untuk dapat menjangkau target dan wilayah layanan yang lebih luas. Selain itu, publikasi kegiatan YHP Foundation diharapkan dapat mendorong lahirnya kegiatan kolektif lain sehingga lahir sebuah ekosistem yang sarat dengan nilai manfaat dan kebaikan. “Semoga dengan adanya bakti sosial yang dilakukan YHP Foundation ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (yos/c1/din/rka)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana