UVA adalah sinar yang mengandung radiasi paling banyak dalam matahari yang dapat memicu penyakit kanker kulit. Sedangkan UVB memiliki sedikit lebih banyak energi dibanding UVA. Sinar UVB mengakibatkan kulit seperti terbakar pada lapisan kulit epidermis. Keduanya mengandung komposisi dalam proses pembentukan kanker kulit. Kedua sinar UVA dan UVB ini memiliki dampak yang serius bagi kulit. Radiasi UV secara umum dapat menyebabkan kerusakan mata dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.
Paparan sinar UVA dan UVB paling banyak terjadi pada siang hari saat sangat terik. Khususnya pada musim panas seperti saat ini yang sedang melanda Indonesia baru-baru ini.
Berikut akibat paparan sinar UVA pada kulit yang terlalu lama:
- Penuaan dini
- Kanker kulit.
Adapun efeknya yang dapat dirasakan kulit akibat paparan sinar UVB:
- Dapat merusak kulit seperti terbakat dan kecoklatan.
- Membuat kulit melepuh.
- Pemicu kanker kulit.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rutin memakai sunscreen atau tabir surya yang mengandung SPF dan PA. Karena sinar UVA dapat menembus kaca rumah atau mobil bahkan dinding. SPF (Sun Protection Factor) dapat melindungi kulit dari radiasi ultraviolet yang membuat kulit menjadi kemerahan seperti terbakar. Paling tinggi SPF maka paling tinggi perlindungannya. Sementara PA (Protection Grade of UVA) dapat melindungi kulit dari penuaan dini. PA+ (perlindungan rendah) PA++ (perlindungan medium) PA+++ (perlindungan maksimal) pada tabir surya. Penggunaan sunscreen ini hanya dengan perlu reapply dua jam sekali.(*/rka)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana