Sebenarnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Giofisika (BMKG) sudah memprediksi musim pancaroba terjadi pada Oktober merupakan peralihan musim kemarau menuju musim penghujan. Sedangkan musim pancaroba berikutnya yang merupakan peralihan musim penghujan ke musim kemarau rata-rata terjadi pada Maret hingga April. Namun lambat laun prediksi tersebut sudah tidak bisa di jadikan acuan untuk menjaga kesehatan.
Fenomena alam tersebut sangat berdampak pada manusia. Perubahan suhu membuat tubuh tidak mampu menyesuaikan yang akhirnya berujung penyakit. Pemerintah sudah sering memperingatkan agar masyarakat waspada atas timbulnya penyakit di musim pancaroba. Namun, masyarakat masih banyak yang mengabaikan hal itu.
Ada beberapa cara guna mencegah penyakit musim pancaroba seperti:
- Mengkonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin dan mineral seperti buah-buahan, sayuran, ikan, daging, telur. Makan makanan sehat dapat meningkatkan sistem imun agar tubuh terhindar dari penyakit.
- Minum air putih setidaknya 2 liter atau lebih dalam sehari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, karena air juga berperan dalam mengedarkan oksigen, membuang zat-zat tak berguna dalam tubuh dan merupakan komponen penting untuk membentuk plasma darah.
- Memakai masker untuk melindungi mulut dan hidung saat keluar rumah di musim pancaroba.
- Menyiapkan jaket, sweater, payung atau jas hujan sebelum keluar rumah sebagai antisipasi cuaca yang tidak menentu.
- Istirahat yang cukup, hindari begadang, karena kurang tidur menyebabkan tubuh lelah dan sistem imun menurun hingga gampang terserang penyakit.
Jaga kesehatan selalu demi kelangsungan hidup yang berkualitas.(mg2/rka) Editor : Nurul Hidayah